Pemkot Kupang Ajukan Target PAD 2026 Naik Jadi Rp332,965 Miliar
Pemkot Kupang mengajukan kenaikan target PAD 2026 menjadi Rp332,965 miliar dalam rancangan Perubahan APBD. Wali Kota Christian Widodo menyebut penguatan penerimaan akan ditempuh tanpa menambah beban warga dan pelaku usaha.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Kota Kupang mengajukan rancangan Perubahan APBD 2026 yang menaikkan target pendapatan daerah menjadi Rp1,298 triliun dan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi Rp332,965 miliar. Dalam penjelasan di DPRD, Wali Kota Christian Widodo menyebut kenaikan PAD ditempuh lewat penguatan sumber penerimaan tanpa menambah beban warga dan pelaku usaha.
Dalam sidang paripurna DPRD Kota Kupang pada 10 September 2026, Sekretaris Daerah Jeffry Pelt mewakili wali kota menyampaikan bahwa pendapatan daerah sebelum perubahan ditetapkan Rp1,286 triliun, lalu naik Rp12,095 miliar atau 0,94 persen menjadi Rp1,298 triliun. Pada pos PAD, target naik dari Rp328,999 miliar menjadi Rp332,965 miliar.
Dokumen dan laporan rapat itu juga menyebut belanja daerah dalam rancangan perubahan bertambah Rp23,154 miliar atau 1,73 persen menjadi Rp1,364 triliun. Kenaikan belanja diarahkan antara lain ke pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Target PAD dan arah kebijakan
Pemkot Kupang menyebut strategi peningkatan PAD akan ditempuh melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Dalam penjelasan di DPRD, pemerintah juga mengaitkan perubahan anggaran dengan evaluasi pelaksanaan APBD semester pertama, pergeseran alokasi, pemanfaatan SiLPA, dan perubahan potensi pendapatan daerah.
Di sisi lain, pemerintah kota menegaskan bahwa penguatan fiskal tetap harus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, sumber penerimaan baru disebut akan dioptimalkan melalui pengelolaan yang lebih luas, bukan lewat penambahan beban pajak dan retribusi yang menekan warga.
Rancangan perubahan APBD 2026 memperlihatkan kenaikan belanja modal, termasuk untuk jalan, jaringan, dan irigasi. Alokasi pendidikan dan kebudayaan serta kesehatan juga tetap menjadi bagian besar dari belanja daerah.
Realisasi sementara
Dalam laporan yang sama, pemerintah mencatat realisasi pendapatan daerah hingga awal September 2026 telah mencapai lebih dari separuh target awal. Realisasi PAD juga sudah berjalan di atas separuh dari target APBD murni 2026.
Data itu menjadi dasar pembahasan apakah target baru dalam perubahan anggaran dapat dikejar pada sisa tahun berjalan. Pemerintah dan DPRD masih melanjutkan pembahasan rancangan perubahan KUA dan PPAS sebelum penetapan perubahan APBD 2026.
Christian sebelumnya juga menegaskan bahwa produktivitas belanja akan dijaga melalui skala prioritas dan urgensi program. Menurut dia, perubahan anggaran harus memperkuat layanan publik, menjaga transparansi, dan memastikan program pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur berjalan akuntabel.
Sumber
Berita berikutnya

Penggantian Jembatan Oesapa Dimulai, Tiga Komponen Utama Dikerjakan 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT mulai melaksanakan penggantian Jembatan Oesapa di Kota Kupang melalui kontrak tahun jamak 2026–2027.
Baca juga





