Puskesmas Oemeu Catat Capaian Cek Kesehatan Gratis Tertinggi di TTU
Puskesmas Oemeu di Kabupaten Timor Tengah Utara mencatat capaian program Cek Kesehatan Gratis sebesar 60,2 persen, tertinggi di antara puskesmas di wilayah itu.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Atambua — Puskesmas Oemeu di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, mencatat capaian program Cek Kesehatan Gratis sebesar 60,2 persen, tertinggi di antara puskesmas di wilayah itu menurut laporan lembaga penyiaran publik pada pertengahan September 2026.
Dalam pemberitaan tersebut, capaian Puskesmas Oemeu disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan 26 puskesmas lain di TTU. Laporan itu terbit pada 17 September 2026 dan mengaitkan capaian tersebut dengan strategi pengelolaan data di tingkat puskesmas.
Strategi data primer dan sekunder
Kepala Puskesmas Oemeu, Edyyanto Yoseph Bota, menjelaskan bahwa kunci capaian CKG di wilayah kerjanya adalah penggabungan data primer dan sekunder secara terpadu. Keterangan itu disampaikan dalam wawancara dengan lembaga penyiaran publik yang kemudian dimuat dalam laporan 17 September 2026.
Menurut Edyyanto, data primer dihimpun dari berbagai pelayanan rutin puskesmas, antara lain layanan kesehatan ibu dan anak, posyandu, imunisasi, pelacakan ibu hamil berisiko tinggi, serta skrining HIV dan tuberkulosis. Data sekunder diperoleh dari pasien yang datang ke puskesmas pembantu, pondok bersalin desa, dan puskesmas induk.
Edyyanto menuturkan, penggabungan pelacakan aktif di lapangan dengan pencatatan kunjungan di fasilitas kesehatan membantu memperkaya dan memperbarui data sasaran CKG dalam aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku). Strategi itu digunakan untuk mengoptimalkan penginputan data ke dalam sistem pelaporan CKG.
Pembentukan tim khusus input aplikasi
Selain pengelolaan data, Puskesmas Oemeu membentuk tim khusus yang bertugas melakukan input hasil pemeriksaan ke aplikasi. Langkah itu diambil karena jumlah petugas yang tersedia untuk memasukkan data ke aplikasi dinilai terbatas dibandingkan volume pemeriksaan CKG.
Pembagian pekerjaan kepada tim khusus disebut membantu mencegah penumpukan data hasil CKG dan mempercepat proses pelaporan melalui aplikasi ASIK. Dalam praktiknya, setiap pelaksanaan pemeriksaan CKG diintegrasikan dengan tata laksana pencatatan dan pelaporan di tingkat puskesmas.
Konteks capaian CKG di TTU dan nasional
Sebelum laporan tentang Puskesmas Oemeu terbit, pemerintah Kabupaten TTU melakukan evaluasi capaian program CKG di seluruh kecamatan dan puskesmas, karena daerah itu sempat tercatat dengan capaian relatif rendah di tingkat provinsi. Dalam evaluasi tersebut, pemerintah daerah menyoroti persoalan validitas data pelaporan, manajemen logistik, dan hambatan geografis di wilayah terpencil.
Dalam evaluasi itu, Puskesmas Oemeu disebut sebagai salah satu puskesmas dengan capaian program CKG yang sudah membaik dibandingkan sejumlah puskesmas lain di TTU. Variasi capaian antar-puskesmas menjadi dasar pemerintah daerah melakukan konsolidasi dengan camat dan kepala puskesmas untuk memperbaiki pelaksanaan program.
Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan menyebut program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya strategis meningkatkan deteksi dini dan layanan promotif-preventif bagi seluruh kelompok umur. CKG dilaksanakan di puskesmas dan jejaringnya, termasuk posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama lain, dengan pemanfaatan data kunjungan rutin untuk paket pemeriksaan kesehatan. Data dari layanan tersebut menjadi salah satu dasar pelaporan melalui sistem aplikasi kesehatan, termasuk ASIK dan SATUSEHAT.
Pelajaran dari praktik Puskesmas Oemeu
Dalam wawancara, Edyyanto berharap pendekatan penggabungan data primer dan sekunder serta pembentukan tim khusus input aplikasi dapat diterapkan oleh puskesmas lain di TTU untuk memperbaiki capaian CKG. Menurut dia, pelacakan aktif di masyarakat dipadukan dengan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan memberi gambaran lebih utuh mengenai sasaran dan peserta CKG di wilayah kerja puskesmas.
Bagi pemerintah daerah, capaian Puskesmas Oemeu dan beberapa puskesmas lain yang mulai mencapai angka sekitar 60 persen menjadi rujukan dalam evaluasi pelaksanaan CKG di TTU. Praktik pengelolaan data di Puskesmas Oemeu dinilai relevan dengan kebijakan nasional yang menekankan pemanfaatan kunjungan pasien dan kegiatan komunitas sebagai pintu masuk layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas.
Sumber
Berita berikutnya

PLN Kupang Ingatkan 4 Risiko Instalasi Listrik Rumah Saat Kemarau
Menjelang puncak musim kemarau, PLN ULP Kupang mengimbau warga lebih waspada terhadap instalasi listrik rumah.
Baca juga





