Pelindo Kupang Jamin Operasional Tenau Optimal Saat Cuaca Ekstrem
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau Terminal Petikemas Pelabuhan Tenau Kupang pada 10 Januari 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau Terminal Petikemas Pelabuhan Tenau Kupang pada Sabtu, 10 Januari 2026. Dalam kunjungan itu, pemerintah provinsi dan PT Pelindo Cabang Kupang menegaskan komitmen menjaga kelancaran logistik dan stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah cuaca ekstrem di perairan NTT.
Menurut siaran resmi Pemerintah Provinsi NTT, kunjungan dilakukan pada pagi hari dan difokuskan pada pengecekan aktivitas bongkar muat peti kemas serta arus barang yang keluar masuk melalui Pelabuhan Tenau Kupang. Gubernur Melki menyebut pelabuhan tersebut sebagai salah satu pintu utama distribusi barang ke berbagai kabupaten dan kota di NTT.
Dalam pertemuan dengan pemangku kepentingan di area terminal, Gubernur berdiskusi mengenai kendala operasional akibat cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap pasokan barang serta harga di tingkat konsumen. Ia meminta pelaku usaha, termasuk pemilik dan pengelola barang, tidak menaikkan harga secara sepihak selama proses penyesuaian operasional berlangsung.
Melki menegaskan perlunya menjaga pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting agar inflasi tetap terkendali. Menurut pemerintah provinsi, koordinasi dengan Pelindo dan sejumlah instansi vertikal menjadi bagian dari upaya mengendalikan inflasi di daerah.
Pelindo Pastikan Operasional Tetap Optimal
General Manager PT Pelindo Cabang Kupang Andhik Wahyu Kristianto menyampaikan bahwa operasional Pelabuhan Tenau berjalan optimal untuk menjamin kelancaran pasokan barang ke seluruh wilayah NTT. Ia menegaskan layanan bongkar muat di terminal petikemas tetap diupayakan agar kapal-kapal pengangkut logistik dapat dilayani meski cuaca di laut tidak selalu bersahabat.
Dalam pernyataannya, Andhik menyebut Pelindo tengah melakukan langkah perbaikan dan perawatan terhadap peralatan bongkar muat yang berpengaruh langsung pada kelancaran arus barang dan inflasi, termasuk Rubber Tyred Gantry (RTG) di Pelabuhan Tenau Kupang. Pemerintah provinsi dan Pelindo juga menjajaki pengadaan RTG baru sebagai dukungan jangka panjang bagi kegiatan bongkar muat di terminal petikemas.
Rapat koordinasi perekonomian daerah yang digelar pada 13 Januari 2026 di Kupang kemudian menegaskan kembali beberapa kesepakatan terkait peran Pelindo. Pemerintah mendorong Pelindo Cabang Kupang segera menyelesaikan perbaikan RTG dan mengupayakan pengadaan peralatan baru, sementara pemilik barang diminta tidak menaikkan harga selama proses perbaikan berlangsung.
Sinergi di Tengah Cuaca Ekstrem
Peninjauan Gubernur ke Pelabuhan Tenau berlangsung di tengah periode cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sejumlah perairan NTT yang berdampak pada pelayaran antarpulau. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kupang dan BMKG Maritim Tenau mengeluarkan imbauan dan peringatan dini terkait tinggi gelombang yang memaksa penyesuaian jadwal kapal di beberapa lintasan.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara Pelindo, perusahaan pelayaran, dan pelaku usaha untuk menjaga distribusi logistik. Perwakilan perusahaan pelayaran Meratus, Temas, dan Suntraco turut hadir dalam peninjauan di Pelabuhan Tenau dan berdiskusi mengenai pengaturan jadwal kedatangan kapal serta percepatan bongkar muat.
Pelabuhan Tenau Kupang menjadi salah satu simpul utama arus barang ke NTT. Pemerintah provinsi menilai kelancaran operasional di pelabuhan ini berpengaruh langsung terhadap distribusi kebutuhan pokok, biaya logistik, dan tingkat inflasi di daerah.
Sumber
Berita berikutnya

Bea Cukai dan Polda NTT Sita 11 Juta Batang Rokok Ilegal di Perbatasan
Bea Cukai Atambua dan Polda NTT membongkar jaringan penyelundupan sekitar 11 juta batang rokok ilegal di perbatasan Indonesia–Timor Leste sejak Desemb…
Baca juga


