NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

ASDP Gunakan KMP Ile Labalekan dan Inerie II Angkut Bantuan Gempa NTT

ASDP mengerahkan KMP Ile Labalekan dari Kupang ke Ende pada 16 Agustus 2026 dan KMP Inerie II dari Surabaya pada 9 September 2026 untuk mengangkut logistik dan personel penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Kupang — — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan kapal penyeberangan untuk mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Agustus dan September 2026.

Menurut siaran pers dan pemberitaan berbagai media, KMP Ile Labalekan berangkat dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Pelabuhan Nangakeo, Ende, pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 22.05 WITA.

Perjalanan kapal pada lintasan Kupang–Ende menempuh jarak sekitar 155 mil laut dengan perkiraan waktu tempuh 18 jam, membawa logistik dan personel pendukung penanganan darurat di Kabupaten Ende dan wilayah terdampak lain di Flores.

Bantuan yang diangkut KMP Ile Labalekan berupa tenda, karpet, perlengkapan medis, obat-obatan, sembako, makanan dan minuman ringan, serta generator listrik, menurut laporan sejumlah media nasional yang mengutip pernyataan manajemen ASDP.

Dalam pelayaran tersebut turut serta 92 orang yang terdiri atas tenaga kesehatan dan petugas dari berbagai instansi, termasuk tiga dokter dan satu pleton Brimob Polda NTT, sebagaimana diberitakan media yang meliput keberangkatan kapal dari Kupang.

Rute dan koordinasi bantuan

  • Kapal: KMP Ile Labalekan.
  • Rute: Pelabuhan Bolok, Kupang – Pelabuhan Nangakeo, Ende.
  • Keberangkatan: Minggu, 16 Agustus 2026, malam hari sekitar pukul 22.05 WITA.
  • Jarak dan estimasi perjalanan: sekitar 155 mil laut dan 18 jam.
  • Personel dalam pelayaran: 92 orang, termasuk tenaga kesehatan dan personel kepolisian.

Pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta sejumlah pemangku kepentingan yang mengirim logistik dari gudang dan posko di Kupang menuju Ende untuk kemudian didistribusikan ke berbagai titik terdampak gempa di Pulau Flores.

ASDP menyebut konektivitas antarpulau melalui jalur penyeberangan menjadi kunci agar bantuan dapat dimobilisasi secara cepat dan terkoordinasi, seiring penyesuaian operasi pelayaran reguler di lintasan Flores akibat gempa.

Manajemen ASDP juga menyatakan pelayaran reguler pada 15–16 Agustus 2026 sempat ditunda sebagai langkah antisipasi keselamatan, menyusul maklumat pelayaran otoritas pelabuhan di Kupang dan koordinasi dengan lembaga meteorologi serta unit pelabuhan setempat.

Hingga pertengahan Agustus 2026, ASDP melaporkan tidak terdapat kerusakan fasilitas pelabuhan maupun gangguan pada lintasan penyeberangan yang dioperasikan akibat gempa, sehingga layanan di lintasan yang dinilai aman dipulihkan secara bertahap.

Pengiriman bantuan dengan KMP Inerie II

Dukungan ASDP berlanjut pada September 2026 melalui pengoperasian KMP Inerie II untuk membawa bantuan kemanusiaan dari Surabaya menuju Nusa Tenggara Timur.

Media ekonomi nasional dan portal berita maritim memberitakan KMP Inerie II bertolak dari Surabaya pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 14.50 WIB, membawa berbagai jenis bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

Muatan kapal meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang dibutuhkan pengungsi dan warga di wilayah terdampak, termasuk beras, mi instan, minyak goreng, gula, air mineral, makanan dan minuman, perlengkapan bayi, pakaian, selimut, tikar, perlengkapan kebersihan, serta perlengkapan kesehatan.

Setelah tiba di pelabuhan tujuan di kawasan Maumere dan sekitarnya, bantuan dikordinasikan bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait untuk disalurkan ke lokasi pengungsian dan desa terdampak sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

Pengoperasian KMP Inerie II pada September 2026 disebut sebagai kelanjutan perhatian pemerintah dan BUMN transportasi laut terhadap penanganan bencana di NTT, sekaligus pengganti salah satu kapal yang sebelumnya digunakan dalam distribusi bantuan.

Konteks penggunaan kapal penyeberangan

Distribusi bantuan ke wilayah kepulauan di NTT bergantung pada konektivitas laut, terutama ketika jalur darat atau layanan transportasi lain terdampak bencana.

Dalam rangkaian pengiriman ini, ASDP mengerahkan KMP Ile Labalekan untuk mendukung mobilisasi bantuan dari Kupang ke Ende, dan mengoperasikan KMP Inerie II dari Surabaya menuju kawasan Maumere untuk memperluas jangkauan distribusi logistik.

Upaya tersebut melengkapi pengiriman bantuan dari kementerian, pemerintah daerah, dan badan penanggulangan bencana yang memanfaatkan angkutan laut guna menjangkau wilayah-wilayah terdampak gempa di Flores dan sekitarnya.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.