NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

Konferensi Republik Dimulai di Maumere, Berlanjut di Ledalero

Konferensi Republik di Maumere membahas demokrasi, kedaulatan rakyat, dan persoalan Flores. Rangkaian forum menghadirkan 39 narasumber dan berlanjut di Ledalero.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: 20160402101001 - Koko beach 50 kms west of Maumere.
Foto arsip: 20160402101001 - Koko beach 50 kms west of Maumere. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Maumere — Konferensi Republik berlangsung di Universitas Nusa Nipa, Kabupaten Sikka, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Forum ini menjadi ruang pertemuan masyarakat sipil untuk membahas persoalan demokrasi, kedaulatan rakyat, hukum, hak asasi manusia, lingkungan, pendidikan, dan pembangunan.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari di dua kampus. Hari pertama digelar di Universitas Nusa Nipa, Maumere. Puncak konferensi dijadwalkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Nita, Kabupaten Sikka.

Penyelenggara menghadirkan 39 tokoh intelektual lokal dan nasional sebagai narasumber. Forum ini terbuka bagi peserta umum secara luring dan daring. Penyelenggara menargetkan sekitar 3.000 peserta.

Topik yang dibawa tidak hanya menyangkut isu nasional. Persoalan Flores seperti perdagangan orang, kekerasan terhadap perempuan, air bersih, pendidikan, ekologi, dan geotermal juga masuk dalam pembahasan. Sejumlah pembicara dijadwalkan menyampaikan pandangan dari bidang politik, demokrasi, kehidupan publik, serta pembangunan daerah.

Forum Flores untuk mengawal demokrasi dan pembangunan daerah

Konferensi ini relevan bagi pembaca di Flores karena mempertemukan kampus, media, aktivis, lembaga keagamaan, intelektual, dan masyarakat umum dalam satu ruang diskusi. Penyelenggara menempatkan masyarakat sipil sebagai pihak yang ikut mengawasi kebijakan dan pelaksanaan pemerintahan.

Rektor IFTK Ledalero, Pater Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, menyoroti kecenderungan pemusatan kembali kekuasaan di pemerintah pusat. Ia juga mengaitkannya dengan pemangkasan transfer ke daerah yang dinilai dapat membatasi kemampuan pemerintah daerah menjalankan program pembangunan.

Konferensi Republik mengusung tema “Masyarakat Sipil dan Masa Depan Republik”. Penyelenggara berharap forum ini menghasilkan pernyataan bersama yang menegaskan kedaulatan rakyat serta mendorong pemerintah terbuka terhadap kritik.

Pada 31 Oktober 2026, agenda berlanjut di IFTK Ledalero.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.