NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Sudamala Tented Resort Ruteng Komit Serap Mayoritas Pekerja Lokal

Sudamala Tented Resort di Ruteng, Manggarai, dikembangkan melalui kemitraan Sudamala Resorts dan Keuskupan Ruteng. Pengelola menyatakan komitmen menyerap mayoritas tenaga kerja dari masyarakat lokal dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: 20160328083756 - Flores' highest peak coming into Ruteng.
Foto arsip: 20160328083756 - Flores' highest peak coming into Ruteng. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan Bajo — Sudamala Resorts menargetkan mayoritas tenaga kerja dari masyarakat lokal untuk pengembangan Sudamala Tented Resort di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang dibangun melalui kemitraan dengan Keuskupan Ruteng.

Menurut laporan kumparantravel, Sudamala Resorts dan Keuskupan Ruteng menjalin kemitraan strategis untuk membangun resor tenda mewah berkonsep berkelanjutan di kawasan perbukitan di pinggiran Kota Ruteng dengan nama Sudamala Tented Resort, Ruteng. Keuskupan Ruteng disebut sebagai pemilik lahan dalam proyek ini.

Chief Executive Officer Sudamala Resorts, Ben Subrata, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal hingga sekitar 80 persen di properti mereka. Dalam wawancara yang dikutip beberapa media, Ben menyatakan bahwa pola tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap bumi dan manusia melalui perekrutan tenaga kerja lokal dan perhatian terhadap lingkungan.

Dampak bagi ekonomi lokal

Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyambut baik rencana pembangunan resor mewah berkelanjutan di Bukit Golo Curu, pinggiran Kota Ruteng. Dalam pemberitaan yang sama, ia menilai kehadiran Sudamala Tented Resort dapat mendorong perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Manggarai.

Dalam sejumlah pernyataan, Sudamala Resorts menegaskan komitmen untuk memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar melalui penciptaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, serta kolaborasi dengan usaha lokal untuk mendukung kebutuhan logistik dan layanan resor.

Menurut laporan kumparantravel dan Bloomberg Technoz, pengembangan resor ini mengedepankan prinsip keberlanjutan pada tahap perencanaan, konstruksi, dan operasional. Komponen keberlanjutan yang disebut antara lain pemanfaatan energi terbarukan, konservasi air, pengelolaan limbah, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Konsep resor dan distribusi wisatawan

Kumparantravel dan The Jakarta Post menyebut Sudamala Tented Resort di Ruteng dirancang sebagai akomodasi tenda mewah yang terintegrasi secara harmonis dengan lanskap perbukitan. Lokasi resor dinilai strategis karena memberikan akses ke berbagai daya tarik alam dan budaya Manggarai, termasuk tradisi kopi dan tenun, desa adat ikonik seperti Wae Rebo, Todo, dan Ruteng Pu’u, serta kedekatannya dengan lokasi ziarah Katolik Golo Curu.

Bupati Manggarai Herybertus Nabit sebelumnya menawarkan pengembangan wisata budaya dan religi untuk menarik wisatawan ke wilayahnya. Dalam pemberitaan detikBali, ia mengaitkan rencana resor mewah di Bukit Golo Curu dengan upaya mempromosikan potensi wisata budaya dan religi Manggarai kepada wisatawan yang selama ini banyak terkonsentrasi di Labuan Bajo.

Sudamala Resorts telah memulai fase pra-pengembangan Sudamala Tented Resort, Ruteng, dengan harapan pembangunan dapat segera dimulai. Namun, laporan yang tersedia belum merinci nilai investasi, kapasitas akomodasi, maupun jadwal operasional resor.

Konteks pengembangan pariwisata

Rencana pembangunan Sudamala Tented Resort di Ruteng hadir sejalan dengan upaya mendorong pariwisata berkelanjutan di Flores. Sebelumnya, Sudamala Resorts di Labuan Bajo menerapkan komposisi sekitar 80 persen tenaga kerja lokal dan mengembangkan inisiatif lingkungan seperti penerapan energi terbarukan serta program konservasi sebagai bagian dari komitmen terhadap pariwisata yang bertanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, melalui berbagai kebijakan pembangunan dan promosi wisata, menempatkan penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu tujuan utama pengembangan sektor pariwisata dan investasi di daerah.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.