NTT Hari Ini

Jumat, 6 November 2026

Lima Lembaga Provinsi NTT Sinkronkan Program pada 2–5 November

Rapat koordinasi lima lembaga Provinsi NTT berlangsung pada 2–5 November 2026 di Kupang untuk menyelaraskan program keluarga, kesehatan, pendidikan, literasi, dan ekonomi masyarakat.

Oleh

· 2 menit baca

Kota Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membuka Rapat Koordinasi Daerah Lima Lembaga Provinsi NTT pada 2 November 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kota Kupang. Rapat ini mempertemukan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, Dekranasda, Pokja Bunda PAUD, dan Pokja Bunda Literasi.

Mengapa ini penting: Hasil rapat menjadi dasar penyelarasan program lima lembaga provinsi yang melayani keluarga dan masyarakat NTT melalui agenda hingga 5 November 2026.

Menurut Tribunnews Kupang, rangkaian rapat berlangsung hingga 5 November 2026 untuk menyelaraskan program kerja lima lembaga dengan prioritas pembangunan provinsi. Kegiatan digelar secara luring dan daring.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Ia mendorong kelima lembaga menyatukan program agar pelaksanaannya lebih terarah dan memberi manfaat bagi keluarga serta masyarakat.

Rangkaian agenda dibagi berdasarkan lembaga. Pembukaan dan rapat koordinasi Dekranasda berlangsung pada 2 November, rapat TP PKK pada 3 November, dan rapat Tim Pembina Posyandu pada 4 November. Agenda Pokja Bunda PAUD dan Pokja Bunda Literasi dijadwalkan pada 5 November 2026.

Panitia merencanakan 233 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 192 peserta hadir secara langsung, sedangkan 41 peserta mengikuti rapat secara daring.

Kelompok peserta terdiri atas pengurus lembaga tingkat provinsi, perwakilan pemerintah kabupaten dan kota, perangkat daerah terkait, serta unsur lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program.

Dalam arahannya, gubernur menempatkan lima lembaga itu sebagai bagian dari upaya memperkuat keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta mengembangkan ekonomi kerajinan. Pokja Bunda Literasi juga didorong mengintegrasikan gerakan literasi dengan kegiatan keluarga dan masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Headline NTT

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.