Kamilus Ubah Lahan Tandus Honihama Jadi Kebun Jagung Wisata
Kamilus Tupen Jumat dan Koperasi Tani Lewowerang mengubah lahan tandus di Honihama, Adonara, menjadi kebun jagung yang dibuka sebagai swalayan dan ruang wisata.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Larantuka — Kamilus Tupen Jumat, 58 tahun, bersama para anggota Koperasi Tani Lewowerang mengubah lahan tandus berbatu seluas sekitar dua hektare di Kampung Honihama, Desa Tuwagoetobi, Adonara, Flores Timur, menjadi kebun jagung yang dibuka sebagai ruang wisata dan penjualan langsung hasil panen kepada pengunjung.
Menurut laporan Inbisnis News yang terbit pada 16 September 2026, kebun itu diberi nama Swalayan Jagung Bayo Lewung dan berada di kaki Gunung Ileboleng di wilayah Honihama, Kecamatan Ileboleng, Kabupaten Flores Timur.
Swalayan Jagung Bayo Lewung dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan petani lokal melalui penjualan jagung langsung dari kebun kepada pembeli yang datang, tanpa perantara.
Pada akhir pekan, tempat ini disebut sering didatangi warga Adonara dan daratan Flores Timur yang berwisata sekaligus membeli jagung manis dari lahan tersebut.
Model koperasi berbasis tenaga kerja
Koperasi Tani Lewowerang dibentuk pada awal 2010 oleh Kamilus Tupen Jumat sebagai badan usaha milik warga yang mengadopsi tradisi gemohing, yaitu kerja bersama dan gotong royong.
Dalam koperasi ini, simpan pinjam tidak berfokus pada uang, melainkan pada tenaga kerja yang disimpan dan dipinjam antar-anggota untuk mengelola kebun, membersihkan lahan, atau membantu pembangunan rumah.
Konsep simpan pinjam tenaga kerja ini dijelaskan dalam sejumlah tulisan tentang KTL sebagai inovasi ekonomi solidaritas di Honihama.
Anggota mengelola lahan jagung secara bergiliran, sehingga beban kerja dibagi dan produktivitas meningkat.
Forum diskusi rutin antar-anggota digunakan untuk berbagi pengetahuan pertanian, membahas strategi pengelolaan kebun, dan merencanakan kegiatan bersama.
Gagasan dari forum itu kemudian diterapkan di ladang masing-masing dan dipantau melalui kunjungan lintas lahan.
Beberapa kajian tentang KTL menyebut badan usaha ini sebagai koperasi simpan pinjam tenaga kerja yang disertai inovasi mall ladang jagung, yakni pola penjualan hasil pertanian dalam format swalayan di kebun.
Swalayan jagung sebagai ruang wisata
Konsep mall atau swalayan ladang jagung di Honihama mulai diperkenalkan sebelum 2020 sebagai cara mengatasi kelebihan produksi jagung dan memperbaiki posisi tawar petani.
Kamilus bersama anggota KTL membuka kebun yang ditanami jagung sebagai ruang terbuka bagi pengunjung.
Pembeli datang langsung ke kebun, memilih dan memetik sendiri jagung, kemudian membayar di kasir kebun.
Model ini disebut meningkatkan penghasilan petani karena harga jual lebih baik dibanding penjualan melalui perantara, sekaligus menjadi sarana rekreasi bagi warga lokal.
Dalam satu kegiatan penjualan jagung muda pada 2021, Kamilus pernah mencatat penjualan ribuan tongkol jagung dalam sehari dengan nilai belasan juta rupiah.
Data yang tersedia menyebut jagung sebagai komoditas utama kebun, termasuk jagung manis sebagai produk yang banyak diminati pengunjung.
Keterlibatan anak muda dan dukungan infrastruktur
Pengembangan KTL dan mall ladang jagung di Honihama disebut mendorong keterlibatan anak muda dalam pertanian.
Sejumlah laporan menyebut adanya puluhan pemuda yang bergabung dalam kegiatan koperasi dan pengelolaan kebun jagung.
Keterlibatan mereka tampak dalam kegiatan tanam, pemeliharaan tanaman, dan pelayanan kepada pengunjung saat musim panen.
Pengembangan pertanian jagung di Adonara juga memperoleh dukungan infrastruktur air melalui program pemerintah.
Di Kecamatan Ileboleng, Flores Timur, pernah dibangun fasilitas sumur bor untuk menyediakan air bersih bagi warga dan mendukung kegiatan produktif.
Dukungan air dan pengelolaan lahan tanpa tebas bakar membantu petani meningkatkan frekuensi tanam jagung dibanding masa sebelumnya.
Konteks kelembagaan KTL
Koperasi Tani Lewowerang dibentuk sebagai badan usaha rakyat yang memadukan koperasi produksi, konsumsi, dan simpan pinjam tenaga kerja.
Sejumlah publikasi mencatat KTL menerima penghargaan Kusala Swadaya pada 2013 berkat inovasi pemberdayaan petani dan pengelolaan lahan tandus menjadi kebun produktif.
KTL tumbuh menjadi lembaga dengan ratusan anggota dan simpanan bersama yang digunakan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi warga.
Swalayan Jagung Bayo Lewung di Honihama menjadi salah satu wujud konkret dari konsep ekonomi solidaritas yang dikembangkan Kamilus, memadukan kerja kolektif, pengelolaan lahan, dan penjualan langsung hasil panen.
Sumber
Berita berikutnya

MIN 1 Ende Mulai Renovasi, Belajar Tetap di Tenda Darurat
MIN 1 Ende menyiapkan renovasi gedung mulai Kamis, 17 September 2026, sebagai tindak lanjut peninjauan Kanwil Kemenag NTT. Kegiatan belajar mengajar t…
Baca juga



