Kepala Bandara Rote Dorong Penerbangan ke Labuan Bajo dan Sumba
Kepala UPBU D.C. Saudale Rote Yulius Kismono mendorong pembukaan konektivitas udara langsung dari Rote Ndao ke Labuan Bajo dan Sumba.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Rote Ndao — Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) D.C. Saudale Rote, Yulius Kismono, mendorong pembukaan konektivitas transportasi udara langsung dari Rote Ndao ke Labuan Bajo dan Sumba. Ia menyampaikan harapan itu dalam wawancara dengan RRI pada Rabu, 16 September 2026, saat mengulas kondisi konektivitas Rote yang masih bertumpu pada rute tunggal Rote–Kupang.
Menurut laporan RRI, Yulius menilai konektivitas antardaerah penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Rote Ndao. Ia menyebut Rote perlu terhubung dengan sejumlah destinasi wisata utama seperti Labuan Bajo dan Sumba agar aksesibilitas dan daya tarik bagi wisatawan meningkat.
Yulius menjelaskan bahwa wisatawan membutuhkan kepastian ketersediaan moda transportasi ketika datang dan kembali dari Rote Ndao. Kepastian jadwal dan rute dinilai berpengaruh terhadap keputusan perjalanan wisata.
Konektivitas Rote Masih Bertumpu pada Rute Rote–Kupang
Dalam wawancara yang sama, Yulius menyatakan bahwa saat ini konektivitas udara Rote Ndao masih mengandalkan satu jalur utama, yakni rute Rote–Kupang. Ia berharap konektivitas tidak hanya bergantung pada rute tersebut, tetapi dapat diperluas ke daerah lain.
“Kita harus menghubungkan antar daerah wisata, misalkan seperti Labuan Bajo, seperti Sumba,” ujar Yulius kepada RRI. Pernyataan itu menggambarkan dorongan agar jaringan penerbangan dari Rote Ndao menyambung ke destinasi wisata lain di Nusa Tenggara.
Harapan pembukaan rute baru ini sejalan dengan agenda pemerintah daerah. Dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyebut peningkatan konektivitas udara sebagai kebutuhan strategis daerah kepulauan dan berharap runway Bandara D.C. Saudale dapat diperpanjang untuk membuka peluang penerbangan langsung dari Bali maupun Labuan Bajo ke Rote.
Dorongan Masih pada Tahap Usulan
Yulius menekankan bahwa pembukaan koneksi baru tidak cukup hanya dengan menetapkan rute. Arus penumpang perlu berkesinambungan agar layanan antardaerah dapat berjalan terus-menerus. Keberlanjutan trafik disebut sebagai salah satu pertimbangan dalam mengembangkan konektivitas baru.
Sejauh ini, pernyataan yang tersedia baru berupa harapan dan dorongan dari pengelola bandara dan pemerintah daerah. RRI dan pemerintah kabupaten Rote Ndao mengulas rencana peningkatan layanan transportasi dan perpanjangan runway sebagai upaya jangka panjang memperkuat akses udara ke Rote Ndao.
Belum terdapat keterangan resmi mengenai maskapai yang akan melayani rute langsung Rote–Labuan Bajo maupun Rote–Sumba, jadwal penerbangan, frekuensi, ataupun waktu mulai operasional. Rute yang diusulkan masih berada pada tahap gagasan dan belum diumumkan sebagai rute penerbangan baru.
Harhubnas 2026 sebagai Momentum Penguatan Transportasi
Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 tingkat Kabupaten Rote Ndao diisi dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan UPBU D.C. Saudale, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait. Kegiatan tersebut mencakup upacara, jalan sehat, dan kampanye keselamatan transportasi, serta berbagai aktivitas sosial dan olahraga.
Dalam momentum Harhubnas, pemerintah daerah menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan berkaitan erat dengan semakin baiknya konektivitas transportasi udara. Penerbangan langsung dari Bali dan Labuan Bajo ke Rote diharapkan dapat memperkuat akses wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Dorongan dari kepala bandara dan bupati menunjukkan arah kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada satu rute utama dan memperluas jaringan penerbangan dari dan ke Rote Ndao. Realisasi gagasan tersebut akan bergantung pada keputusan operator penerbangan, kesiapan infrastruktur bandara, serta dukungan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Tutup Pelayaran ke Komodo dan Padar pada 13–15 September
KSOP Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran wisata ke Pulau Komodo dan Pulau Padar pada 13–15 September 2026 setelah BMKG memprakirakan gel…
Baca juga




