NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

ESDM Siapkan 48 Genset untuk Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa NTT

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan 48 genset untuk tenda puskesmas di tujuh kabupaten terdampak gempa bumi NTT.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan 48 genset untuk fasilitas kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, dengan sasaran utama tenda puskesmas di tujuh kabupaten.

Dalam keterangan resmi kementerian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan genset dikirim karena tenda-tenda pelayanan kesehatan yang dibangun pascabencana belum memiliki pembangkit listrik sendiri. "Kementerian ESDM akan kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset," kata Bahlil dalam keterangan yang dipublikasikan pada 26 Agustus 2026.

Bahlil menyebutkan genset tersebut akan disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak gempa di NTT. Media nasional yang mengutip pernyataan itu menuliskan bahwa seluruh unit digunakan untuk mendukung fasilitas kesehatan di tenda pengungsian.

Kementerian ESDM bersama pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral juga mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat untuk mendukung penanganan masyarakat di wilayah terdampak. Posko ini disiapkan untuk menopang layanan dasar agar tetap berjalan dalam situasi pascabencana, terutama layanan kesehatan di tenda puskesmas.

Dukungan energi untuk tujuh kabupaten

Menurut Bahlil, 48 genset tersebut akan didistribusikan ke tujuh kabupaten yang terdampak gempa, yakni Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Manggarai Barat. Dalam paparannya, ia merinci rencana alokasi: delapan unit untuk puskesmas di Manggarai Timur, tujuh di Manggarai, enam di Ngada, enam di Nagekeo, enam di Ende, empat di Sikka, dan sebelas di Manggarai Barat.

Bahlil menjelaskan genset yang disiapkan merupakan tipe silent agar tidak mengganggu proses pengobatan di tenda-tenda puskesmas. Dukungan energi itu diintegrasikan dengan tenda pelayanan kesehatan yang dibangun Kementerian Kesehatan bagi warga terdampak gempa.

Perangkat listrik darurat ini ditujukan agar penerangan, peralatan medis dasar, dan sistem pendukung lain di tenda puskesmas dapat beroperasi stabil selama masa tanggap darurat.

Konteks gempa NTT

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa hingga Selasa, 25 Agustus 2026, korban meninggal dunia mencapai 103 jiwa di tujuh kabupaten, dengan korban terbanyak di Manggarai dan Manggarai Timur.

BNPB merinci 41 korban jiwa di Kabupaten Manggarai, 34 di Manggarai Timur, 13 di Nagekeo, serta sisanya di Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat. Selain itu, ribuan warga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan layanan kesehatan darurat.

Dalam rapat penanganan bencana di Nagekeo, Kepala BNPB juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa total korban meninggal dunia kemudian tercatat mencapai 105 jiwa dan korban luka 1.678 orang. Dalam forum yang sama, Bahlil memaparkan rencana pengiriman genset untuk memperkuat layanan kesehatan di tenda-tenda puskesmas.

Langkah Kementerian ESDM menyiapkan genset dan posko tanggap darurat menjadi bagian dari rangkaian dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan layanan dasar di NTT setelah gempa besar yang melanda Pulau Flores dan sekitarnya.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.