NTT Catat Deflasi 0,40 Persen pada Agustus 2026
Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur mencatat deflasi bulanan sebesar 0,40 persen pada Agustus 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mengalami deflasi sebesar 0,40 persen secara bulanan pada Agustus 2026, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT dan laporan BPS yang dikutip Bank Indonesia.
Kepala BPS NTT Matamira Kale menyatakan NTT mengalami deflasi 0,40 persen pada Agustus 2026, dengan inflasi kumulatif Januari–Agustus 2026 sebesar 1,65 persen dan inflasi tahunan 2,59 persen.
Menurut Matamira, penurunan harga terutama terjadi pada kelompok pangan, seperti beras, cabai, dan beberapa komoditas hortikultura, yang menekan indeks harga konsumen di provinsi itu.
Deflasi provinsi dan dampak gempa Flores
Bisnis.com melaporkan, BPS pusat mencatat deflasi bulanan NTT 0,40 persen pada Agustus 2026 meski pada 15 Agustus 2026 wilayah Flores diguncang gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpotensi tsunami.
Dalam penjelasannya, BPS menerangkan bahwa angka inflasi dan deflasi tingkat provinsi merupakan hasil penghitungan dari beberapa kota dan kabupaten sampel, sehingga tidak langsung mencerminkan kondisi harga di satu wilayah tertentu, termasuk kawasan terdampak gempa.
Dengan demikian, penurunan indeks harga konsumen secara agregat di NTT dapat terjadi meskipun sebagian wilayah Flores mengalami gangguan pasokan akibat kerusakan infrastruktur pasca-gempa.
Parameter gempa Nagekeo 15 Agustus 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB dengan magnitudo M7,7.
Dalam pemutakhiran informasi di laman resmi BMKG, episentrum gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
BMKG menyebut gempa tersebut berpotensi tsunami dan menerbitkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah pesisir di NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan sebelum kemudian mengakhiri peringatan itu setelah kondisi gelombang dinilai mereda.
Distribusi logistik dan jalur laut
Pemerintah pusat mengerahkan bantuan kemanusiaan dan logistik ke wilayah-wilayah terdampak gempa di NTT melalui jalur laut dan udara.
Menurut Kementerian Perhubungan, dukungan transportasi laut diprioritaskan untuk pengangkutan logistik kebutuhan dasar, peralatan penanganan bencana, tenaga medis, relawan, serta personel yang terlibat dalam tanggap darurat.
Penyesuaian pola operasi kapal dan pemeriksaan fasilitas pelabuhan dilakukan untuk memastikan konektivitas dan keselamatan layanan tetap terjaga di tengah kerusakan sebagian infrastruktur darat.
Angka inflasi nasional dan konteks NTT
Bank Indonesia dalam indikator inflasi dan siaran persnya mencatat Indeks Harga Konsumen nasional pada Agustus 2026 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan 3,19 persen.
Angka 3,19 persen tersebut merujuk inflasi year-on-year nasional, bukan deflasi bulanan NTT.
Perbedaan basis pengukuran ini membuat angka inflasi nasional tidak dapat dibandingkan langsung dengan deflasi bulanan NTT 0,40 persen, tetapi tetap menjadi konteks bahwa inflasi Indonesia secara keseluruhan masih berada dalam sasaran 2,5 persen ± 1 persen.
Dampak harga di wilayah terdampak
BPS menekankan bahwa angka deflasi provinsi tidak otomatis berarti seluruh rumah tangga di Flores mengalami penurunan beban biaya hidup.
Kondisi harga di titik-titik terdampak gempa, ketersediaan barang, serta kemampuan belanja warga sangat bergantung pada situasi lokal dan dapat berbeda dari rata-rata provinsi.
Data lebih rinci per kabupaten dan kota dibutuhkan untuk menilai perubahan harga dan daya beli rumah tangga di Nagekeo dan wilayah Flores lainnya pascabencana.
Sumber
Berita berikutnya

Bandara Komodo Tetap Beroperasi, Taxiway Retak Pascagempa 7,7
Bandara Komodo di Labuan Bajo tetap melayani penerbangan setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Baca juga



