OJK NTT Ingatkan Generasi Muda Pahami Risiko Produk Keuangan
Bank Indonesia NTT dan forum sektor keuangan menggelar LIKE IT 2026 di Kupang pada 3 September 2026. OJK NTT menekankan pentingnya literasi agar generasi muda memahami manfaat, biaya, dan risiko produk keuangan sebelum menggunakannya.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan menggelar Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 di Kupang pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan itu menyasar generasi muda dan mengangkat tema “Money Wise, Future Rise”.
Dalam pemberitaan RRI Kupang, kegiatan tersebut diikuti perwakilan BI, OJK, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, perbankan di Kupang, akademisi, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di NTT. Media Indonesia juga melaporkan bahwa forum itu menyoroti kesenjangan antara tingginya akses layanan keuangan dan kemampuan masyarakat mengelolanya secara bijak.
Perwakilan OJK NTT, Aldo Stepanus Simarmata, menekankan bahwa pengguna produk keuangan tidak cukup hanya memiliki akses. Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu memahami manfaat, biaya, dan risiko sebelum memilih produk keuangan.
Memahami produk sebelum digunakan
Dalam pemaparannya, Aldo memberi contoh rekening tabungan. Menurut dia, nasabah semestinya mengetahui biaya administrasi bulanan, bunga yang diterima, dan pajak atas bunga itu.
Ia juga menegaskan bahwa produk keuangan harus dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan mengelola risiko. Pemahaman itu, menurut dia, penting agar kepemilikan produk tidak berhenti pada akses semata.
RRI Kupang mencatat, LIKE IT merupakan program kolaborasi BI, Kementerian Keuangan, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan melalui FK-PSK. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan muda.
Di Kupang, materi yang dibahas juga menyinggung kewaspadaan terhadap penggunaan uang untuk aktivitas berisiko, termasuk judi dan perilaku konsumtif. Pesan itu disampaikan dalam konteks edukasi agar peserta lebih hati-hati mengambil keputusan keuangan.
Literasi dan perlindungan konsumen
OJK menempatkan edukasi konsumen sebagai bagian dari tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Dalam forum itu, lembaga tersebut menekankan pentingnya memahami hubungan antara tujuan penggunaan, manfaat, kewajiban, dan risiko dari suatu produk.
LIKE IT 2026 di Kupang menjadi salah satu forum yang mempertemukan otoritas, pelaku industri, dan mahasiswa untuk membahas pengelolaan keuangan yang lebih aman. Fokusnya bukan hanya memperluas akses, tetapi juga memperkuat pemahaman agar generasi muda tidak salah mengambil produk atau keputusan finansial.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI NTT itu menunjukkan arah edukasi keuangan yang makin menekankan literasi praktis. Pesan OJK NTT menggarisbawahi bahwa keputusan keuangan yang baik menuntut pengetahuan atas biaya, manfaat, dan risiko, bukan sekadar kemudahan membuka layanan.
Dalam laporan media yang terbit sesudah kegiatan, peserta juga disebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kupang dan komunitas GenBI. Agenda itu menjadi bagian dari rangkaian LIKE IT 2026 yang digelar di sejumlah daerah pada tahun yang sama.
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga




