NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pembayaran Nontunai Mulai Berlaku di Labuan Bajo dan TN Komodo

Bank Indonesia NTT dan Balai Taman Nasional Komodo menerapkan pembayaran nontunai di Labuan Bajo melalui QRIS dan aplikasi SiOra.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo Harbour by isabell Schulz.
Foto arsip: Labuan Bajo Harbour by isabell Schulz. · Foto: Isabell Schulz / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0

Labuan Bajo — Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur bersama Bank NTT dan otoritas terkait telah memulai penerapan pembayaran nontunai untuk retribusi pasar dan layanan wisata di Labuan Bajo serta kawasan Taman Nasional Komodo sejak 2022, dan digitalisasi tiket masuk taman nasional kini dilaksanakan melalui aplikasi SiOra yang mewajibkan pembayaran tanpa uang tunai.

Pada 10 Mei 2022, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Aidah S. Budiman meluncurkan pembayaran nontunai berbasis QRIS untuk retribusi pasar dan parkir di kawasan waterfront city Labuan Bajo, yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Bank NTT menurut laporan media regional NTT.

Dalam peluncuran itu, Aidah juga meresmikan sejumlah layanan pembayaran digital lain, antara lain untuk persewaan sepeda listrik, Pasar Batu Cermin, komunitas penyewaan kapal, serta pedagang dan retribusi di Pulau Komodo. Langkah ini menandai perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada ekosistem wisata Labuan Bajo.

Digitalisasi tiket Taman Nasional Komodo

Di sisi lain, Balai Taman Nasional Komodo di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan aplikasi SiOra sebagai platform reservasi tiket elektronik dan perizinan wisata di kawasan taman nasional. SiOra dirancang untuk melayani proses pemesanan tiket secara daring sekaligus interpretasi digital bagi pengunjung.

Siaran pers Kementerian Kehutanan menyebut peluncuran SiOra sejalan dengan Memorandum Dirjen KSDAE No. M.2/KSA.3/1/2025 yang mewajibkan seluruh unit pelaksana teknis konservasi menerapkan sistem pembayaran nontunai. Aplikasi ini memfasilitasi pembayaran melalui virtual account BRIVA milik BRI, transfer bank, dan dompet digital seperti DANA, Flip, dan ShopeePay.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo Hendrikus Rani Siga menjelaskan dalam sosialisasi pada 16 Januari 2025 bahwa pembelian tiket ke Taman Nasional Komodo dilakukan melalui SiOra dan pembayaran ditransfer ke rekening BRI yang ditampilkan dalam sistem. Pembayaran kemudian disalurkan ke kas negara sesuai mekanisme penerimaan negara.

Menurut pemberitaan yang sama, penggunaan aplikasi SiOra ditargetkan menjadi kewajiban bagi seluruh pengunjung mulai akhir Januari 2025, dengan tiket elektronik berbentuk kode QR yang dipindai petugas saat wisatawan tiba di lokasi.

Pembayaran nontunai dan QRIS di destinasi wisata

Bank Indonesia menyatakan bahwa QRIS telah digunakan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di destinasi wisata. QRIS memungkinkan pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan dan dompet digital tanpa biaya tambahan bagi konsumen.

Panduan tidak resmi untuk pengguna SiOra menyebut bahwa aplikasi mendukung pembayaran melalui virtual account bank-bank besar di Indonesia serta QRIS, sehingga wisatawan dapat membayar tiket menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang terhubung ke QRIS.

Beragam panduan wisata tentang pemesanan tiket Taman Nasional Komodo di 2025–2026 juga menyebut metode pembayaran nontunai yang serupa, yaitu virtual account BRI dan dompet digital lokal, dengan e-tiket berbentuk kode QR yang ditunjukkan di pintu masuk taman nasional.

Konteks bagi wisatawan dan pelaku usaha

Penerapan pembayaran nontunai di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem transaksi digital di destinasi wisata, mengurangi penggunaan uang tunai, serta meningkatkan akurasi pencatatan penerimaan negara dan daerah.

Bagi wisatawan, penggunaan SiOra dan QRIS berarti sebagian besar transaksi tiket dilakukan sebelum keberangkatan, dengan bukti pembayaran berupa e-tiket atau kode QR yang dipindai petugas di titik masuk. Wisatawan perlu memastikan akses internet dan ketersediaan aplikasi perbankan atau dompet digital yang mendukung metode pembayaran tersebut.

Bagi pedagang dan pelaku usaha wisata di Labuan Bajo, integrasi QRIS di pasar, layanan parkir, serta penyewaan sepeda dan kapal membuka akses ke pembayaran digital dari berbagai aplikasi konsumen, dengan pengelolaan transaksi melalui bank yang bekerja sama. Otoritas moneter dan pengelola kawasan menargetkan ekosistem pembayaran yang lebih tertib dan terdokumentasi.

Dengan demikian, rencana elektronifikasi retribusi pasar dan tiket wisata Taman Nasional Komodo yang disampaikan beberapa tahun lalu telah bertransformasi menjadi penerapan sistem pembayaran nontunai berbasis aplikasi SiOra dan QRIS yang kini wajib digunakan di sebagian besar titik layanan resmi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.