Kadin NTT Siapkan Bibit Kopi dan Kakao untuk Pemulihan Flores
Kadin NTT mengaitkan pelantikan pengurus kabupaten dengan aksi sosial dan pemulihan ekonomi Flores pascagempa.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Ende — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur mendorong percepatan pemulihan ekonomi Pulau Flores pascagempa melalui konsolidasi dunia usaha dan pemerintah, bersamaan dengan rangkaian pelantikan pengurus Kadin di sejumlah kabupaten di Flores.
Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto menyampaikan gagasan tersebut kepada RRI pada Kamis, 10 September 2026. Ia menegaskan pelantikan pengurus bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk menjalankan aksi sosial dan menyusun langkah pemulihan ekonomi.
Menurut Bobby, pemulihan ekonomi Flores perlu dilakukan bertahap dengan memperhatikan kondisi infrastruktur dan jalur distribusi barang. Sejumlah pelabuhan yang terdampak gempa dinilai perlu segera dipulihkan agar arus komoditas dari Flores ke Jawa maupun pasokan barang dari luar daerah kembali lancar.
Sejak Senin, 7 September 2026, Kadin NTT memulai perjalanan darat dari Ende ke sejumlah wilayah Flores untuk melantik pengurus Kadin kabupaten sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa. Menurut pemberitaan Sergap, sedikitnya tujuh kepengurusan Kadin kabupaten telah bergerak sejak hari pertama gempa untuk membantu masyarakat.
Bantuan sosial yang disalurkan mencakup sembako, tenda, terpal, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya. Bobby mengatakan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat dan dunia usaha pascabencana.
Pertanian dan perkebunan sebagai penggerak pendapatan
Selain bantuan tanggap darurat dan dorongan pemulihan infrastruktur, Kadin NTT menyiapkan penguatan sektor pertanian dan perkebunan di Flores. Menurut RRI, komoditas yang menjadi fokus adalah kopi dan kakao melalui pengadaan jutaan bibit unggul dengan metode sambung pucuk di sejumlah kabupaten.
Bibit kopi dan kakao itu diharapkan mulai disalurkan pada akhir 2026 dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Bobby menggarisbawahi pentingnya sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang ekonomi rumah tangga di Flores.
Rencana pengadaan bibit menunjukkan upaya Kadin NTT menghubungkan fase tanggap darurat dengan pemulihan mata pencaharian jangka menengah. Namun, laporan yang tersedia belum merinci kabupaten penerima, jumlah bibit per wilayah, mekanisme distribusi, maupun skema pendampingan petani.
Infrastruktur, rumah sakit lapangan, dan konsolidasi usaha
Dalam wawancara dengan RRI, Bobby menilai pemulihan pelabuhan dan jalur distribusi sangat penting untuk menggerakkan kembali perdagangan dan arus komoditas Flores. Ia mendorong pengurus Kadin kabupaten yang baru dilantik segera bekerja bersama pemerintah dan asosiasi usaha untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.
Sektor yang disebut perlu digerakkan kembali meliputi pariwisata, perhotelan, konstruksi, perumahan, perdagangan, dan distribusi barang. Bobby menegaskan pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi harus dilanjutkan dengan kebangkitan kegiatan usaha masyarakat dan UMKM.
Gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berkekuatan M 7,8 dan berdampak luas pada infrastruktur, termasuk fasilitas kesehatan. Pelayanan RSUD Ruteng dialihkan ke rumah sakit lapangan di kawasan Bandara Frans Sales Lega, dengan tenda medis untuk menampung pasien.
Rumah Sakit Lapangan Frans Sales Lega Ruteng yang dibangun Kementerian Kesehatan memiliki standar pelayanan setara rumah sakit tipe C dengan kapasitas sekitar 175 tempat tidur. Menurut humas rumah sakit, tenda dan drainase sempat terkendala hujan namun kemudian diperbaiki agar pelayanan tetap aman.
Untuk memperluas dukungan pemulihan, Kadin NTT menggalang solidaritas dunia usaha melalui jejaring Kadin Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha. RRI melaporkan Kadin NTT menerima komitmen dukungan dana hingga miliaran rupiah dari sejumlah yayasan untuk membantu pembangunan kembali fasilitas masyarakat dan rumah ibadah di wilayah terdampak.
Bobby menyebut kekuatan jejaring dunia usaha sebagai modal penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi Flores pascabencana dan mendorong pelaku usaha mulai melihat peluang di tengah proses pemulihan. Ia berharap pengurus Kadin kabupaten menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan di daerah masing-masing.
Konteks gempa dan langkah lanjutan
Gempa Flores 2026 menyebabkan kerusakan luas di beberapa kabupaten, termasuk Ruteng dan Ende, serta mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah. Pasien RSUD Ruteng dan rumah sakit di Sikka serta Ende sempat dievakuasi ke tenda dan fasilitas sementara karena kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.
Di Ende, pelantikan pengurus Kadin kabupaten periode 2026–2031 pada 7 September 2026 turut diarahkan untuk fokus pada pemulihan ekonomi pascabencana. Ketua Kadin Ende Syarifudin Jufri menyatakan komitmen mengembalikan akses pasar bagi petani dan nelayan serta menggerakkan kembali sektor ekonomi unggulan daerah.
Melalui konsolidasi organisasi, aksi sosial, dan rencana penguatan pertanian serta perkebunan, Kadin NTT dan Kadin kabupaten di Flores berupaya menjadikan fase pemulihan pascagempa sebagai peluang menata ulang kegiatan usaha dan pendapatan masyarakat.
Sumber
- RRI Ende - "Kadin NTT Dorong Pemulihan Ekonomi Flores Pascagempa"
- SERGAP - "Road Trip KADIN NTT, Lantik Pengurus di Empat Kabupaten Sekaligus Salurkan Bantuan Gempa Flores"
- Wikipedia Bahasa Indonesia - "Gempa bumi Flores 2026"
- TribunFlores.com - "Bukan Sekadar Tenda, RS Lapangan Frans Sales Lega Ruteng Sudah Tangani 151 Korban Gempa"
- Detikcom - Kanal Gempa NTT dan Bandara Frans Sales Lega
- Metrotvnews.com - "Pelayanan RSUD Ruteng Dialihkan ke RS Lapangan"
Berita berikutnya

Sikka Pulih, Nelayan Kembali Melaut Setelah Gempa 15 Agustus 2026
Aktivitas perikanan Sikka mulai pulih setelah gempa 15 Agustus 2026. Nelayan kembali melaut, dan tuna serta cakalang kembali dipasok ke perusahaan pen…
Baca juga


