Rektor Undana Ingatkan Warga Kupang Waspadai Hoaks dan Deepfake AI
Rektor Undana Jefri S. Bale mengingatkan warga Kupang memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkan konten yang dapat direkayasa AI.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Kupang — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan informasi benar dari konten hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dalam talk show literasi AI di Ruang Theater Lantai 3 Gedung Rektorat Undana, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Hoaks, Deepfake dan Penipuan Berbasis AI” itu diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun DWP ke-27 dan diikuti jajaran pimpinan rektorat, anggota DWP Undana, serta mahasiswa aktif Undana.
Jefri menyampaikan bahwa masyarakat tidak dapat sepenuhnya menghindari penggunaan AI. Karena itu, foto, suara, dan informasi yang tampak meyakinkan tetap perlu diperiksa sebelum dipercaya. Konten digital tidak selalu mencerminkan kenyataan.
Materi talk show mencakup contoh hoaks, deepfake, penipuan digital, validasi informasi, bias dan disinformasi, keamanan akun keluarga, serta pengenalan aplikasi pendeteksi konten berbasis AI. Peserta juga diajak memahami cara memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
Literasi AI membantu warga Kupang memeriksa informasi
Bagi pembaca di Kupang, pesan kegiatan ini berkaitan langsung dengan penggunaan media sosial dan aplikasi percakapan sehari-hari. Konten palsu dapat memanfaatkan foto, wajah, atau rekaman suara seseorang sehingga terlihat dan terdengar meyakinkan. Foto yang benar-benar diambil dari suatu peristiwa pun dapat dipasangkan dengan narasi yang menyesatkan.
Pemateri talk show, Kornelis Letelay, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak cukup dilakukan dengan melihat gambar. Pengguna perlu memperhatikan konteks dan kebenaran informasi yang menyertainya. Detail seperti tekstur wajah, warna, latar belakang, serta bagian gambar yang terlihat tidak wajar dapat menjadi petunjuk awal.
Kornelis juga menekankan perlunya verifikasi dan validasi sebelum seseorang mengambil keputusan atau meneruskan informasi kepada orang lain. Tujuan literasi AI bukan menakut-nakuti masyarakat, melainkan meningkatkan kewaspadaan ketika berhadapan dengan hoaks, deepfake, manipulasi suara, dan penipuan digital.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Kepulauan
KM Awu Berangkat dari Kumai Menuju Kalabahi 30 Oktober 2026
KM Awu berangkat dari Kumai pada 30 Oktober 2026 pukul 15.00 WITA. Kapal melayani Waingapu, Ende, Kupang, dan Kalabahi hingga 5 November 2026.
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga





