Bulog Bongkar 150 Ton Beras di Labuan Bajo, Stok NTT Dijaga
Perum Bulog memastikan pasokan dan distribusi beras di Nusa Tenggara Timur tetap berjalan setelah 150 ton beras dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo. Stok di NTT disebut berada di kisaran 35 ribu ton.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Perum Bulog memastikan stok beras dan distribusi pangan di Nusa Tenggara Timur tetap berjalan setelah 150 ton beras dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan untuk menjaga kelancaran bongkar muat dan kualitas beras sebelum disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam keterangan yang dikutip media lokal dan situs pemerintah daerah, Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal mengatakan beras yang masuk akan dikelola dan didistribusikan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta penugasan pemerintah. Ia memantau langsung proses pembongkaran itu bersama jajaran Bulog lainnya di pelabuhan tersebut.
Bulog juga menyebut stok beras untuk NTT saat itu berada di kisaran 35 ribu ton. Perseroan menyiapkan pasokan tambahan dari Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah itu.
Stok dan distribusi
Bulog menyampaikan stok yang ada akan digunakan untuk kebutuhan masyarakat, bantuan pangan, penanganan warga terdampak bencana, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi disebut terus dikoordinasikan agar beras segera sampai ke wilayah yang membutuhkan.
RRI pada 5 September 2026 juga melaporkan Bulog NTT terus menyalurkan beras SPHP ke pasar-pasar di seluruh NTT sepanjang Januari hingga September 2026. Laporan itu menegaskan distribusi beras masih berlangsung setelah penguatan pasokan dilakukan dari jaringan Bulog di daerah.
Dengan demikian, pembongkaran 150 ton beras di Labuan Bajo menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan di NTT, terutama untuk kebutuhan rutin dan penanganan bencana. Namun, dokumen yang diperiksa tidak merinci kabupaten tujuan akhir dari kiriman tersebut.
Data yang disebut Bulog
- 150 ton beras dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo.
- Stok beras di NTT berada di kisaran 35 ribu ton.
- Pasokan tambahan disiapkan dari NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.
Bulog menempatkan distribusi beras sebagai prioritas untuk menjaga pasokan tetap stabil di NTT. Pemantauan di pelabuhan dilakukan agar mutu beras terjaga sebelum masuk ke rantai penyaluran.
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga





