Jalan Rusak dan Tanpa Jembatan Hambat Akses ke Desa Leosama, Belu
Ruas jalan perkerasan sekitar 500 meter di akses masuk Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, dilaporkan rusak berat dan belum dilengkapi jembatan penghubung di alur sungai.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Atambua — Ruas jalan masuk menuju Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dalam kondisi rusak berat dan menghambat aktivitas warga menuju perkampungan maupun kantor desa.
Menurut laporan RRI Atambua, akses masuk ke perkampungan Leosama dari ruas jalan umum di bawah pintu masuk Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi Atambua hanya berupa jalan perkerasan yang dibangun beberapa tahun lalu dan kini sebagian besar rusak berat.
Kerusakan terjadi pada kurang lebih 500 meter ruas jalan sehingga menyulitkan kendaraan roda empat, sepeda motor, dan pejalan kaki yang melintas.
Permukaan jalan dilaporkan penuh lubang dengan kerikil lepas yang berhamburan di badan jalan, membuat pengguna jalan harus berhati-hati dan memperlambat laju kendaraan.
Ketiadaan jembatan penghubung
Selain kondisi jalan rusak, warga dan aparat desa Leosama mengeluhkan belum adanya jembatan penghubung di alur sungai yang harus dilalui untuk keluar masuk perkampungan.
Menurut Sekretaris Desa Leosama, Servasius Koli, warga kerap kesulitan ketika musim hujan karena harus menyeberangi sungai tanpa jembatan, sehingga aktivitas menjual hasil bumi ke Atambua maupun anak-anak pergi ke sekolah kerap terhambat.
Servasius Koli menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu telah datang ke lokasi dan melakukan kajian teknis, termasuk pengambilan sampel tanah untuk uji laboratorium.
Hasil kajian tersebut menyebutkan kontur tanah di lokasi calon jembatan berpasir sehingga dinilai belum memungkinkan untuk segera dilakukan pembangunan jembatan penghubung.
Respons pemerintah dan keterbatasan anggaran
Menurut keterangan Sekretaris Desa Leosama, pemerintah desa pernah menggunakan dana desa untuk melakukan rabat atau semenisasi pada sebagian ruas jalan.
Pekerjaan rabat jalan tersebut belum menjangkau seluruh ruas yang rusak berat, dan perbaikan lebih lanjut terkendala efisiensi anggaran desa.
Servasius Koli menyatakan bahwa upaya perbaikan jalan melalui dana desa masih terbatas, sementara pembangunan jembatan menunggu solusi teknis dan pendanaan dari pemerintah kabupaten.
Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu menunjukkan masih terdapat ruas jalan desa dengan kondisi rusak berat di wilayah kabupaten, menggambarkan tantangan pemeliharaan infrastruktur dasar di tingkat desa.
Dampak terhadap aktivitas warga
Kerusakan jalan dan ketiadaan jembatan di akses masuk Desa Leosama berdampak pada mobilitas harian warga.
Menurut laporan RRI, masyarakat kesulitan membawa hasil pertanian ke kota Atambua dan anak-anak mengalami hambatan saat berangkat ke sekolah, terutama ketika debit air sungai meningkat pada musim hujan.
Sebelumnya, RRI juga mencatat keluhan warga Dusun Korbau di Desa Leosama terkait akses jalan rusak yang memperparah kesulitan memperoleh air bersih, menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu masalah berulang di kawasan desa ini.
Desa Leosama merupakan salah satu desa di Kecamatan Kakuluk Mesak yang pernah menjadi sasaran pembukaan akses jalan baru dalam program keluar dari keterisolasian, namun sebagian ruas jalan desa masih memerlukan peningkatan kualitas agar dapat dilalui dengan aman sepanjang tahun.
Sumber
Berita berikutnya

DKP NTT Jalankan Program LAUTRA untuk UMKM Pesisir
DKP NTT menjalankan Program Lautan Sejahtera atau LAUTRA untuk UMKM pesisir. Program ini disebut sebagai kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Pe…
Baca juga



