NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Inflasi NTT Desember 2025 2,39 Persen, Tekanan Harga Pangan Dominan

BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat inflasi tahunan NTT pada Desember 2025 sebesar 2,39 persen, inflasi bulanan 0,81 persen, dan inflasi tahun kalender 2,39 persen, dengan tekanan harga terbesar berasal dari komoditas pangan…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) di NTT pada Desember 2025 sebesar 2,39 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,94 berdasarkan hasil pemantauan di lima kabupaten/kota.

Pada bulan yang sama, inflasi bulanan atau month to month (mtm) mencapai 0,81 persen, sementara inflasi year to date (ytd) juga tercatat 2,39 persen.

Menurut BPS, inflasi tahunan Desember 2025 sedikit lebih rendah dibanding November 2025 yang sebesar 2,40 persen, sejalan dengan kenaikan IHK dari 106,40 pada Desember 2024 menjadi 108,94 pada Desember 2025.

Data utama yang disampaikan BPS dan dirangkum berbagai laporan media ekonomi dan pembangunan daerah adalah sebagai berikut:

  • Inflasi tahunan (yoy) dan inflasi tahun kalender (ytd) Desember 2025: 2,39 persen.
  • Inflasi bulanan (mtm) Desember 2025: 0,81 persen.
  • IHK NTT Desember 2025: 108,94, naik dari 106,40 pada Desember 2024.
  • Inflasi tahunan tertinggi menurut daerah pemantauan: Waingapu, 3,09 persen.
  • Inflasi tahunan terendah menurut daerah pemantauan: Maumere, 0,38 persen.

Perkembangan harga menurut kelompok pengeluaran

Rilis resmi BPS Provinsi NTT yang diberitakan sejumlah media menyebutkan bahwa kenaikan harga terjadi pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran dalam keranjang IHK.

Kenaikan tertinggi berdasarkan persentase perubahan kelompok terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni sekitar 16,6 persen sepanjang 2025.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sekitar 2,8 persen, sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik sekitar 2,35 persen.

Kelompok lainnya yang juga mencatat kenaikan indeks harga sepanjang 2025 antara lain kesehatan, pendidikan, transportasi, rekreasi, olahraga dan budaya, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

Laporan BPS yang dikutip media menjelaskan bahwa tekanan harga pada akhir tahun terutama didorong kenaikan harga komoditas pangan strategis, terutama bawang merah dan tomat, yang memberi andil terbesar terhadap inflasi Desember.

Pada sisi spasial, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, sebesar 3,09 persen dengan IHK 109,93, sedangkan inflasi terendah tercatat di Maumere sebesar 0,38 persen dengan IHK 109,62.

Implikasi bagi pengendalian harga 2026

Angka inflasi tahunan 2,39 persen menunjukkan bahwa kenaikan harga di NTT sepanjang 2025 masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional dan target daerah yang berkisar 2,5–3,5 persen plus minus 1 persen.

Laporan kinerja pemerintah provinsi menyebut realisasi inflasi 2025 sebesar 2,39 persen sebagai kondisi yang masih terkendali, karena inflasi yoy dan ytd sama-sama 2,39 persen dan inflasi bulanan Desember 0,81 persen berada dalam rentang sasaran.

Bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, angka-angka tersebut menjadi dasar historis untuk menilai perkembangan harga pada 2026, terutama dengan memperhatikan kelompok pangan yang berkontribusi besar terhadap inflasi akhir tahun dan perbedaan inflasi antardaerah pemantauan.

Sejumlah analis kebijakan daerah menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter serta penguatan program pengendalian inflasi, karena meski inflasi 2025 relatif rendah, tekanan harga dapat meningkat kembali pada 2026 seiring penyesuaian tarif dan dinamika harga pangan.

Data inflasi tetap perlu dibaca bersama indikator lain seperti pendapatan rumah tangga, konsumsi riil, dan kemiskinan untuk menilai daya beli masyarakat, karena inflasi hanya menggambarkan perubahan tingkat harga, bukan kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.