Polda NTT Kerahkan 117 Personel BKO untuk Erupsi Lewotobi
Polda Nusa Tenggara Timur mengerahkan 117 personel bantuan kendali operasi ke Flores Timur untuk memperkuat Polres dalam penanganan tanggap darurat pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengerahkan 117 personel bantuan kendali operasi (BKO) ke Kabupaten Flores Timur untuk mendukung penanganan tanggap darurat pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang.
Informasi pengerahan ini disampaikan Kepala Biro Operasi Polda NTT Komisaris Besar Polisi Deonijiu De Fatima saat melepas rombongan personel BKO di Kupang dalam operasi kontinjensi Aman Nusa II yang difokuskan pada penanganan erupsi Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur.
Menurut pemberitaan media lokal yang mengutip pernyataan Deonijiu, 117 anggota Polda NTT diberangkatkan untuk memperkuat Polres Flores Timur dalam membantu penanganan korban terdampak erupsi, pemulihan fasilitas, serta pengamanan di daerah bencana.
Penugasan Personel BKO
Pengerahan 117 personel BKO dilakukan setelah erupsi Lewotobi Laki-Laki mengganggu aktivitas warga di Kecamatan Wulanggitang dan sekitarnya. Personel yang dikirim mencakup unsur kepolisian umum, dokter dan tenaga kesehatan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), serta tim psikologi Polda NTT.
Dalam laporan Karo Ops Polda NTT, rombongan BKO dibekali sejumlah peralatan pendukung operasi kemanusiaan, antara lain mobil dapur lapangan, kendaraan pengolahan air (water treatment), dan mobil watergen untuk menyediakan kebutuhan air bersih bagi pengungsi dan warga terdampak.
Media nasional yang melaporkan situasi di Flores Timur mencatat bahwa ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Tagana, dan relawan dikerahkan untuk evakuasi dan penanganan warga terdampak erupsi Lewotobi Laki-Laki. Dalam susunan itu, Polres Flores Timur mengerahkan puluhan anggota, yang kemudian diperkuat dengan tambahan personel dari Polda NTT melalui skema BKO.
Peran di Lapangan
Polda NTT menyebutkan bahwa kehadiran personel BKO ditujukan untuk mendukung penanganan darurat dan memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat terdampak. Mereka membantu pengamanan jalur, mendukung distribusi bantuan, serta berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi warga di posko pengungsian.
Dalam operasi di Flores Timur dan wilayah sekitar, jajaran Polres Flotim, Brimob, dan BKO Polda NTT sebelumnya telah terlibat dalam evakuasi warga, membersihkan akses jalan, serta membagikan masker kepada warga untuk mengurangi dampak abu vulkanik.
Polda NTT juga menegaskan bahwa koordinasi dilakukan dengan pos pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah untuk menyesuaikan penempatan personel dengan perkembangan aktivitas gunung.
Konteks Erupsi Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Kabupaten Flores Timur dan dalam beberapa periode terakhir mengalami erupsi yang berdampak pada permukiman dan fasilitas publik di Kecamatan Wulanggitang dan sekitarnya.
Pada salah satu kejadian erupsi, laporan media lokal dan nasional mencatat korban jiwa serta ribuan warga yang mengungsi dari desa-desa di lereng gunung. Untuk mendukung penanganan, aparat gabungan TNI, Polri, dan relawan ditempatkan di sejumlah titik pengungsian dan akses jalan utama.
Laporan kepolisian daerah menunjukkan bahwa Polda NTT mempertahankan kehadiran personel di lapangan seiring status aktivitas Lewotobi Laki-Laki yang naik ke tingkat siaga dan awas dalam periode 2024–2025, sebelum kemudian berada pada Level III (Siaga) dengan pemantauan intensif pada September 2026.
Sumber
Berita berikutnya
BMKG dan BPBD NTT Perluas Edukasi dan Simulasi Gempa di Sekolah
BMKG Stasiun Geofisika Kupang dan BPBD NTT menggelar edukasi kebencanaan serta simulasi gempa di sekolah-sekolah NTT pada 2022-2023. Program itu menja…
Baca juga



