Capaian Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Oesao 57 Persen hingga Agustus 2026
Program Cek Kesehatan Gratis di wilayah kerja Puskesmas Oesao, Kabupaten Kupang, telah menjangkau 16.120 dari 28.095 sasaran hingga 31 Agustus 2026, atau sekitar 57 persen.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Oesao — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah kerja Puskesmas Oesao, Kabupaten Kupang, mencapai sekitar 57 persen hingga 31 Agustus 2026. Menurut laporan RRI, dari total 28.095 jiwa yang menjadi sasaran, sebanyak 16.120 orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut.
Kepala Puskesmas Oesao, dr. Tirza Vita Fomeni, menyampaikan capaian itu dalam wawancara dengan RRI pada Selasa, 8 September 2026. Ia menjelaskan, cakupan tersebut masih di bawah target 60 persen yang seharusnya dicapai hingga akhir Agustus 2026.
Dengan sasaran 28.095 jiwa, target 60 persen setara dengan sekitar 16.857 peserta. Berdasarkan data yang disampaikan, pemeriksaan yang sudah tercatat masih berjarak sekitar 737 peserta dari target tersebut.
Data capaian CKG Puskesmas Oesao per 31 Agustus 2026:
- Sasaran: 28.095 jiwa
- Peserta yang diperiksa: 16.120 jiwa
- Capaian: 57 persen
- Target hingga akhir Agustus: 60 persen
Kendala penginputan data
Menurut dr. Tirza, salah satu faktor yang memengaruhi angka capaian adalah kendala teknis pada aplikasi penginputan hasil pemeriksaan CKG. Ia menyebut sistem beberapa kali menjalani pemeliharaan sehingga petugas kesulitan memasukkan data, terutama hasil pemeriksaan CKG yang telah dilakukan di sekolah.
Kepala Puskesmas Oesao menegaskan bahwa angka 57 persen merupakan capaian berdasarkan data yang sudah masuk ke aplikasi hingga 31 Agustus 2026. Pemeriksaan yang belum terinput, termasuk pemeriksaan di sekolah, belum tercermin dalam persentase tersebut.
Dalam pernyataannya, dr. Tirza juga mengungkap bahwa pemeriksaan CKG memberi gambaran masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada peserta. Hipertensi menjadi salah satu temuan terbanyak, disusul kasus warga dengan penyakit gula atau diabetes. Informasi ini sejalan dengan evaluasi nasional Kementerian Kesehatan yang menyebut sebagian hasil skrining CKG memerlukan intervensi medis, terutama terkait penyakit tidak menular.
Puskesmas Oesao mengarahkan warga dengan temuan hipertensi dan diabetes untuk memanfaatkan pelayanan posyandu di dusun masing-masing. Layanan posyandu diharapkan menjadi pintu untuk pemeriksaan rutin, pengobatan, dan pemantauan kondisi kesehatan, sesuai arahan kebijakan Cek Kesehatan Gratis dari Kementerian Kesehatan.
Target pemeriksaan hingga Desember
Dalam wawancara yang sama, dr. Tirza menjelaskan bahwa program CKG di wilayah kerja Puskesmas Oesao dilaksanakan satu kali dalam setahun. Meski capaian per 31 Agustus belum mencapai target, seluruh masyarakat yang menjadi sasaran tetap ditargetkan memperoleh pemeriksaan paling lambat pada akhir Desember 2026.
Puskesmas Oesao akan terus mendorong warga yang belum mengikuti program untuk datang ke layanan CKG di puskesmas dan jejaringnya. Pemeriksaan diharapkan membantu mendeteksi penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sejalan dengan tujuan program nasional Cek Kesehatan Gratis yang menekankan tindak lanjut temuan penyakit.
Dengan sasaran 28.095 jiwa dan peserta yang telah tercatat sebanyak 16.120 jiwa, Puskesmas Oesao masih perlu menjangkau sekitar 11.975 orang hingga akhir tahun agar seluruh sasaran mendapat pemeriksaan CKG minimal satu kali pada 2026.
Sumber
Berita berikutnya
YAKKUM-Dinkes Belu Mentoring 17 Puskesmas untuk Layanan Inklusif
Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggelar mentoring di RSUD Atambua untuk memperkuat kapasitas tenaga…
Baca juga



