Pascagempa, Kantor Bupati Manggarai Pindah Sementara ke Stadion Golo Dukal
Pemerintah Kabupaten Manggarai memindahkan aktivitas Kantor Bupati ke Stadion Golo Dukal-Leda, Ruteng, sebagai kantor sementara pascagempa bumi.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Ruteng — Pemerintah Kabupaten Manggarai memindahkan aktivitas Kantor Bupati ke Stadion Golo Dukal-Leda, Ruteng, sebagai kantor sementara pascagempa bumi yang merusak sejumlah gedung perkantoran pemerintah.
Menurut pemberitaan Headline.co.id, rapat staf lengkap perdana pascabencana digelar di Stadion Golo Dukal-Leda pada Selasa, 8 September 2026, dipimpin Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit bersama Wakil Bupati Fabianus Abu dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Lambertus Paput. Rapat diikuti para staf ahli bupati, asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
Media lain, FokusNTT.com, menulis bahwa seluruh aktivitas Kantor Bupati Manggarai dipindahkan sementara ke Stadion Golo Dukal sejak 8 September 2026 untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan selama proses renovasi Kantor Bupati di pusat Kota Ruteng. Stadion Golo Dukal-Leda dimanfaatkan sebagai pusat kendali dan ruang kerja sementara bagi Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan jajaran Sekretariat Daerah.
Langkah strategis pemulihan pascabencana
Headline.co.id melaporkan, dalam pengarahannya Bupati Herybertus menegaskan tiga fokus utama pemerintah daerah: mengembalikan stabilitas kehidupan masyarakat, memperbaiki sarana publik yang rusak, dan memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan optimal. Arahan itu menjadi pijakan awal konsolidasi internal untuk memasuki fase pemulihan yang lebih terukur.
InfoPublik dan Headline.co.id menyebut rapat staf lengkap tersebut sebagai momentum untuk menyusun langkah strategis pemulihan pascagempa, sekaligus memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan meski sejumlah fasilitas perkantoran terdampak. Seluruh pimpinan perangkat daerah diminta melakukan pemetaan kebutuhan secara rinci sesuai sektor masing-masing untuk menjadi dasar kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam rapat yang sama, menurut laporan Media Indonesia dan FokusNTT.com, rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak dibahas bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Manggarai memaparkan kebutuhan hunian berdasarkan data kerusakan rumah yang telah diverifikasi.
Kantor sementara di stadion dan keberlangsungan layanan
Pemanfaatan Stadion Golo Dukal-Leda sebagai kantor sementara Bupati Manggarai diposisikan sebagai solusi taktis untuk menjaga koordinasi pemerintahan dan akses layanan dasar di tengah kerusakan fasilitas perkantoran akibat gempa. Dari stadion tersebut, pemerintah daerah melanjutkan rapat-rapat evaluasi tanggap darurat, masa transisi, dan pemulihan, termasuk koordinasi pemulihan akses jalan, penataan posko pengungsian, dan pemulihan layanan kesehatan.
Detikcom menulis bahwa Bupati dan jajaran Sekretariat Daerah memanfaatkan wisma atlet di kompleks Stadion Golo Dukal sebagai ruang kerja, sementara ruangan lain di stadion digunakan untuk Sekretaris Daerah dan staf. Langkah ini diambil setelah kerusakan pada gedung Kantor Bupati dinilai mengganggu keselamatan dan kenyamanan kerja.
Sejumlah pemberitaan daerah menyebut bahwa meski kantor dipindahkan, pelayanan publik di Manggarai diupayakan tetap berjalan dengan penyesuaian lokasi dan jadwal, seiring proses pemeriksaan dan perbaikan fasilitas yang terdampak. Pemerintah provinsi dan kabupaten melakukan pemantauan terhadap fasilitas layanan publik di Flores, termasuk Manggarai, untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
Konteks gempa dan masa transisi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya mengakibatkan kerusakan rumah warga dan fasilitas publik di sejumlah kecamatan di Manggarai. Pemerintah kabupaten bersama BNPB menetapkan masa tanggap darurat dan kemudian masa transisi selama dua pekan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat secara bertahap menuju normal.
Dalam masa transisi, menurut laporan Katantt.com dan FokusNTT.com, pemerintah mengarahkan perhatian pada penataan posko pengungsian, pemulihan layanan kesehatan, penyisiran desa oleh tenaga kesehatan, serta pembentukan satu data kerusakan dan distribusi bantuan yang valid. Aparat pengawas internal pemerintah dilibatkan untuk mengawal pengelolaan anggaran dan bantuan agar tepat sasaran.
Penetapan Stadion Golo Dukal-Leda sebagai kantor sementara berada dalam kerangka kebijakan yang menempatkan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik sebagai prioritas, sementara perbaikan sarana pemerintahan dan hunian warga dilakukan bertahap berdasarkan hasil verifikasi kerusakan.
Sumber
Berita berikutnya
Kebakaran Lahan Dekat Bandara Frans Seda Maumere Padam dalam Satu Jam
Kebakaran melanda hamparan vegetasi kering di pesisir dekat Bandara Frans Seda Maumere, Selasa siang, 8 September 2026.
Baca juga


