BTNK Imbau Nelayan Hentikan Penangkapan Ikan Kakatua di Labuan Bajo
Balai Taman Nasional Komodo mengimbau nelayan berhenti menangkap ikan kakatua karena ikan itu menjaga kesehatan terumbu karang. Penjualannya masih ditemukan di pasar dan tempat pelelangan ikan di Labuan Bajo.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Balai Taman Nasional Komodo mengimbau nelayan menghentikan penangkapan ikan kakatua karena ikan itu berperan menjaga kesehatan terumbu karang di kawasan Taman Nasional Komodo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo Hendrikus Rani Siga menyampaikan imbauan itu di Labuan Bajo pada Kamis, 25 Juli 2024.
Menurut Hendrikus, ikan kakatua memakan alga yang dapat menutupi permukaan karang. Ia juga menyebut ikan itu membantu memakan bagian terumbu karang yang sudah mati, sehingga ekosistem karang tetap pulih.
Balai Taman Nasional Komodo menjelaskan edukasi kepada nelayan dilakukan saat mereka melapor di pos jaga sebelum melaut. Lembaga itu juga menyatakan penangkapan dan penjualan ikan kakatua masih ditemukan di Labuan Bajo.
Pantauan di Pasar Rakyat Batu Cermin dan Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo menunjukkan ikan kakatua masih dijual dalam bentuk segar dan ikan yang diawetkan dengan garam. Temuan ini memperlihatkan bahwa upaya konservasi tidak hanya bergantung pada nelayan, tetapi juga pada pedagang dan konsumen.
Balai Taman Nasional Komodo meminta masyarakat tidak membeli dan tidak mengonsumsi ikan kakatua. Jika ikan itu sudah terlanjur tertangkap, lembaga tersebut menganjurkan agar ikan dilepaskan kembali ke laut bila masih memungkinkan.
Peran ekologis ikan kakatua
Ikan kakatua dikenal penting bagi terumbu karang karena membantu mengendalikan pertumbuhan alga. Dalam penjelasan Balai Taman Nasional Komodo, tekanan terhadap karang juga datang dari perubahan suhu air, polusi, dan kekeruhan air.
Dengan berkurangnya alga di permukaan karang, terumbu memiliki ruang lebih baik untuk tumbuh dan menjadi habitat bagi biota laut lain. Karena itu, ikan kakatua dipandang sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem pesisir di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Sejumlah sumber ilmiah dan lembaga konservasi juga menegaskan fungsi ikan kakatua dalam menjaga kesehatan terumbu karang. Penjelasan itu sejalan dengan imbauan Balai Taman Nasional Komodo agar penangkapan dan perdagangan ikan tersebut dihentikan.
Pengawasan dan edukasi
Balai Taman Nasional Komodo menempatkan edukasi sebagai langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku nelayan. Namun, masih ditemukannya ikan kakatua di pasar menunjukkan pengawasan di rantai perdagangan perlu berjalan bersamaan dengan sosialisasi.
Dalam konteks konservasi laut, pengendalian penangkapan spesies yang berperan besar bagi terumbu karang menjadi penting agar tekanan terhadap ekosistem tidak bertambah. Imbauan kepada warga untuk tidak membeli ikan kakatua juga menjadi bagian dari upaya itu.
Hendrikus menekankan perlunya kesadaran bersama agar ikan kakatua tidak lagi diburu untuk dijual atau dikonsumsi. Menurut dia, perlindungan terhadap ikan itu ikut menentukan kesehatan terumbu karang di kawasan Taman Nasional Komodo.
“Jangan makan ikan kakatua, harus ada kesadaran untuk jangan makan, jangan beli,” kata Hendrikus Rani Siga.
Di Labuan Bajo, ikan kakatua bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga soal perlindungan ekosistem pesisir yang menopang kehidupan laut setempat. Karena itu, imbauan Balai Taman Nasional Komodo menjadi bagian dari upaya menjaga karang, ikan, dan rantai kehidupan di laut Flores.
Sumber
Berita berikutnya

BPOLBF dan Warga Kempo Kembangkan Desa Wisata Berbasis Komunitas
Desa Kempo di Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, telah ditetapkan sebagai desa wisata dengan atraksi utama Bukit Golo Cucu dan Gereja Tua Rekas.
Baca juga





