NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Perputaran Uang THR Humba Festival Sumba Timur Tembus Rp1,41 Miliar

Panitia Humba Merdeka Festival 2026 di Sumba Timur melaporkan perputaran uang sekitar Rp1,410 miliar selama 34 hari Taman Hiburan Rakyat, dengan 88 UMKM terlibat dan 43.540 kunjungan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

WaingapuPerputaran uang dari aktivitas usaha di Taman Hiburan Rakyat (THR) dalam rangka Humba Merdeka Festival 2026 di Kabupaten Sumba Timur dilaporkan mencapai sekitar Rp1,410 miliar selama masa pelaksanaan. Angka itu disampaikan Ketua Panitia Humba Merdeka Festival 2026, Rambu Naha Ana Awang, dalam laporan penutupan kegiatan pada Sabtu, 5 September 2026, dan dikutip sejumlah media lokal.

Menurut laporan Sumba Terkini, perhitungan perputaran uang sebesar Rp1.410.538.000 berasal dari rekapitulasi pendapatan harian para pemilik lapak yang beroperasi di area THR selama 34 hari pelaksanaan. Pernyataan serupa dimuat Tribun NTT yang menyebut perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp1,41 miliar berdasarkan data panitia.

Panitia melaporkan sebanyak 88 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal terlibat dengan membuka lapak di arena THR. Media lokal MaxFM Waingapu merinci bahwa 88 lapak tersebut terdiri dari 32 lapak permainan ketangkasan, 20 lapak kuliner, dan 36 lapak makanan dan minuman, seluruhnya dikelola UMKM lokal.

Aktivitas ekonomi di THR berjalan seiring tingginya kunjungan masyarakat. Sumba Terkini dan Tribun NTT mencatat total 43.540 kunjungan hingga 4 September 2026 berdasarkan data panitia. Angka itu menggambarkan frekuensi kunjungan, bukan jumlah pengunjung unik, karena metode penghitungan orang yang keluar-masuk arena tidak dijelaskan dalam laporan.

Secara aritmetika, nilai perputaran uang Rp1.410.538.000 setara dengan rata-rata sekitar Rp41,5 juta per hari selama 34 hari. Jika dibagi secara rata kepada 88 pelaku UMKM, angkanya sekitar Rp16 juta per pelaku sepanjang periode. Namun, rata-rata ini hanya ilustrasi matematis dan bukan data pendapatan aktual masing-masing usaha karena tidak semua lapak memiliki omzet yang sama.

Cara penghitungan dan kontribusi PAD

Laporan Sumba Terkini dan Tribun NTT menyebut perputaran uang dihitung dari rekapitulasi pendapatan harian para pemilik lapak. Namun, kedua sumber tidak merinci format pencatatan, bukti transaksi, maupun mekanisme verifikasi pendapatan yang disetorkan oleh setiap pelaku usaha.

Tribun NTT menulis bahwa selain perputaran uang Rp1,41 miliar, potensi retribusi dan sewa lapak yang tercatat selama kegiatan mencapai sekitar Rp345,6 juta sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumba Timur. Angka ini menunjukkan bahwa THR tidak hanya menggerakkan transaksi di tingkat pelaku usaha, tetapi juga menambah ruang fiskal bagi pemerintah daerah.

Dari sudut pandang ekonomi, istilah perputaran uang yang dipakai panitia merujuk pada omzet atau nilai transaksi kotor, bukan laba bersih. Nilai tersebut tidak dapat langsung dijadikan ukuran keuntungan pelaku usaha tanpa data mengenai biaya bahan baku, sewa lapak, tenaga kerja, transportasi, dan biaya operasional lain.

Media yang memberitakan kegiatan ini juga belum menampilkan sebaran pendapatan berdasarkan jenis usaha maupun nilai tertinggi dan terendah per lapak. Tanpa rincian itu, sulit menilai kelompok usaha mana yang menikmati manfaat ekonomi terbesar dari penyelenggaraan THR.

Ruang ekspresi budaya dan partisipasi UMKM

Humba Merdeka Festival 2026 dan THR di Swembak Matawai diinisiasi oleh pelaku UMKM dengan dukungan pemerintah daerah. MaxFM Waingapu mencatat bahwa THR menghadirkan arena permainan ketangkasan, stan kuliner, serta lapak makanan dan minuman yang dioperasikan UMKM lokal. Tribun NTT menggambarkan THR dan festival ini sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus wahana ekonomi bagi masyarakat Sumba Timur.

Rangkaian kegiatan mencakup kompetisi olahraga seperti futsal dan bola voli antarsekolah, pertandingan tinju antarsasana, serta pentas seni dan budaya yang melibatkan komunitas lokal. Karnaval budaya menjadi salah satu acara utama untuk menampilkan identitas dan kekayaan budaya Sumba Timur di ruang publik.

Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya penyediaan ruang pemasaran bagi UMKM melalui event seperti THR dan pacuan kuda sebagai bagian dari strategi penguatan sumber penghidupan masyarakat. Menurut dia, kegiatan ini memberi kesempatan bagi anak muda, pelaku ekonomi kreatif, dan komunitas lokal untuk berkreasi sambil meningkatkan transaksi usaha.

Donasi untuk korban gempa Flores

Penutupan Humba Merdeka Festival 2026 dan THR pada 5 September 2026 di Waingapu dibarengi dengan pengumuman aksi solidaritas bagi korban gempa di Flores. NTT Viva melaporkan bahwa sebagian pendapatan dari pelaksanaan THR akan disisihkan sebagai donasi untuk masyarakat terdampak gempa di Flores, sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Sumba Timur dalam sambutannya.

Media tersebut belum merinci besaran dana yang akan dialokasikan maupun mekanisme penyalurannya. Namun, pernyataan resmi itu menunjukkan bahwa penyelenggaraan THR tidak hanya berorientasi pada perputaran ekonomi lokal, tetapi juga mengandung dimensi solidaritas regional.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.