BTN Salurkan KUR Rp20,91 Miliar ke UMKM NTT
BTN Kantor Cabang Kupang mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur sebesar Rp20,91 miliar selama 2025 hingga Februari 2026, dengan sekitar 400 debitur.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kupang mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur sebesar Rp20,91 miliar selama periode 2025 hingga Februari 2026. Keterangan itu disampaikan Branch Manager BTN Kantor Cabang Kupang Hans Maruahal Hutasoit di Kupang, Kamis, 26 Februari 2026, setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Kupang terkait pembiayaan perumahan.
Hans menjelaskan bahwa penyaluran KUR BTN di wilayah NTT pada periode tersebut menjangkau sekitar 400 debitur. Menurut dia, angka itu menggambarkan kontribusi BTN dalam mendukung permodalan UMKM di provinsi itu melalui skema KUR.
Penjelasan Hans disampaikan dalam sebuah laporan pasar modal yang merangkum capaian KUR BTN Kantor Cabang Kupang di NTT. Dalam laporan itu disebutkan bahwa kredit usaha rakyat senilai Rp20,91 miliar telah disalurkan untuk para pengusaha UMKM di NTT sepanjang 2025 hingga Februari 2026, dengan total sekitar 400 debitur.
Rincian penyaluran KUR BTN di NTT
BTN menyatakan tetap menyalurkan KUR secara nasional, termasuk melalui Kantor Cabang Kupang. Produk KUR BTN ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh pembiayaan usaha dengan mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku dalam program KUR pemerintah.
Data capaian KUR BTN Kantor Cabang Kupang di NTT yang disampaikan Hans mencakup beberapa poin utama:
- Total penyaluran KUR: Rp20,91 miliar selama 2025 hingga Februari 2026.
- Periode penyaluran: tahun 2025 sampai Februari 2026.
- Jumlah penerima: sekitar 400 debitur KUR di NTT.
- Batas maksimum pinjaman KUR BTN: Rp500 juta per debitur.
Hans menyatakan bahwa batas maksimum KUR BTN sama dengan perbankan lain, yakni Rp500 juta per debitur, dengan tetap mengacu pada skema, aturan, dan persyaratan program KUR yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam pernyataannya, Hans tidak merinci sebaran debitur maupun nilai pembiayaan berdasarkan kabupaten atau kota di NTT. Ia juga belum mengungkapkan komposisi sektor usaha penerima KUR, rata-rata nilai pinjaman per debitur, jangka waktu kredit, ataupun indikator kualitas kredit seperti tingkat kredit bermasalah.
Kerja sama BTN dan Hipmi Kota Kupang
Pemaparan capaian KUR BTN di NTT itu berlangsung dalam konteks penandatanganan nota kesepahaman antara BTN Kantor Cabang Kupang dan Hipmi Kota Kupang. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung program pembiayaan perumahan di Kota Kupang dan sekitarnya.
Hans menyebut kerja sama dengan Hipmi sebagai salah satu upaya agar kehadiran BTN memberi dampak positif bagi Kota Kupang dan NTT secara keseluruhan. Melalui kolaborasi dengan organisasi pengusaha muda, BTN berharap akses pelaku usaha terhadap produk pembiayaan, termasuk KUR, dapat diperluas.
KUR dalam konteks pembiayaan UMKM NTT
KUR merupakan fasilitas pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan melalui perbankan kepada pelaku usaha dengan persyaratan tertentu. Di NTT, KUR disalurkan oleh beberapa bank, termasuk bank milik negara dan bank daerah, dengan tujuan mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.
Data dari instansi keuangan pemerintah menunjukkan bahwa secara keseluruhan penyaluran KUR di NTT hingga akhir Februari 2026 mencapai ratusan miliar rupiah dengan ribuan debitur. Kota Kupang tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran KUR terbesar di provinsi itu.
Dengan posisi tersebut, capaian KUR BTN Kantor Cabang Kupang sebesar Rp20,91 miliar untuk sekitar 400 debitur menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan UMKM di NTT. Informasi lebih rinci mengenai sebaran wilayah dan sektor usaha penerima KUR BTN di NTT belum dipublikasikan dalam keterangan Hans.
Sumber
Berita berikutnya

Melki Sebut KKP Siapkan Rp10 Triliun untuk Program Kelautan NTT
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut KKP menyiapkan sekitar Rp10 triliun untuk program kelautan dan perikanan di NTT, mencakup garam, kampung nelayan…
Baca juga


