NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemkab Sumba Timur Siapkan Pompa Hadapi Kekeringan

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyiapkan bantuan pompa air dan perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga tanaman padi di tengah peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG pada 11–20 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Waingapu — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyiapkan bantuan pompa air dan perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga tanaman padi yang telah ditanam petani di sejumlah wilayah, menyusul peringatan dini kekeringan meteorologis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 11–20 September 2026.

Langkah mitigasi ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nico Pandarangga, dalam kegiatan di Waingapu pada Senin, 14 September 2026 dan diberitakan RRI dua hari kemudian.

Menurut Nico, pemerintah daerah melakukan intervensi lebih awal atas arahan bupati dan wakil bupati untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap lahan pertanian, terutama di wilayah yang mulai mengalami keterbatasan sumber air.

Ia menjelaskan salah satu bentuk intervensi adalah bantuan pompa air yang bersumber dari pemerintah pusat.

Pompa dan jaringan irigasi

Dalam laporan RRI, Nico menyebut pemerintah daerah mengupayakan pembangunan dan pemanfaatan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Upaya lain yang ditempuh adalah perbaikan jaringan irigasi tersier sebagai solusi jangka pendek agar tanaman padi tetap memperoleh pasokan air meskipun ketersediaannya terbatas selama musim kemarau.

Langkah-langkah ini ditujukan untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah ditanam petani di beberapa wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Pemerintah daerah belum memerinci desa atau kecamatan yang paling terdampak, luas sawah yang membutuhkan bantuan, maupun jumlah pompa yang tersedia.

Imbauan penghematan air

Nico mengimbau petani menggunakan air seefisien mungkin dan mengatur pembagian air secara bersama-sama.

Kelompok tani diminta terlibat aktif dalam mengatur distribusi air ke setiap lahan sehingga ketersediaan air yang terbatas dimanfaatkan secara merata dan tidak hanya terkonsentrasi pada sebagian lahan pertanian.

Pemerintah desa dan kecamatan diharapkan membantu kelompok tani menyelesaikan persoalan distribusi air dan menjaga pasokan air ke tanaman hingga masa panen.

Peringatan BMKG

BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah Indonesia pada Dasarian II September 2026, yakni periode 11–20 September 2026.

Dalam sejumlah publikasi, BMKG menyebut sekitar 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau pada periode tersebut.

Peringatan dini ini menempatkan Nusa Tenggara Timur, termasuk Sumba Timur, sebagai bagian dari provinsi yang berpotensi mengalami kekeringan dengan kategori kewaspadaan tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat di daerah yang terdampak untuk menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, serta memperhatikan kondisi lingkungan selama periode kering.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.