Disdikbud NTT Instruksikan Sekolah Intensifkan Simulasi UTBK SNBT 2026
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT menginstruksikan sekolah menengah mengintensifkan simulasi UTBK sebagai persiapan menghadapi SNBT 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Provinsi Nusa Tenggara Timur menginstruksikan sekolah menengah mengintensifkan simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk mempersiapkan siswa menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Arahan itu disampaikan Kepala Dinas P&K NTT Ambrosius Kodo dalam agenda evaluasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan sosialisasi SNBT 2026 bersama Universitas Nusa Cendana.
Menurut pemberitaan Merdeka dan laman resmi Undana, kegiatan evaluasi dan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara daring dengan melibatkan satuan pendidikan tingkat menengah di NTT. Ambrosius menekankan bahwa penguatan simulasi UTBK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan angka kelulusan siswa NTT pada seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Ambrosius meminta sekolah memanfaatkan semester genap sebagai masa persiapan intensif. Pembelajaran diminta bergeser dari pola konvensional menuju drill latihan soal dan simulasi ujian yang terstruktur, dengan fokus pada materi yang diujikan dalam UTBK-SNBT.
Sekolah Diminta Mengoptimalkan Simulasi
Dinas P&K NTT mendorong sekolah menyusun program simulasi UTBK secara sistematis dengan jadwal yang jelas dan pemantauan berkala. Menurut keterangan Ambrosius, simulasi diharapkan membantu siswa terbiasa dengan format ujian, tekanan waktu, dan jenis soal yang akan dihadapi.
Ambrosius juga menyinggung pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai tolok ukur motivasi dan kesiapan akademik siswa. Ia menyatakan bahwa latihan TKA dan simulasi UTBK dapat digunakan sekolah untuk mengidentifikasi kelemahan siswa dan merancang pendampingan belajar yang lebih terarah.
Dinas P&K NTT menyatakan komitmen memantau pelaksanaan simulasi di sekolah. Pemantauan disebut penting untuk memastikan siswa memiliki kesiapan akademik dan mental menjelang hari pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 yang dijadwalkan berlangsung satu gelombang selama sepuluh hari, mulai 21 hingga 30 April 2026, menurut informasi Undana.
Peran Kepala Sekolah dan Guru BK
Dalam arahan yang sama, Ambrosius menekankan peran kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) mendampingi siswa dalam menentukan pilihan studi. Pendampingan mencakup pemetaan minat dan kemampuan, pemahaman akreditasi program studi, dan pertimbangan prospek karier setelah lulus perguruan tinggi.
Dinas P&K NTT meminta sekolah membantu siswa menyusun strategi pendaftaran SNBT. Pemilihan program studi diminta dilakukan secara cermat agar pendaftar tidak terkonsentrasi pada program dengan tingkat persaingan tinggi saja, sekaligus memperhatikan peluang kelulusan dan kebutuhan daerah.
Kerja sama dengan Undana dalam kegiatan evaluasi SNBP dan sosialisasi SNBT 2026 dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan jumlah siswa NTT yang diterima di perguruan tinggi negeri. Undana sendiri menjadi salah satu pusat UTBK yang akan menyelenggarakan ujian bagi peserta dari berbagai daerah.
Tantangan Akses Simulasi
Dalam pemberitaan yang ada, belum dirinci secara teknis skema dukungan perangkat komputer dan jaringan internet untuk pelaksanaan simulasi UTBK di seluruh sekolah. Dinas P&K NTT belum mengumumkan secara terbuka mekanisme khusus untuk menjamin pemerataan akses simulasi bagi siswa dari wilayah dengan infrastruktur terbatas.
Meski demikian, instruksi penguatan simulasi UTBK mempertegas pentingnya kesiapan digital dan literasi teknologi di sekolah menengah. Bagi siswa di NTT yang akan mengikuti UTBK-SNBT 2026, intensifikasi simulasi di sekolah diharapkan menjadi sarana latihan yang terjangkau untuk menghadapi seleksi nasional yang menggunakan sistem ujian berbasis komputer.
Sumber
Berita berikutnya

60 Guru Sumba Barat Kembangkan 40 Modul Literasi Berbasis Budaya Lokal
Sebanyak 60 guru SD di Sumba Barat mengikuti pelatihan pengembangan metode pembelajaran literasi dan numerasi kontekstual berbasis kearifan budaya lok…
Baca juga




