Crowne Plaza Labuan Bajo Resmi Dibuka, Tenaga Kerja Lokal Diutamakan
Crowne Plaza Labuan Bajo, hotel bintang lima yang dikembangkan MMS Land, resmi dibuka pada 24 November 2025.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Crowne Plaza Labuan Bajo, hotel bintang lima yang dikembangkan MMS Land, resmi dibuka pada 24 November 2025 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peresmian hotel ini disebut pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo dan pengembangan ekonomi lokal.
MMS Land, pilar bisnis MMS Group Indonesia di sektor properti dan hospitality, menyatakan kehadiran Crowne Plaza Labuan Bajo ditujukan untuk memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium sekaligus pusat kegiatan MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) di kawasan timur Indonesia. Menurut keterangan resmi perusahaan, hotel ini juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.
Dalam siaran pers MMS Land, Chief Executive Officer MMS Land Andre Chandra Biantoro menyebut Crowne Plaza Labuan Bajo sebagai proyek strategis yang membawa multiplier effect bagi perekonomian lokal. Ia menekankan bahwa pembangunan hotel ini merupakan bentuk kerja sama strategis MMS Land dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya segmen MICE, serta dukungan terhadap agenda nasional pengembangan destinasi super prioritas.
Dorongan Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut kehadiran hotel tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dalam pemberitaan media nasional, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyebut Crowne Plaza Labuan Bajo sebagai hotel percontohan di daerah itu, dengan standar layanan tinggi dan tata kelola yang tertib.
Bupati juga menegaskan kewajiban hotel di Labuan Bajo untuk menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan. Pada kesempatan peresmian Crowne Plaza Labuan Bajo, ia menyampaikan kebijakan agar sedikitnya 60 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal Labuan Bajo dan Manggarai Barat. Kebijakan ini dimaksudkan agar investasi akomodasi premium memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Penekanan pada keterlibatan tenaga kerja lokal sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong agar pengembangan DPSP memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas di destinasi. Pemerintah daerah menempatkan investor sebagai mitra untuk mengisi kebutuhan fasilitas pariwisata, sementara pemerintah bertindak sebagai regulator dan pengarah kebijakan.
Fasilitas dan Peran dalam Ekosistem Pariwisata
Crowne Plaza Labuan Bajo berlokasi di Jalan Yohanes Sehadun, Kelurahan Labuan Bajo, tidak jauh dari Bandara Internasional Komodo. Hotel ini menawarkan 199 kamar dengan desain modern yang berpadu dengan lanskap perbukitan Flores, serta fasilitas yang ditujukan untuk pasar bisnis dan wisata.
Siaran resmi MMS Land menyebut hotel ini dilengkapi ballroom berkapasitas hingga sekitar 180 orang, restoran berkapasitas sekitar 150 tempat duduk, ruang pertemuan multifungsi, pusat kebugaran, kolam renang, dan fasilitas rekreasi lain. IHG Hotels & Resorts, operator jaringan Crowne Plaza, mempromosikan hotel ini sebagai penghubung bisnis dan leisure dengan akses sekitar lima menit berkendara dari bandara.
Dalam rilis IHG Hotels & Resorts ketika mengumumkan kerja sama dengan MMS Land, Crowne Plaza Labuan Bajo digambarkan sebagai bagian dari ekspansi merek Crowne Plaza di Indonesia dan Asia Tenggara. Proyek ini disebut akan menjadi properti premium ketiga IHG di Indonesia, dengan fokus pada pasar MICE dan wisatawan yang ingin menjelajahi Taman Nasional Komodo.
Dampak bagi Ekonomi Lokal
MMS Land menyatakan kehadiran Crowne Plaza Labuan Bajo diharapkan memperkuat ekosistem pariwisata Labuan Bajo melalui peningkatan kapasitas akomodasi dan fasilitas MICE. Perusahaan menargetkan hotel ini menjadi salah satu pusat penyelenggaraan konferensi, pertemuan bisnis, dan acara berskala nasional maupun internasional di Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah daerah mengaitkan investasi hotel ini dengan perluasan peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar destinasi. Dengan bertambahnya tamu dan kegiatan MICE, belanja wisatawan dan peserta pertemuan diharapkan ikut menggerakkan usaha kuliner, kerajinan, dan layanan pendukung lain di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Meski demikian, rincian mengenai nilai investasi dan jumlah tenaga kerja yang diserap Crowne Plaza Labuan Bajo belum disampaikan secara terbuka dalam keterangan resmi MMS Land maupun IHG Hotels & Resorts. Informasi tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk menilai sejauh mana kontribusi ekonomi proyek ini bagi masyarakat Manggarai Barat.
Sumber
- MMS Group Indonesia – Crowne Plaza Labuan Bajo Resmi Dibuka untuk Perkuat Pariwisata Premium di Nusa Tenggara Timur
- Tribunnews – Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan Perlu Sinergi Kuat Pemda dan Swasta
- Detik – Bupati Wajibkan Hotel di Labuan Bajo Serap 60 Persen Tenaga Kerja Lokal
- IHG Hotels & Resorts – Crowne Plaza Labuan Bajo - Flores
Berita berikutnya

Agrowisata Patawang Dorong Desa Mandiri dan Raih Gold Award CSR 2025
Desa Patawang di Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, berkembang sebagai kawasan agrowisata hijau berbasis lingkungan dan edukasi melalui program Hijau Man…
Baca juga




