Brimob Alor Tegaskan Kesiapsiagaan Saat HUT ke-67 Pasukan Pelopor
Kompi 4 Batalyon A Satbrimob Polda NTT memperingati HUT ke-67 Pasukan Pelopor di Alor. Momentum syukuran digunakan untuk menegaskan kesiapsiagaan Brimob dalam misi kemanusiaan dan Operasi Aman Nusa II menangani bencana gempa di NTT.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Alor — Kompi 4 Batalyon A Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur menggelar syukuran Hari Ulang Tahun ke-67 Pasukan Pelopor tahun 2026 di Kabupaten Alor, Senin, 14 September 2026. Peringatan ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan pengabdian sekaligus memperkuat kesiapan personel menghadapi tugas pengamanan dan penanganan bencana.
Menurut laporan lembaga penyiaran publik, peringatan HUT ke-67 Pasukan Pelopor tahun ini mengusung tema “Pasukan Pelopor Presisi Siap Mengabdi untuk Masyarakat”. Tema tersebut menegaskan komitmen Pasukan Pelopor untuk memberi perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat di tengah dinamika keamanan yang dinilai semakin kompleks.
Rangkaian peringatan di Alor meliputi lomba antar-batalyon dan kegiatan bakti sosial. Dalam bakti sosial itu, personel Brimob menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Kesiapsiagaan dan Operasi Aman Nusa II
Sambutan Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol Afrizal Asri, S.I.K., dibacakan Danki Brimob Alor Iptu Urbanus Widyan di hadapan personel yang hadir. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kekuatan Pasukan Pelopor tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis dan kelengkapan peralatan, melainkan juga pada integritas, loyalitas, serta jiwa pengabdian personel.
Menurut sambutan itu, tantangan yang dihadapi satuan meliputi potensi konflik sosial, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berintensitas tinggi, ancaman kelompok kriminal bersenjata, dan bencana alam. Personel diminta menyesuaikan kemampuan taktis dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk ketika jalur akses menuju wilayah terdampak bencana mengalami hambatan.
Sambutan Dansat Brimob Polda NTT juga menyinggung berbagai jenis bencana yang menjadi kerawanan di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung api, dan kebakaran hutan. Dalam konteks itu, Pasukan Pelopor disebut memiliki peran strategis dalam operasi kemanusiaan, terutama ketika warga terisolasi dan membutuhkan bantuan segera.
Kerangka operasi penanganan bencana yang disebut adalah Operasi Aman Nusa II, operasi kontingensi Polri untuk penanganan bencana alam. Di wilayah NTT, operasi ini sebelumnya digunakan untuk pengerahan personel BKO Brimob dalam misi kemanusiaan pascagempa bumi di Pulau Flores, dengan ratusan personel menjalankan tugas penyaluran bantuan, pelayanan pengungsi, dan pemulihan situasi.
Peringatan HUT Pasukan Pelopor di Alor ditempatkan sebagai momentum memperkuat kesiapsiagaan satuan dalam kerangka operasi tersebut. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci bentuk latihan khusus, pembagian tugas terperinci, atau prosedur pengerahan personel untuk Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Alor.
Peran sosial dan dukungan program pemerintah
Dalam sambutan resmi, Dansat Brimob Polda NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Pelopor, termasuk senior dan sesepuh, atas dedikasi dan pengabdian mereka. Penghargaan itu disertai seruan agar personel tetap profesional, tangguh, modern, humanis, dan presisi dalam menjalankan tugas.
Bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada korban gempa di NTT menjadi salah satu bentuk kehadiran sosial Pasukan Pelopor di tengah masyarakat. Kegiatan itu sejalan dengan misi kemanusiaan yang sebelumnya dijalankan dalam Operasi Aman Nusa II di Flores, antara lain penyaluran bahan kebutuhan pokok dan dukungan bagi pengungsi yang terdampak gempa bumi.
Selain dalam penanganan bencana, satuan Brimob disebut mendukung program pemerintah, termasuk program ketahanan pangan, sebagai bagian dari peran Polri menciptakan situasi keamanan yang kondusif bagi pelaksanaan kebijakan pemerintah. Dukungan tersebut digambarkan sebagai kontribusi kelembagaan untuk menjaga stabilitas di daerah-daerah tugas, terutama wilayah terpencil dan terdampak bencana.
Dalam konteks kepulauan Nusa Tenggara Timur, akses dan mobilitas menjadi faktor penting dalam respons bencana. Pengalaman operasi kemanusiaan di Flores menunjukkan bahwa pengerahan personel Brimob Nusantara dan BKO Polda NTT dilakukan untuk menjangkau wilayah terdampak, mengamankan distribusi logistik, dan membantu pemulihan layanan dasar bagi warga.
Peringatan HUT ke-67 Pasukan Pelopor di Alor tahun 2026 berlangsung di tengah upaya berkelanjutan Polri dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapan menghadapi bencana alam di NTT, dengan Brimob menjadi salah satu unsur yang diandalkan dalam operasi kemanusiaan dan stabilisasi keamanan.
Sumber
- RRI Alor - Kompi 4 Batalyon A Satbrimob Polda NTT Peringati HUT ke-67 Pasukan Pelopor di Alor
- TribrataNews Ende - Tuntas Emban Misi Kemanusiaan Bencana Flores, Ratusan Personel BKO Brimob Nusantara Dilepas dalam Apel Haru di Polres Ende
- Kediriselaludihati.com - Brimob Polda Jatim Kerahkan Randurlap dan Water Treatment Pasok Makanan dan Air Bersih Pengungsi NTT
Berita berikutnya

KKP dan NTT Dorong Hilirisasi Rumput Laut Sabu Raijua
Rumput laut menjadi komoditas unggulan di Sabu Raijua dan salah satu penopang mata pencaharian warga pesisir.
Baca juga


