BI NTT: Penjualan Eceran Kupang Agustus 2026 Melemah Tahunan, Membaik Bulanan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT memprakirakan penjualan eceran di Kota Kupang pada Agustus 2026 menurun secara tahunan, tetapi membaik secara bulanan dengan kontraksi yang lebih kecil.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kota Kupang — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur memprakirakan kinerja penjualan eceran di Kota Kupang pada Agustus 2026 menurun secara tahunan, tetapi membaik secara bulanan dengan kontraksi yang lebih kecil. Perkembangan ini terkait tetap terjaganya permintaan masyarakat pada periode peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Kupang pada Agustus 2026 diprakirakan berada di level 64,20. Prakiraan ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sehingga secara tahunan penjualan eceran diperkirakan terkontraksi di wilayah ibu kota provinsi itu.
Adidoyo menjelaskan, pelemahan tahunan tersebut terutama dipengaruhi oleh penjualan pada sejumlah kelompok barang. Ia menyebut Kelompok Sandang sebagai salah satu penekan utama kinerja penjualan, disusul Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Kelompok Kendaraan, serta Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi.
Secara lebih rinci, kelompok-kelompok lain seperti Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Kelompok Barang Lainnya juga tercatat memberikan andil terhadap penurunan tahunan penjualan eceran di Kota Kupang.
Meski demikian, secara bulanan atau month to month (mtm) Bank Indonesia NTT memprakirakan kinerja penjualan eceran di Kota Kupang pada Agustus 2026 membaik. Adidoyo menyampaikan bahwa penjualan eceran di kota itu masih mengalami kontraksi terbatas sekitar 4,60 persen (mtm), namun angka tersebut lebih baik dibandingkan kontraksi 11,04 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.
Menurut dia, perbaikan bulanan tersebut sejalan dengan pola permintaan konsumen menjelang dan pada periode peringatan HUT RI. Permintaan barang konsumsi dan kebutuhan lainnya yang tetap terjaga pada momen tersebut membantu menahan pelemahan penjualan eceran agar tidak lebih dalam.
Bank Indonesia pusat dalam rilis Survei Penjualan Eceran Agustus 2026 mencatat, secara nasional penjualan eceran diprakirakan masih tumbuh tipis secara tahunan. Indeks Penjualan Riil nasional diperkirakan meningkat sekitar 0,5 persen secara year on year (yoy), dengan dukungan terutama dari Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Namun secara bulanan, penjualan eceran nasional pada Agustus 2026 diprakirakan sedikit terkontraksi sekitar 0,1 persen (mtm). Kontraksi ini terutama dipengaruhi penurunan penjualan pada Kelompok Barang Lainnya, sementara beberapa kelompok seperti Peralatan Informasi dan Komunikasi, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Suku Cadang dan Aksesori masih mencatat pertumbuhan.
Prakiraan IPR Kota Kupang yang menurun secara tahunan tetapi membaik secara bulanan dinilai sejalan dengan pola nasional. Di tingkat daerah, Bank Indonesia NTT memanfaatkan hasil Survei Penjualan Eceran untuk memantau tekanan inflasi dari sisi permintaan dan membaca kecenderungan konsumsi rumah tangga di ibu kota provinsi.
Adidoyo menambahkan, informasi mengenai perkembangan penjualan eceran digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan di daerah, termasuk koordinasi pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat agar kinerja penjualan eceran dapat kembali tumbuh lebih kuat pada bulan-bulan berikutnya.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Ekonomi

BPH Migas Pantau Distribusi BBM di Manggarai Barat
BPH Migas memantau ketersediaan dan distribusi minyak tanah serta BBM bersubsidi di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, untuk memastikan pasokan pascab…
Berita utama hari ini

Baca juga


