NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemkab TTU Revitalisasi Pasar Baru Kefamenanu Jadi Pasar Modern

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara merevitalisasi Pasar Baru Kefamenanu menjadi pasar modern dengan konsep campuran modern dan tradisional.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Kefamenanu — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memulai pembangunan pasar modern di lokasi Pasar Baru Kefamenanu, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sebagai bagian dari program strategis bupati dan wakil bupati untuk merevitalisasi pasar tradisional menjadi pasar modern yang tetap menampung pedagang kecil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan TTU, Quido Kolo, menjelaskan pasar baru akan dibangun dengan konsep perpaduan aktivitas perdagangan modern dan tradisional agar semua pedagang tetap memperoleh tempat berjualan.

Menurut Quido, pemerintah daerah sebelumnya menuntaskan pemusnahan barang milik daerah berupa pembongkaran 17 unit gedung lama di kawasan Pasar Baru Kefamenanu sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik pasar modern.

Pembangunan dan anggaran

Rencana pembangunan Pasar Baru Kefamenanu telah masuk dalam program strategis pemerintah daerah dan mulai disiapkan sejak 2025, termasuk penertiban lapak dan tahapan desain perencanaan.

Dalam pemberitaannya, RRI menyebut total anggaran pembangunan pasar modern mencapai sekitar Rp18,55 miliar melalui program strategis Bupati dan Wakil Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo dan Kamilus Elu.

Sementara itu, Pos-Kupang mengutip pernyataan Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo bahwa pemerintah mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan pasar modern di Kelurahan Benpasi, yang dikerjakan selama 135 hari kalender dengan target selesai hingga akhir Desember 2025.

Media lokal iNews TTU memberitakan bahwa pembangunan pasar modern di lokasi Pasar Baru Kefamenanu dikerjakan oleh PT Duta Abadi dengan nilai kontrak sekitar Rp18,55 miliar dan waktu pelaksanaan 135 hari.

Relokasi pedagang dan pola penataan

Quido Kolo menegaskan bahwa pembangunan pasar modern tidak dikaitkan dengan pengusiran pedagang tradisional.

Menurut RRI, pedagang tradisional di Pasar Baru Kefamenanu direlokasi sementara ke Blok B, C, dan D di kawasan pasar yang sama sehingga aktivitas jual beli tetap berlangsung bersamaan dengan pekerjaan konstruksi.

Quido menyatakan bahwa setelah pembangunan selesai, pedagang akan ditata kembali berdasarkan kategori jenis dagangan, seperti sembako, pakaian, elektronik, ikan, dan sayuran, agar pasar tertata rapi dan tidak terjadi pencampuran berbagai jenis barang dalam satu area.

Ia juga menepis isu bahwa bangunan pasar baru akan dibangun dua lantai dan menegaskan bahwa pasar modern Kefamenanu direncanakan hanya satu lantai.

Peran pasar terhadap PAD dan perekonomian

Dalam laporan RRI, Quido menyebut dinas yang dipimpinnya menjadi pengampu pendapatan asli daerah yang bersumber dari kios dan pedagang di pelataran pasar.

Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo kemudian menegaskan dalam sebuah kegiatan peletakan batu pertama bahwa pasar modern Kefamenanu diposisikan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat, sekaligus upaya pemerintah menyediakan tempat berdagang yang lebih layak dan tertata bagi pelaku usaha dan pedagang tradisional.

Pemerintah daerah menyatakan revitalisasi pasar menjadi pasar modern tetap mempertahankan "roh" pasar tradisional, dengan konsep campuran modern dan tradisional agar tidak ada pedagang yang terpinggirkan.

Quido dan Bupati TTU menjelaskan bahwa proyek pasar modern ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, merapikan lingkungan pasar, serta mendukung peningkatan pendapatan asli daerah melalui pengelolaan kios dan lapak yang lebih tertib.

Konteks pembangunan

Pos-Kupang melaporkan bahwa rencana pembangunan Pasar Baru Kefamenanu dimulai pada 2026 sebagai program strategis pemerintah daerah, dengan konsep perpaduan pasar modern dan tradisional untuk menampung semua pedagang tanpa terkecuali.

Pada Mei 2026, Quido Kolo menyebut proyek pasar memasuki tahap desain perencanaan, setelah penetapan pemenang tender dan penyusunan dokumen perencanaan, dengan tujuan menghadirkan fasilitas yang lebih layak bagi pedagang dan pembeli.

Menjelang pembangunan fisik, PLN Unit Layanan Pelanggan Kefamenanu membongkar 42 unit meteran listrik milik pedagang di kawasan Pasar Baru sebagai bagian dari penataan instalasi listrik dan persiapan lokasi pembangunan pasar modern.

Sejalan dengan itu, pemerintah daerah menyampaikan bahwa Pasar Baru Kefamenanu yang semula pasar tradisional akan ditingkatkan statusnya menjadi pasar modern, tetapi tetap menerapkan pola perdagangan yang memberi ruang bagi pedagang tradisional.

Sumber

Berita berikutnya

Penjualan Beras Kupang Emas Tembus 128 Ton

Penjualan beras lokal Kupang Emas yang diproduksi CV SPM dilaporkan mencapai sekitar 128 ton dalam beberapa bulan terakhir, melampaui target awal 60–8…

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.