Dua Kelompok Nelayan Sumba Timur Terima Bantuan Mesin Perikanan
Dua kelompok nelayan di Desa Kuta dan Kelurahan Hambala, Sumba Timur, menerima bantuan dua unit mesin perikanan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI untuk menunjang kegiatan melaut.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Sumba Timur — Dua kelompok nelayan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dua unit mesin perikanan untuk menunjang kegiatan penangkapan ikan di wilayah pesisir setempat menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI).
Kelompok penerima masing-masing adalah Kelompok Nelayan Lonli di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, yang diketuai Antonius Kanduruk, dan Kelompok Nelayan Matawai Amahu di Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, yang diketuai Saleh Abdul Chalid.
Bantuan disalurkan melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, dengan koordinasi lapangan oleh Sofyan Adrian di Sumba Timur.
Skema penyaluran melalui kelompok
Menurut penjelasan Sofyan Adrian, pengajuan bantuan dilakukan melalui kelompok nelayan sebagai jalur administrasi dan koordinasi.
Namun, status penerima bantuan ditetapkan secara perorangan.
Anggota yang namanya tercatat sebagai penerima tercatat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas unit bantuan yang diterima, termasuk kewajiban merawat dan menggunakan mesin sesuai peruntukan.
Penegasan ini disampaikan untuk mencegah kesalahpahaman di antara anggota kelompok mengenai kepemilikan bantuan dan pemanfaatan mesin perikanan.
RRI melaporkan bahwa skema aspirasi memungkinkan lebih dari satu anggota dalam satu kelompok menerima bantuan dengan jenis peralatan berbeda, seperti mesin perahu, jaring, boks ikan berbahan serat, dan perlengkapan penangkapan ikan lainnya.
Detail bantuan dan harapan nelayan
Laporan RRI menyebutkan bahwa bantuan yang diserahkan berupa dua unit mesin perikanan kepada dua kelompok nelayan Lonli dan Matawai Amahu untuk mendukung kegiatan melaut dan penangkapan ikan.
Bantuan diharapkan membantu mengurangi kendala operasional nelayan, memperkuat kemampuan melaut, dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga nelayan di Desa Kuta dan Kelurahan Hambala.
Dalam laporan itu, Sofyan Adrian menyampaikan agar setiap penerima menjaga dan merawat mesin perikanan yang diterima, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia juga membuka kemungkinan pengajuan bantuan lanjutan pada tahun berikutnya, dengan jenis mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan setempat, seperti mesin tempel dan jenis mesin lain yang lazim digunakan untuk perahu nelayan.
Respons pemerintah desa dan konteks pesisir
Laporan RRI menyebut Kepala Desa Kuta, Ngiru Talu Meha, menyambut baik penyerahan bantuan mesin perikanan kepada kelompok nelayan di desanya.
Ia meminta agar mesin digunakan aktif untuk melaut, bukan hanya disimpan, serta mengingatkan pentingnya kekompakan kelompok dan pengelolaan hasil tangkapan secara terbuka.
Bantuan ini berada dalam konteks kebutuhan sarana produksi bagi masyarakat pesisir Sumba Timur.
Di beberapa daerah lain di Indonesia, program bantuan perahu dan mesin kepada nelayan terbukti membantu memperkuat ekonomi berbasis sumber daya kelautan, meski keberhasilan bergantung pada pendataan penerima, pendampingan, dan kemampuan perawatan alat.
RRI melaporkan penyerahan bantuan mesin perikanan di Desa Kuta dan Kelurahan Hambala pada 10 September 2026.
Tanggal kegiatan penyerahan dalam laporan tersebut menjadi rujukan peristiwa bagi masyarakat nelayan penerima bantuan di Sumba Timur.
Sumber
Berita berikutnya

Sumba Foundation Gelar Pemeriksaan Mata Gratis, Kacamata Rp20 Ribu
Sumba Foundation bersama Foresight Australia mengadakan bakti sosial pemeriksaan mata gratis di Sumba selama empat hari.
Baca juga




