NTT Hari Ini

Selasa, 22 September 2026

Kemendikdasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah Terdampak Gempa di NTT

Kemendikdasmen menyiapkan revitalisasi 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur dengan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun pada 2026, menyasar sekolah-sekolah terdampak gempa di Flores yang hingga kini banyak masih belajar di ruang…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan meja dan kursi sekolah usang berjejer di teras luar gedung sekolah.
Ilustrasi: Tumpukan meja dan kursi sekolah usang berjejer di teras luar gedung sekolah. · Foto: Pew Nguyen / Pexels

Ende — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan program revitalisasi terhadap 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026 dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun, sebagai bagian pemulihan layanan pendidikan pascagempa Flores pada September 2026. Program ini dipaparkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam rapat bersama Komisi X DPR pada 21 September 2026 di Jakarta, serta ditegaskan dalam berbagai pernyataan resmi Kemendikdasmen.

Mengapa ini penting: Ribuan sekolah di Flores masih belajar di ruang darurat sehingga revitalisasi 1.487 sekolah dengan anggaran Rp1,2 triliun akan menentukan pemulihan proses belajar mengajar di wilayah terdampak gempa.

Pemulihan pendidikan difokuskan pada tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Menurut pemantauan Kemendikdasmen hingga 10 September 2026, terdapat 2.447 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA, SMK, dan SLB yang dilaporkan terdampak gempa bermagnitudo 7,7, dengan 1.960 satuan pendidikan masih melaksanakan pembelajaran dalam moda darurat dan 487 satuan pendidikan telah kembali belajar secara normal di ruang kelas.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menjelaskan, pada 2026 sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT menjadi sasaran revitalisasi dengan total alokasi anggaran Rp1.208.684.805.539 atau lebih dari Rp1,2 triliun. Anggaran ini diarahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang rusak, pembangunan ruang kelas baru, serta peningkatan kualitas fasilitas belajar agar layanan pendidikan kembali berjalan stabil di wilayah terdampak.

Revitalisasi 1.487 sekolah tersebut merupakan kelanjutan dari bantuan tahap pertama yang sudah dijalankan Kemendikdasmen segera setelah gempa. Dalam siaran pers kementerian, hingga 3 September 2026 tercatat 1.931 satuan pendidikan telah kembali menyelenggarakan pembelajaran, sebagian besar dalam bentuk sekolah darurat dan pembelajaran jarak jauh, sementara hanya 35 satuan pendidikan yang sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka di ruang kelas permanen.

Pada tahap awal, Kemendikdasmen mendistribusikan 100 tenda kelas darurat ke sejumlah wilayah terdampak di Flores untuk memastikan proses belajar tidak terhenti. Selain tenda, kementerian menyalurkan bantuan awal sekitar Rp1,1 miliar untuk pembersihan lokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat, serta menyiapkan 3.763 unit ruang kelas darurat dan perbaikan darurat terhadap 2.294 unit toilet sekolah.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Saryadi menyebut, pembelajaran darurat di Flores dilakukan di tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas sementara. Di banyak sekolah, guru dan siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kondisi ruang terbatas, termasuk memanfaatkan tenda pengungsian yang dialihfungsikan menjadi ruang kelas darurat.

InfoPublik melaporkan, meski ribuan sekolah belum dapat kembali ke ruang kelas permanen, layanan pendidikan tetap berjalan di seluruh wilayah terdampak. Pemerintah pusat menekankan bahwa revitalisasi fisik sekolah akan diselaraskan dengan pendampingan psikososial bagi murid dan guru, asesmen kelayakan bangunan, serta perbaikan sanitasi untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan sehat.

Kemendikdasmen menyatakan komitmen untuk mempercepat proses revitalisasi di Flores. Tahap berikutnya adalah penyaluran anggaran revitalisasi ke satuan pendidikan sasaran setelah seluruh pagu masuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Pemerintah menargetkan agar secara bertahap sekolah-sekolah yang kini masih menggunakan ruang darurat dapat kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di ruang kelas yang memenuhi standar keamanan.

Dalam rapat dengan Komisi X DPR, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi di NTT menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat sarana pendidikan di daerah bencana dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Pemerintah berharap perbaikan fasilitas dan ruang kelas baru di Flores dapat memulihkan proses belajar mengajar sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.