NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Sumba Foundation Gelar Pemeriksaan Mata Gratis, Kacamata Rp20 Ribu

Sumba Foundation bersama Foresight Australia mengadakan bakti sosial pemeriksaan mata gratis di Sumba selama empat hari.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Napu Valley in East Sumba, Indonesia.
Foto arsip: Napu Valley in East Sumba, Indonesia. · Foto: 06Ivonne / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

SumbaSumba Foundation bersama organisasi kemanusiaan Foresight dari Australia menggelar bakti sosial pemeriksaan mata gratis bagi warga Sumba pada Senin hingga Kamis, 9 September 2026, di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Warga yang membutuhkan kacamata dapat memperolehnya dengan biaya sekitar Rp20 ribu per kacamata, sedangkan pasien yang terindikasi katarak mendapat rujukan operasi gratis sesuai hasil pemeriksaan dan ketersediaan layanan.

Menurut laporan RRI Kupang, kegiatan pemeriksaan mata ini menyasar warga dengan keluhan rabun jauh, rabun dekat, hingga katarak. Pelayanan dilakukan secara terpadu dan terbuka bagi masyarakat yang datang ke lokasi pemeriksaan dengan membawa kartu identitas.

RRI menyebut layanan ini merupakan kolaborasi Sumba Foundation dan Foresight yang telah menjalankan Sumba Eye Program sejak 2008 untuk memperluas akses layanan mata di Pulau Sumba. Foresight sebelumnya melaporkan kunjungan tim ke RSUD Waikabubak pada April 2026 untuk memperkuat layanan mata berkelanjutan di Sumba Barat.

Pelayanan di rumah sakit dan lapangan

Menurut RRI, pelayanan berlangsung selama beberapa hari, dari Senin sampai Kamis. Selain pelayanan di lokasi utama, tim pemeriksaan turun langsung ke lapangan untuk menjangkau warga di sejumlah wilayah.

Pada Selasa, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Wanokaka. Pemeriksaan dilanjutkan di Tanah Riu pada Rabu dan Kamis menjadi hari terakhir pelaksanaan bakti sosial. Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan diminta datang ke Rumah Sakit Umum pada pagi hari untuk mengambil nomor antrean dengan membawa kartu identitas.

Setelah mendapatkan nomor antrean, warga mengikuti pemeriksaan mata sesuai jadwal yang diberikan petugas. Informasi mengenai kegiatan disebarkan melalui puskesmas dan media sosial agar menjangkau lebih banyak warga.

Tenaga medis lokal terlibat

Pelayanan pemeriksaan mata melibatkan dokter mata, optometris, perawat, dan tenaga kesehatan lain. Dokter mata dari Caritas dan tenaga kesehatan dari rumah sakit maupun puskesmas setempat turut membantu pemeriksaan dan penanganan pasien.

Foresight dalam laporan program Sumba Eye Program menyebut pendekatan mereka berfokus pada pembangunan sistem layanan mata yang berkelanjutan melalui kemitraan dengan tenaga kesehatan lokal, termasuk peningkatan kapasitas klinik dan alur pelayanan pasien. Sumba Foundation di sisi lain mengelola program pelayanan mata sepanjang tahun berupa skrining dan distribusi kacamata di klinik mereka di Sumba.

Kacamata murah dan rujukan operasi katarak

Dalam kegiatan ini, warga yang mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan kacamata mendapatkan bantuan kacamata dengan biaya sekitar Rp20 ribu per unit. RRI tidak merinci jenis kacamata yang diberikan maupun waktu pengambilannya.

Warga yang terindikasi mengalami katarak mendapat rujukan untuk menjalani operasi katarak gratis. Rujukan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan mempertimbangkan ketersediaan layanan operasi di fasilitas kesehatan rujukan.

Menurut RRI, pasien katarak yang belum masuk antrean operasi atau ketika kuota operasi di rumah sakit tertentu telah terpenuhi dapat diarahkan ke Rumah Sakit Karitas Weetebula yang memiliki dokter mata untuk menangani operasi katarak. Foresight dalam laporan programnya menyebut kerja sama dengan rumah sakit setempat untuk memperkuat pemeriksaan dan tindakan operasi sebagai bagian dari pengembangan layanan mata di Sumba.

RRI tidak mencantumkan jumlah warga yang diperiksa maupun jumlah kacamata yang disalurkan. Laporan Foresight mengenai kunjungan April 2026 ke RSUD Waikabubak menyebut ratusan pasien diperiksa dalam satu rangkaian kegiatan dan ratusan kacamata dibagikan, namun tidak merinci angka khusus untuk bakti sosial yang berlangsung pada September 2026.

Warga yang ditemukan mengalami gangguan mata dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan mendapat rekomendasi untuk memperoleh layanan di rumah sakit. Mekanisme ini memungkinkan hasil pemeriksaan awal ditindaklanjuti melalui fasilitas kesehatan yang tersedia di Sumba.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.