Flores Punya Ribuan Gereja, BPOLBF Susun Jalur Ziarah Katolik
Flores disebut memiliki ribuan gereja Katolik dan sejumlah festival religi yang kini dipetakan dalam rute ziarah oleh BPOLBF dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Gagasan menjadikan Pulau Flores sebagai jalur ziarah Katolik kembali mengemuka seiring pemetaan potensi gereja dan situs religi oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam berbagai bahan resmi BPOLBF, Flores disebut memiliki banyak gereja Katolik, dengan angka yang dikutip mencapai sekitar 2.710 gereja yang tersebar di daratan pulau tersebut. Angka ini digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar pengembangan wisata religi Katolik.
Untuk mengembangkan potensi tersebut, BPOLBF pada 2024 meluncurkan travel pattern atau peta perjalanan ziarah religi Katolik di Labuan Bajo pada 10 Agustus 2024, dan peta perjalanan ziarah religi Katolik Pulau Flores pada 27 September 2024. Peta perjalanan ini mulai merinci beberapa gereja dan lokasi ziarah sebagai rute kunjungan.
Angka 2.710 gereja dalam dokumen resmi
Dalam profil resmi BPOLBF, Flores digambarkan sebagai wilayah dengan “banyak gereja”, dengan keterangan bahwa tak kurang dari 2.710 gereja Katolik tersebar di daratan Pulau Flores. Pernyataan serupa muncul dalam laporan media lokal yang mengutip keterangan BPOLBF mengenai jumlah gereja dan situs Katolik di Flores.
Dokumen tersebut tidak merinci daftar lengkap 2.710 gereja atau metodologi pendataan, namun angka itu dipakai sebagai indikator skala potensi wisata religi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah dan otorita pariwisata.
Selain gereja, BPOLBF juga menyebut keberadaan biara, seminari, dan gua Maria yang menjadi tujuan ziarah umat Katolik sebagai bagian dari warisan sejarah kekatolikan di Flores.
Semana Santa Larantuka dan data peziarah
Salah satu pilar utama wisata religi Katolik di Flores adalah prosesi Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur mencatat 23.123 peziarah mengikuti Semana Santa 2024.
Dari jumlah tersebut, 7.753 peziarah berasal dari luar Keuskupan Larantuka dan 15.460 peziarah berasal dari dalam Keuskupan Larantuka. Data ini digunakan pemerintah daerah sebagai dasar pengembangan kawasan wisata religi yang terhubung dengan prosesi Pekan Suci di Larantuka.
Dalam kajian pengembangan kelurahan wisata, angka peziarah Semana Santa 2024 juga kembali dicantumkan dengan komposisi serupa, menegaskan posisi Larantuka sebagai salah satu magnet ziarah Katolik di Indonesia.
Festival Bale Nagi dan Golo Koe dalam kalender event
Selain Semana Santa, sejumlah festival bernuansa religi dan budaya ikut memperkuat gagasan jalur ziarah Katolik di Flores. Festival Bale Nagi di Larantuka digelar pada 2–6 April 2024 dengan karnaval budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Lamaholot dan terhubung dengan ritus Semana Santa.
Di Labuan Bajo, Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara digelar pada 10–15 Agustus 2024 sebagai prosesi dan perayaan devosi Maria yang melibatkan gereja-gereja dan komunitas lokal. Festival ini telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga menjadi agenda nasional yang juga diposisikan sebagai destinasi wisata religi.
BPOLBF memasukkan Festival Bale Nagi dan Festival Golo Koe dalam kalender event 2024 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan religius dan budaya yang mendukung promosi Flores sebagai destinasi wisata religi.
Langkah awal jalur ziarah Katolik Flores
Bahan kinerja BPOLBF tahun 2024 menjelaskan bahwa peluncuran peta perjalanan ziarah Katolik di Labuan Bajo dan Pulau Flores menjadi salah satu program prioritas. Peta ini menandai tahap awal pembentukan rute ziarah yang menghubungkan gereja, gua Maria, dan situs rohani lainnya.
Rute Labuan Bajo, misalnya, mencakup Gereja Roh Kudus Labuan Bajo, Paroki Bunda Segala Bangsa Waeksambi, Gereja St. Petrus Paroki Sernaru, Gereja Stella Maris Labuan Bajo, Yayasan St. Damian, Gereja Sta. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Marombok, serta sejumlah lokasi rohani lain di sekitar kota.
Meski angka 2.710 gereja sering dikutip sebagai ukuran potensi, dokumen yang tersedia sejauh ini baru menampilkan sebagian rute dan nama gereja yang masuk dalam peta perjalanan. Pemerintah pusat dan BPOLBF masih menyusun pengembangan lebih lanjut dengan menautkan prosesi keagamaan, festival budaya, dan situs ziarah dalam satu kerangka wisata religi Pulau Flores.
Sumber
- Viva NTT - Menghitung Hari Menuju Semana Santa 2025
- Dian Timur - Sambut Semana Santa Larantuka 2025, BPOLBF Dukung Peningkatan Destinasi Wisata Religi Katolik di Flores
- Draft Laporan Kinerja BPOLBF TA 2024 (versi di situs BPOLBF)
- Kelurahan Wisata Lokomotif Kebangkitan Perekonomian Daerah (dokumen di Scribd)
- Kumparan Travel - Sandiaga: Pulau Flores, NTT, Secara Khusus Memiliki Potensi Wisata Religi
- Authentic Indonesia Blog - East Nusa Tenggara Calendar of Event 2024
- Detik Bali - Festival Golo Koe di Labuan Bajo 10-15 Agustus 2024
- Herald Malaysia - Indonesian island set to become an international Catholic pilgrim destination
- Timex Kupang - Pulau Flores Dijadikan Destinasi Wisata Religi Katolik Indonesia
- Dokumen BPOLBF - Pelaksana Tugas Direktur Utama
- Tribun Flores - 4 Festival Budaya di NTT Masuk Katalog 110 Karisma Event Nusantara 2025
- Flores Genuine - Launching Calender of Event 2024, BPOLBF Gelar Diskusi Bersama Media
- KPPN Larantuka, DJPb Kemenkeu - Festival Bale Nagi Tahun 2024
- InfoPublik - Festival Golo Koe Ketiga Siap Digelar Agustus 2024
Berita berikutnya

Imigrasi Labuan Bajo Deportasi Turis Malaysia Berinisial CGH
Kantor Imigrasi Labuan Bajo mendeportasi warga negara Malaysia berinisial CGH, 47 tahun, dari Labuan Bajo ke Malaysia pada 1 September 2024.
Baca juga


