Pemkab Sumba Timur Siapkan Pompa Hadapi Kekeringan
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyiapkan bantuan pompa air dan perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga tanaman padi di tengah peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG pada 11–20 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Waingapu — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyiapkan bantuan pompa air dan perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga tanaman padi yang telah ditanam petani di sejumlah wilayah, menyusul peringatan dini kekeringan meteorologis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 11–20 September 2026.
Langkah mitigasi ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nico Pandarangga, dalam kegiatan di Waingapu pada Senin, 14 September 2026 dan diberitakan RRI dua hari kemudian.
Menurut Nico, pemerintah daerah melakukan intervensi lebih awal atas arahan bupati dan wakil bupati untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap lahan pertanian, terutama di wilayah yang mulai mengalami keterbatasan sumber air.
Ia menjelaskan salah satu bentuk intervensi adalah bantuan pompa air yang bersumber dari pemerintah pusat.
Pompa dan jaringan irigasi
Dalam laporan RRI, Nico menyebut pemerintah daerah mengupayakan pembangunan dan pemanfaatan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Upaya lain yang ditempuh adalah perbaikan jaringan irigasi tersier sebagai solusi jangka pendek agar tanaman padi tetap memperoleh pasokan air meskipun ketersediaannya terbatas selama musim kemarau.
Langkah-langkah ini ditujukan untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah ditanam petani di beberapa wilayah Kabupaten Sumba Timur.
Pemerintah daerah belum memerinci desa atau kecamatan yang paling terdampak, luas sawah yang membutuhkan bantuan, maupun jumlah pompa yang tersedia.
Imbauan penghematan air
Nico mengimbau petani menggunakan air seefisien mungkin dan mengatur pembagian air secara bersama-sama.
Kelompok tani diminta terlibat aktif dalam mengatur distribusi air ke setiap lahan sehingga ketersediaan air yang terbatas dimanfaatkan secara merata dan tidak hanya terkonsentrasi pada sebagian lahan pertanian.
Pemerintah desa dan kecamatan diharapkan membantu kelompok tani menyelesaikan persoalan distribusi air dan menjaga pasokan air ke tanaman hingga masa panen.
Peringatan BMKG
BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah Indonesia pada Dasarian II September 2026, yakni periode 11–20 September 2026.
Dalam sejumlah publikasi, BMKG menyebut sekitar 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau pada periode tersebut.
Peringatan dini ini menempatkan Nusa Tenggara Timur, termasuk Sumba Timur, sebagai bagian dari provinsi yang berpotensi mengalami kekeringan dengan kategori kewaspadaan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat di daerah yang terdampak untuk menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, serta memperhatikan kondisi lingkungan selama periode kering.
Sumber
Berita berikutnya
Pemprov NTT Arahkan Perubahan APBD 2026 untuk Pemulihan Flores
Pemerintah Provinsi NTT mengarahkan Rancangan Perubahan APBD 2026 untuk mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak gempa Flores.
Baca juga


