NTT Hari Ini

Rabu, 4 November 2026

Kejari Sikka Geledah PUPR dan Setda Terkait Watergen

Kejari Sikka menggeledah kantor PUPR dan Setda Kabupaten Sikka pada 3 November 2026 terkait dugaan korupsi pengadaan Watergen Desa Samparong. Penyidik mengamankan dua box dokumen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan map dan kotak berkas tersusun rapi di rak besi lorong ruang arsip.
Ilustrasi: Deretan map dan kotak berkas tersusun rapi di rak besi lorong ruang arsip. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Maumere — Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sikka menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sikka serta Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka pada Selasa, 3 November 2026. Penggeledahan berlangsung pukul 13.00 WITA hingga 17.00 WITA.

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Watergen di Desa Samparong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, pada Tahun Anggaran 2022. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sikka, Edi Boni Mantolas.

Tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen penting dari dua lokasi. Dokumen itu dikumpulkan dalam 2 box container untuk diteliti dan diverifikasi. Penyidik akan mencocokkannya dengan keterangan saksi dan alat bukti lain dalam perkara tersebut.

Dokumen menjadi dasar pendalaman perkara Watergen

Kejaksaan Negeri Sikka menyatakan penggeledahan bertujuan mencari, mengumpulkan, dan menyita dokumen pendukung yang diperlukan untuk memperkuat pembuktian. Proses ini diarahkan untuk membuat terang dugaan tindak pidana dan menemukan tersangkanya.

Perkara ini berkaitan dengan pengadaan Watergen Desa Samparong. Hingga keterangan yang dimuat dalam laporan, belum ada informasi mengenai penetapan tersangka. Seluruh rangkaian penggeledahan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Bagi pembaca di Sikka, penggeledahan ini menempatkan penggunaan dokumen pengadaan dan proses administrasi proyek sebagai bagian penting dari pemeriksaan. Hasil penelitian dokumen akan menentukan perkembangan penyidikan berikutnya.

Kejaksaan Negeri Sikka menyatakan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tahap berikutnya adalah penelitian serta verifikasi dokumen dan barang bukti yang telah diamankan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.