NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Gangguan Dua Unit PLTU Timor Picu Pemadaman Bergilir di Pulau Timor

Gangguan teknis pada PLTU Timor Unit 1 dan Unit 2 di Kupang memicu pemadaman bergilir di Pulau Timor pada akhir Oktober dan awal November 2025.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Hutan bonsai di kaki gunung mutis.
Foto arsip: Hutan bonsai di kaki gunung mutis. · Foto: Alexandria putera / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Kupang — Gangguan pada dua unit utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor di Kupang menyebabkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Timor pada akhir Oktober dan awal November 2025. Menurut keterangan General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F. Eko Sulistyono, pemadaman terjadi karena pemeliharaan darurat menyusul kerusakan teknis di PLTU Timor Unit 1 dan Unit 2.

F. Eko Sulistyono menjelaskan, pada 31 Oktober 2025 PLTU Timor Unit 1 tiba-tiba mengalami gangguan yang bersumber dari sensor suhu turbin dan boiler sehingga unit tersebut padam dan memerlukan perbaikan. Dalam penjelasan kepada Gubernur NTT pada 4 November 2025, ia menyebut perbaikan Unit 1 semula diperkirakan selesai pada 7 November 2025.

PLTU Timor Unit 2 juga mengalami gangguan pada 3 November 2025 dini hari akibat masalah pada trafo bantu atau unit auxiliary transformer (UAT). Unit ini sempat kembali menyala pada siang hari namun kembali padam pada malam harinya karena gangguan arus tanah pada trafo yang sama. Kedua gangguan tersebut mengharuskan PLN melakukan pemeliharaan darurat dan pengaturan beban yang berujung pada pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Pemadaman bergilir di Pulau Timor

Beberapa media lokal mencatat pemadaman bergilir terjadi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada 1 dan 3 November 2025. Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UIW NTT, Jusuf Otiswan Maromon, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan menjelaskan bahwa penghentian sementara aliran listrik pada dua tanggal tersebut dilakukan karena pemeliharaan darurat di PLTU.

Menurut laporan media lokal, pemadaman bergilir itu berdampak pada aktivitas rumah tangga dan usaha di Kota Kupang serta wilayah sekitar. Warga mengeluhkan listrik padam berulang dalam dua hari terakhir saat itu, sementara PLN menyatakan tim teknis sedang melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan untuk menstabilkan kembali pasokan listrik.

Eko Sulistyono menyebut sistem kelistrikan Pulau Timor sebenarnya memiliki daya mampu sekitar 200 megawatt (MW) dengan beban puncak sekitar 131 MW, sehingga secara normal terdapat cadangan sekitar 69 MW. Ketika PLTU Timor Unit 1 dan Unit 2 tidak dapat beroperasi penuh, cadangan daya menyusut dan PLN menerapkan pemadaman bergilir guna menjaga keselamatan dan keandalan sistem.

Pemulihan lebih cepat dari target

Dalam penjelasan berikutnya, Eko menyatakan pemulihan PLTU Timor Unit 1 dan Unit 2 dapat diselesaikan lebih cepat dari target semula 7 November 2025. Menurut laporan beberapa media, perbaikan darurat PLTU Timor Unit 1 selesai pada 4 November 2025 sekitar pukul 20.35 Wita, sehingga sistem kelistrikan Pulau Timor kembali normal dan pasokan listrik ke pelanggan di Kupang pulih sepenuhnya.

PLN melaporkan bahwa setelah pemulihan tersebut, sekitar 264 ribu hingga 264.500 pelanggan di Pulau Timor, termasuk di Kota Kupang dan wilayah lain seperti Belu dan Malaka, kembali menikmati pasokan listrik yang stabil. Eko menyebut percepatan pemulihan ini sebagai bukti komitmen PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Nusa Tenggara Timur.

Respons PLN kepada pelanggan

PLN menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat selama proses perbaikan berlangsung dan menegaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas pada pembangkit. Manajemen beban dan penghentian sementara aliran listrik disebut bukan karena upaya penghematan bahan bakar, melainkan kebutuhan pemeliharaan darurat pembangkit utama.

Perusahaan juga menugaskan ratusan personel di Kupang untuk mempercepat penanganan gangguan dan pemulihan sistem. Setelah kedua unit PLTU Timor kembali beroperasi, PLN menyatakan sistem kelistrikan di Kupang dan Pulau Timor telah stabil dengan daya mampu sekitar 200 MW dan beban puncak tertinggi 131 MW.

Sumber

Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton

Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.