Penggantian Jembatan Oesapa Dimulai, Tiga Komponen Utama Dikerjakan 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT mulai melaksanakan penggantian Jembatan Oesapa di Kota Kupang melalui kontrak tahun jamak 2026–2027.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I mulai melaksanakan penggantian Jembatan Oesapa di Kota Kupang sebagai proyek kontrak tahun jamak 2026–2027.
Menurut laporan Likurai.com, pada 2026 terdapat tiga komponen utama pekerjaan yang menjadi fokus pelaksanaan, yakni pembangunan jembatan sementara atau jembatan detour, pembongkaran rangka jembatan lama, serta pengadaan material untuk mendukung pembangunan jembatan pengganti.
Kepala Satker PJN Wilayah I Provinsi NTT, Azhari, ST., MT., menjelaskan bahwa saat ini penyedia jasa memfokuskan pekerjaan pada pembangunan jembatan sementara atau jembatan detour yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Fokus pekerjaan tahun pertama
Likurai.com memberitakan bahwa ketiga komponen tersebut menjadi fokus pekerjaan pada tahun 2026 sebelum pembangunan fisik jembatan pengganti dilaksanakan pada tahap berikutnya.
Pembangunan jembatan sementara atau jembatan detour diperlukan agar lalu lintas tetap berjalan ketika rangka jembatan lama dibongkar dan konstruksi jembatan baru dikerjakan.
Dalam pemberitaan lain, TV Berita Kota mengutip penjelasan Kepala Satuan Kerja P2JN NTT, Andria Muharami Fitra, yang menyebut pada tahap awal pekerjaan jembatan strategis di NTT, termasuk Jembatan Oesapa, difokuskan pada pembangunan jalur sementara (detour) sebelum jembatan lama dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru.
Skema tahun jamak dan jadwal pembangunan
Likurai.com sebelumnya melaporkan bahwa BPJN NTT telah menandatangani kontrak penggantian Jembatan Oesapa dengan skema kontrak tahun jamak selama dua tahun, 2026 hingga 2027.
Dalam keterangan kepada media tersebut, pejabat BPJN NTT menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek dibagi dua tahap, dengan tahap pertama selama enam bulan difokuskan pada pekerjaan persiapan, mobilisasi, pembangunan jalan pengalihan (detour), dan pekerjaan awal konstruksi jembatan dengan nilai sekitar Rp25 miliar.
Likurai.com menambahkan, untuk tahap awal pekerjaan tahun 2026 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar dan progres keseluruhan pekerjaan hingga pertengahan September 2026 mencapai sekitar 11 persen dengan deviasi positif.
Masih menurut Likurai.com, pembangunan konstruksi jembatan pengganti direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027 dan ditargetkan selesai pada Desember 2027.
Dampak bagi pengguna jalan
Pembangunan jembatan sementara atau detour di sekitar Jembatan Oesapa bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses pembongkaran jembatan lama dan pembangunan jembatan baru.
Dalam pemberitaan Sonaf NTT News mengenai persiapan pembangunan Jembatan Oesapa Besar, Azhari menjelaskan bahwa pembersihan lahan dan pembangunan jalur alternatif menjadi prioritas agar proses konstruksi tidak mengganggu aktivitas lalu lintas, serta kendaraan bertonase besar akan dialihkan melalui ruas Jalan Petuk ketika jembatan alternatif beroperasi.
Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa penggantian Jembatan Oesapa tidak hanya menyangkut pembangunan konstruksi baru, tetapi juga pengaturan lalu lintas dan akses sementara bagi masyarakat di Kota Kupang.
Sumber
- Likurai.com - Penggantian Jembatan Oesapa Mulai Dikerjakan, Tiga Komponen Utama Dikerjakan Tahun Ini
- TV Berita Kota - Kementerian PU siap realisasikan Lima Paket Jembatan Strategis di NTT
- Sonaf NTT News - Pembangunan Jembatan Oesapa Besar Segera Dimulai, Satker PJN I Fokus Bersihkan Lahan dan Bangun Jalur Alternatif
Berita berikutnya

DKP NTT Jalankan Program LAUTRA untuk UMKM Pesisir
DKP NTT menjalankan Program Lautan Sejahtera atau LAUTRA untuk UMKM pesisir. Program ini disebut sebagai kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Pe…

