NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Posyandu ILP Tapobali Skrining 65 Warga, Temukan Dugaan 2 Kasus Kusta

Pemerintah Desa Tapobali, Lembata, menggelar Posyandu Integrasi Layanan Primer pada 7 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Tapobali — Pemerintah Desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, menggelar Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Balai Posyandu Tanjung Sarang pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini memeriksa warga Dusun Walet untuk skrining kusta dan tuberkulosis (TBC), menurut laporan Media NTT.

Skrining menemukan tujuh warga dengan bercak putih yang tidak mati rasa dan dua warga dengan bercak putih yang mati rasa. Dua temuan terakhir dinilai mengarah pada kusta tipe pausibasiler (PB) berdasarkan penilaian tenaga kesehatan setempat, sementara konfirmasi diagnosis tetap dilakukan di fasilitas kesehatan primer sesuai petunjuk teknis Integrasi Layanan Primer Kementerian Kesehatan.

Menurut Media NTT, kedua warga dengan bercak mati rasa telah dipantau sejak Juni 2026 dan direncanakan segera memulai pengobatan di bawah pendampingan tenaga kesehatan Puskesmas Wulandoni. Petunjuk teknis ILP Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa penegakan diagnosis dan pengelolaan kasus dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas dan jaringannya.

Layanan terpadu di tingkat desa

Kegiatan Posyandu ILP Tapobali menggandeng UPTD Puskesmas Wulandoni dan dibiayai melalui APBDes Tapobali tahun 2026. Layanan ditujukan bagi berbagai kelompok usia, termasuk ibu hamil, balita, remaja, warga usia produktif, dan lansia, sejalan dengan konsep ILP berbasis siklus hidup dalam kebijakan Kementerian Kesehatan.

Selain kusta dan TBC, petugas menyediakan pemeriksaan golongan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Menurut laporan Media NTT, sebanyak 129 warga dewasa dan lansia mengikuti skrining penyakit tidak menular (PTM), sementara sebagian warga mengikuti pemeriksaan laboratorium sederhana untuk faktor risiko PTM seperti gula darah dan kolesterol. Kebijakan integrasi layanan primer nasional mendorong pemantauan faktor risiko PTM di posyandu melalui pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, serta pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

Data pemeriksaan yang dilaporkan meliputi:

  • enam orang menjalani pemeriksaan kolesterol;
  • 14 orang menjalani pemeriksaan gula darah;
  • 12 orang menjalani pemeriksaan asam urat;
  • 65 warga menjalani skrining kusta dan TBC;
  • 129 warga dewasa dan lansia mengikuti skrining PTM.

Kepala Desa Tapobali Agustinus Bala Ledun mengatakan Posyandu ILP di desa itu diharapkan memperpendek jarak warga dengan layanan kesehatan dan memperkuat deteksi dini penyakit menular dan tidak menular. Kepala UPTD Puskesmas Wulandoni Dominikus P. Kepuka menyatakan tenaga medis turun langsung ke posyandu untuk mendukung deteksi dini, penegakan diagnosis di fasilitas kesehatan, dan layanan berkelanjutan bagi warga yang terjaring skrining.

Pemerintah desa juga membentuk basis data golongan darah warga untuk mendukung kebutuhan donor darah dalam keadaan darurat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan kader posyandu, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sejalan dengan peran kader dan pemerintah desa dalam penguatan layanan primer di tingkat komunitas.

Tindak lanjut dan konteks

Skrining kusta dan TBC di posyandu merupakan langkah awal untuk menemukan warga dengan gejala atau tanda yang mencurigakan, namun bukan pengganti diagnosis klinis. Petunjuk teknis ILP menegaskan bahwa skrining di posyandu dilakukan oleh kader dan tenaga kesehatan, sedangkan penegakan diagnosis dan pengobatan kusta maupun TBC dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Menurut Media NTT, warga yang ditemukan dengan bercak putih dan bercak mati rasa akan menjalani penilaian lebih lanjut dan pemantauan pengobatan melalui Puskesmas Wulandoni. Kebijakan integrasi layanan primer nasional menyebutkan bahwa skrining TBC dan PTM di posyandu menjadi bagian dari strategi penguatan layanan primer untuk deteksi dini dan penatalaksanaan penyakit menular dan tidak menular di masyarakat.

Kegiatan Posyandu ILP Tapobali pada 7 September 2026 menjadi bagian dari pelaksanaan integrasi layanan primer di Kabupaten Lembata, dengan dukungan pembiayaan desa dan pembinaan teknis dari Puskesmas Wulandoni.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.