NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Festival Lamaholot 2026 Digelar 1–4 Juli di Lembata

Festival Lamaholot 2026 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Festival ini memadukan pameran tenun, pertunjukan seni, tur desa wisata, dan promosi ekonomi kreatif komunitas Lamaholot, dengan tiket masuk gratis.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Lembata —Festival Lamaholot 2026 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dengan menampilkan kekayaan budaya dan produk ekonomi kreatif komunitas Lamaholot dari berbagai wilayah di NTT. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya unggulan yang memadukan pertunjukan seni, pameran tenun, promosi desa wisata, dan kunjungan ke kampung adat.

Menurut informasi resmi promosi pariwisata, festival bertempat di Kabupaten Lembata dengan tiket masuk gratis. Festival ini merayakan budaya komunitas adat Lamaholot yang tersebar di Flores Timur, Adonara, Solor, Lembata, dan Alor, sekaligus memperkenalkan destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif daerah.

Rangkaian Festival Lamaholot 2026

Laporan radio publik dan media lokal menyebut Festival Lamaholot 2026 digelar sejak 1 hingga 4 Juli 2026 di Lembata, dengan semangat pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Lamaholot. Lokasi utama kegiatan antara lain kawasan Pantai Wulen Luo di Lewoleba, yang menjadi pusat pameran tenun, produk UMKM, dan pentas seni budaya.

Selama festival, panitia menampilkan beragam kekayaan budaya: tenun tradisional, pertunjukan tari, musik tradisional, kuliner khas, serta pameran produk UMKM dan promosi destinasi wisata. Karnaval budaya, lomba pentas seni, dan pertunjukan musik digelar pada malam hari di Pantai Wulen Luo, dengan jadwal yang berlangsung hingga pukul 22.00 WITA.

Pemerintah Kabupaten Lembata menyebut pelaksanaan Festival Lamaholot bukan sekadar pertemuan budaya, tetapi momentum meneguhkan kembali nilai-nilai persaudaraan, kekerabatan, dan gotong royong dalam membangun daerah. Pemerintah daerah berharap festival yang berulang kali masuk dalam program Karisma Event Nusantara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Tenun, desa wisata, dan post tour

Tenun Lamaholot menjadi salah satu materi utama dalam festival. Promosi pariwisata nasional menyebut pameran tenun tradisional dan modern dari 10 kabupaten, dengan penekanan pada warisan budaya dan kreativitas desain berbasis tradisi. Di kawasan Pantai Wulen Luo, pameran menampilkan karya penenun dan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah di NTT.

Festival juga menggabungkan promosi paket wisata dan pengembangan desa wisata berkelanjutan. Informasi asosiasi pelaku wisata mencatat bahwa Lamaholot Festival 2026 menjadi contoh pengembangan pariwisata berbasis komunitas, melalui kunjungan ke kampung adat, demonstrasi tenun, pertunjukan budaya, dan kegiatan konservasi lingkungan seperti wisata mangrove.

Selama rangkaian kegiatan, wisatawan diajak mengikuti post tour ke sejumlah desa dan kampung adat, termasuk Dapur Alam Atakore, Kampung Atawolo, kawasan wisata mangrove di Desa Muruona, serta Kampung Adat Lamagute. Dalam beberapa paket wisata, kunjungan ke kampung tenun, kampung adat, dan atraksi budaya seperti Buka Badu dan Muro menjadi bagian dari pengalaman festival.

Wisatawan dan dampak ekonomi lokal

Promosi resmi dan pemberitaan menyebut kehadiran wisatawan mancanegara sebagai salah satu unsur penting Festival Lamaholot 2026. Wisatawan internasional mengikuti karnaval budaya, pameran tenun, serta tur ke desa wisata, dan berinteraksi langsung dengan komunitas Lamaholot.

Pemerintah Kabupaten Lembata dan asosiasi pelaku wisata menilai festival ini berkontribusi pada pemulihan ekonomi lokal pascapandemi, terutama melalui aktivitas UMKM, penenun, pelaku pariwisata, dan penyedia jasa tur. Pelaksanaan festival juga dimanfaatkan berbagai pihak, antara lain perusahaan listrik negara yang menggelar program promosi dan undian bagi pelanggan selama acara berlangsung.

Promosi pariwisata menempatkan Festival Lamaholot sebagai ajang tahunan untuk memperkenalkan kekayaan sosial budaya Lamaholot ke tingkat nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antarkabupaten. Melalui penguatan jaringan desa wisata, kegiatan budaya, dan ekowisata seperti mangrove, festival di Lembata diharapkan menjadi destinasi budaya dan pariwisata unggulan NTT.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.