NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

PLTA 1 MW Sita-Borong Mulai Beroperasi di Manggarai Timur

PLTA Sita-Borong berkapasitas 1 megawatt di Kecamatan Borong, Manggarai Timur, mulai beroperasi komersial setelah penandatanganan COD antara PLN dan PT Multi Energi Dinamika pada 31 Januari 2019 di Kupang.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sita-Borong berkapasitas 1 megawatt di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, mulai beroperasi komersial setelah penandatanganan Commercial Operation Date (COD) antara PT PLN (Persero) dan PT Multi Energi Dinamika di Kupang pada Kamis, 31 Januari 2019.

Penandatanganan COD dilakukan di kantor PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko dan Direktur Utama PT Multi Energi Dinamika Gatot Sewandhono, menurut laporan Pos Kupang dan majalah lokal Expo NTT.

PLTA Sita-Borong mempunyai dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 0,5 megawatt, sehingga kapasitas terpasang total 1 megawatt.

Pembangkit ini memanfaatkan potensi air di wilayah Borong dan dikembangkan sebagai pembangkit listrik swasta berbasiskan energi terbarukan.

Lokasi dan skema proyek

Menurut siaran pers PLN, PLTA Sita-Borong berlokasi di wilayah Golomongkok, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

PLTA ini merupakan proyek Independent Power Producer (IPP) dengan skema membangun, memiliki, mengoperasikan, dan mengalihkan (Build, Own, Operate, and Transfer/BOOT).

Siaran pers PLN menyebutkan jangka waktu kontrak jual beli tenaga listrik selama 25 tahun, sementara laporan Pos Kupang menyebut durasi 20 tahun.

Kedua sumber menyatakan nilai investasi pembangkit sekitar Rp30,36 miliar.

Dokumen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat PLTA Sita sebagai pembangkit 1 megawatt di Desa Sita, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, yang memanfaatkan potensi Sungai Wae Musur dengan total investasi sekitar Rp26,5 miliar dan ditargetkan COD pada akhir 2018.

Dampak terhadap sistem Flores dan pelanggan

Menurut Pos Kupang, PLN menyatakan beroperasinya PLTA Sita-Borong akan memperkuat sistem kelistrikan Flores dan menurunkan pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel di wilayah tersebut.

Laporan itu menyebut PLTA Sita-Borong ditargetkan mulai efektif beroperasi pada 1 Februari 2019, sehari setelah penandatanganan COD.

Pos Kupang dan kajian akademik Optika Jurnal Pendidikan Fisika mengutip pernyataan bahwa PLTA Sita dapat melayani sekitar 2.150 kepala keluarga di Manggarai Timur.

Kajian yang sama menyebutkan operasional PLTA Sita menghemat konsumsi bahan bakar minyak jenis solar untuk PLTD hingga sekitar 3.000 kiloliter per tahun dan menghemat biaya operasi sekitar Rp20 miliar per tahun.

Konteks pengembangan energi terbarukan di NTT

Siaran pers PLN pada Oktober 2018 menempatkan PLTA Sita-Borong sebagai bagian dari penambahan pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan di Nusa Tenggara Timur.

Dalam dokumen rencana Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan 2015–2019 dan rancangan RUPTL, PLTA Sita-Borong tercatat sebagai pembangkit minihidro 1 megawatt yang dikembangkan pihak swasta sebagai IPP di sistem Flores.

PLTA Sita-Borong disebutkan bersama sejumlah pembangkit listrik tenaga air skala kecil lain di Flores seperti Wae Roa dan Wae Rancang yang menjadi bagian dari bauran energi terbarukan di NTT.

Upaya pengembangan PLTA Sita-Borong menunjukkan pemanfaatan potensi sungai di Manggarai Timur untuk mengurangi ketergantungan pada PLTD dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pasokan listrik yang lebih andal.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.