Pelabuhan Penyeberangan Kalabahi Alor Diperkuat Sejak 2018–2020
Pembangunan terminal penumpang dan pelabuhan penyeberangan Kalabahi di Kabupaten Alor berlangsung hingga 2020 dengan dukungan Kementerian Perhubungan.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kalabahi — Pemerintah Kabupaten Alor menyatakan pembangunan terminal penumpang dan pelabuhan penyeberangan Kalabahi oleh Kementerian Perhubungan sebagai langkah penting untuk memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah tersebut. Pembangunan fasilitas ini berlangsung dalam rentang 2018–2020, dan pada November 2020 pelabuhan tercatat sudah memiliki aktivitas penerimaan jasa kepelabuhanan.
Kabupaten Alor dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan bagian laut yang jauh lebih luas dibanding daratan. Dokumen ringkasan eksekutif tentang Alor menyebut luas wilayah keseluruhan sekitar 13.638,26 kilometer persegi, dengan luas daratan 2.864,64 kilometer persegi dan wilayah laut 10.773,62 kilometer persegi. Gambaran umum wilayah yang dikutip dalam kajian akademik lain juga menyajikan angka luas daratan 2.864,64 kilometer persegi, luas perairan 10.773,62 kilometer persegi, dan panjang garis pantai sekitar 287,1 kilometer.
Pemerintah daerah menilai pembangunan dermaga penyeberangan dan dukungan fasilitas untuk kapal besar sulit dibiayai hanya melalui anggaran kabupaten. Karena itu, perhatian pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dipandang penting untuk menjamin mobilitas masyarakat antarpulau dan akses ke kawasan perbatasan.
Peran Kementerian Perhubungan
Pelabuhan penyeberangan Kalabahi dikelola oleh unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, sejalan dengan statusnya sebagai simpul penyeberangan di Kabupaten Alor. Pelabuhan ini melayani angkutan penyeberangan yang menghubungkan Kalabahi dengan pulau-pulau di sekitarnya dan menjadi bagian dari jaringan transportasi laut di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Laporan tahunan tentang kegiatan pelabuhan penyeberangan pada 2020 mencatat bahwa Pelabuhan Penyeberangan Kalabahi telah melakukan penerimaan jasa kepelabuhanan, antara lain jasa tanda masuk, pemeliharaan dermaga, sandar kapal, serta layanan kalibrasi alat uji kendaraan bermotor, dengan nilai penerimaan tertinggi pada November 2020. Data tersebut menunjukkan bahwa pada akhir 2020 pelabuhan sudah berada dalam tahap operasional untuk layanan dasar kepelabuhanan.
Pembangunan terminal penumpang dan fasilitas pendukung di pelabuhan ini menjadi bagian dari program Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan di wilayah timur Indonesia. Bagi Alor, penguatan pelabuhan penyeberangan Kalabahi sejalan dengan karakter wilayahnya sebagai kabupaten kepulauan dan dekat dengan perairan yang berbatasan dengan Timor-Leste.
Kondisi wilayah dan kebutuhan konektivitas
Berbagai kajian tentang Alor menggambarkan kabupaten ini sebagai wilayah kepulauan dengan lebih dari sepuluh pulau, sebagian di antaranya berpenghuni. Jarak antarpulau dan kondisi topografi yang didominasi pegunungan menyebabkan transportasi laut dan penyeberangan menjadi sarana utama pergerakan orang dan barang.
Dalam konteks itu, terminal penumpang dan pelabuhan penyeberangan Kalabahi berperan sebagai pusat layanan transportasi laut yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan pulau-pulau di sekitarnya. Pemerintah daerah dan aparat setempat menempatkan penguatan pelabuhan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat ke layanan pendidikan, kesehatan, dan pasar di kawasan yang lebih luas.
Namun, bahan yang tersedia tidak memuat rincian teknis terkini mengenai kapasitas terminal, jumlah penumpang yang dapat dilayani per hari, maupun jumlah dan frekuensi rute penyeberangan yang beroperasi dari Kalabahi pada 2026. Informasi mengenai penyesuaian teknis kapal penyeberangan terhadap fasilitas gang way di terminal juga belum dijelaskan dalam dokumen-dokumen yang dapat diakses.
Pelabuhan penyeberangan dalam angka
Data statistik daerah terbaru mencatat luas wilayah Kabupaten Alor sebesar 2.928,88 kilometer persegi. Perbedaan angka luas daratan ini dengan sejumlah dokumen sebelumnya yang menyebut 2.864,64 kilometer persegi menunjukkan adanya pembaruan perhitungan atau perbedaan metode pengukuran.
Sementara itu, kajian geospasial mengenai kabupaten/kota di Indonesia memberi gambaran bahwa Alor termasuk dalam kategori wilayah kepulauan dengan selisih luas laut dan daratan yang signifikan. Kombinasi luas laut yang besar dan sebaran pulau-pulau kecil membuat pelabuhan penyeberangan Kalabahi menjadi infrastruktur strategis untuk menjaga keterhubungan antarpulau dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Sumber
Berita berikutnya

Satlantas Polres Alor Anjangsana ke Dua Purnawirawan Jelang HUT Lantas
Satlantas Polres Alor mengunjungi dua purnawirawan Polri di Alor pada Rabu, 16 September 2026, sebagai bagian rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bha…
Baca juga


