NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Bulog Bongkar 150 Ton Beras di Labuan Bajo, Stok NTT Dijaga

Perum Bulog memastikan pasokan dan distribusi beras di Nusa Tenggara Timur tetap berjalan setelah 150 ton beras dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo. Stok di NTT disebut berada di kisaran 35 ribu ton.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Heading out from Labuan Bajo across the Sea of Flores with provisions for home.
Foto arsip: Heading out from Labuan Bajo across the Sea of Flores with provisions for home. · Foto: DS1882DS / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan Bajo — Perum Bulog memastikan stok beras dan distribusi pangan di Nusa Tenggara Timur tetap berjalan setelah 150 ton beras dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan untuk menjaga kelancaran bongkar muat dan kualitas beras sebelum disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam keterangan yang dikutip media lokal dan situs pemerintah daerah, Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal mengatakan beras yang masuk akan dikelola dan didistribusikan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta penugasan pemerintah. Ia memantau langsung proses pembongkaran itu bersama jajaran Bulog lainnya di pelabuhan tersebut.

Bulog juga menyebut stok beras untuk NTT saat itu berada di kisaran 35 ribu ton. Perseroan menyiapkan pasokan tambahan dari Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah itu.

Stok dan distribusi

Bulog menyampaikan stok yang ada akan digunakan untuk kebutuhan masyarakat, bantuan pangan, penanganan warga terdampak bencana, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi disebut terus dikoordinasikan agar beras segera sampai ke wilayah yang membutuhkan.

RRI pada 5 September 2026 juga melaporkan Bulog NTT terus menyalurkan beras SPHP ke pasar-pasar di seluruh NTT sepanjang Januari hingga September 2026. Laporan itu menegaskan distribusi beras masih berlangsung setelah penguatan pasokan dilakukan dari jaringan Bulog di daerah.

Dengan demikian, pembongkaran 150 ton beras di Labuan Bajo menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan di NTT, terutama untuk kebutuhan rutin dan penanganan bencana. Namun, dokumen yang diperiksa tidak merinci kabupaten tujuan akhir dari kiriman tersebut.

Data yang disebut Bulog

  • 150 ton beras dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo.
  • Stok beras di NTT berada di kisaran 35 ribu ton.
  • Pasokan tambahan disiapkan dari NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Bulog menempatkan distribusi beras sebagai prioritas untuk menjaga pasokan tetap stabil di NTT. Pemantauan di pelabuhan dilakukan agar mutu beras terjaga sebelum masuk ke rantai penyaluran.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.