Wagub NTT Johni Asadoma Imbau Warga Hemat Air Hadapi El Nino
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meminta ASN dan warga mengantisipasi dampak El Nino yang diprediksi membuat musim kemarau 2026 lebih kering.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma meminta aparatur sipil negara dan masyarakat mewaspadai dampak fenomena El Nino yang berpotensi membuat cuaca di daerah itu lebih panas dan kering.[1[2 Imbauan tersebut disampaikan dalam Apel Bersama ASN Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, pada Senin, 7 September 2026.[1[2
Menurut Johni, kondisi panas dan kering berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber air di berbagai wilayah NTT sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini.[1[2 Ia meminta setiap rumah tangga menyiapkan air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus menghemat penggunaannya selama periode kemarau.[1[2
Johni menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan memastikan kebutuhan air minum tetap terpenuhi ketika suhu meningkat.[1[2 Ia juga meminta ASN memberi edukasi kepada keluarga dan lingkungan masing-masing mengenai cara menghadapi dampak El Nino, terutama terkait pengelolaan air dan pencegahan kebakaran.[1[2
Imbauan Penghematan Air
Dalam arahan di Apel Bersama ASN, Johni Asadoma menyebut setiap rumah tangga harus menyiapkan air yang selalu cukup dan melakukan penghematan penggunaan air.[1[2 Pemerintah provinsi mendorong masyarakat mengurangi pemakaian air yang tidak mendesak agar persediaan dapat bertahan selama periode kering.
Imbauan ini sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau 2026 di Indonesia, termasuk NTT, datang lebih awal dan memiliki karakter lebih kering dengan puncak pada Agustus hingga September.[5[12 BMKG memperkirakan peluang munculnya El Nino kategori lemah hingga moderat sebesar 50[12 hingga 50[5[9[12 dan potensi curah hujan rendah, di bawah 50 milimeter per bulan, di NTT pada September 2026.[11[14
BMKG juga mencatat bahwa sebagian besar zona musim di NTT diprediksi mengalami sifat kemarau bawah normal atau lebih kering dari biasanya.[5 Kondisi ini membuat imbauan penghematan air menjadi relevan bagi rumah tangga, sektor pertanian, dan pelayanan dasar di daerah tersebut.
Pencegahan Kebakaran Lingkungan
Selain persoalan ketersediaan air, Johni Asadoma mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lingkungan yang dapat terjadi akibat kondisi kering.[1[2 Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di lokasi yang mudah terbakar.[1[2
Johni menegaskan pencegahan kebakaran perlu dilakukan bersama oleh pemerintah, ASN, dan masyarakat.[1[2 Langkah ini penting karena curah hujan yang rendah dan vegetasi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan dan permukiman.
Prediksi BMKG menunjukkan curah hujan di NTT pada September 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan peluang tinggi hujan kurang dari 50 milimeter per bulan di wilayah Nusa Tenggara.[13[14 Kondisi tersebut menjadi latar belakang perlunya antisipasi kebakaran dan pengamanan sumber air.
Konteks El Nino 2026 di NTT
BMKG menilai fenomena El Nino 2026 berpotensi membuat musim kemarau lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normal.[9[15 Analisis iklim menunjukkan peluang El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat mencapai sekitar 50[9[12 hingga 100 persen untuk kategori lemah dan 98 persen untuk kategori moderat, dengan peluang El Nino kuat juga muncul meski lebih kecil.[15
Di tingkat nasional, BMKG memproyeksikan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau mulai April hingga Juni 2026, dimulai dari Nusa Tenggara.[8[15 NTT termasuk wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Agustus hingga September dengan curah hujan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.[3[5[12
Dalam konteks tersebut, imbauan Wakil Gubernur NTT agar warga menyiapkan cadangan air, menghemat penggunaan air, menjaga kesehatan dengan cukup minum, serta mencegah kebakaran lingkungan mencerminkan kebijakan antisipasi pemerintah daerah terhadap dampak El Nino.[1[2[5[9
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga


