Karantina Reo Periksa 3.319 Ternak Sebelum Dikirim
Hingga 31 Juli 2023, Stasiun Karantina Pertanian Ende mencatat 3.319 ekor ternak dilalulintaskan melalui Pelabuhan Reo. Ternak asal Flores itu diperiksa sebelum dikirim ke sejumlah daerah di luar NTT.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Stasiun Karantina Pertanian Ende mencatat 3.319 ekor ternak dilalulintaskan melalui Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hingga 31 Juli 2023. Ternak itu berasal dari sejumlah kabupaten di Pulau Flores dan dikirim ke daerah di luar NTT.
Data tersebut disampaikan Penanggung Jawab Karantina Pertanian Ende Wilayah Kerja Reo, Imam Kamaludin, dalam laporan media pada 31 Juli 2023. Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ternak yang keluar dari wilayah itu memenuhi syarat kesehatan.
Rincian ternak yang sudah dilalulintaskan pada periode Januari hingga 31 Juli 2023 terdiri atas 1.294 sapi, 1.392 kerbau, 39 kuda, dan 594 kambing. Laporan itu juga menyebut asal ternak berasal dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Sejumlah pengiriman tujuan yang disebutkan dalam laporan itu antara lain Banjarmasin, Jeneponto, Palembang, Bogor, dan Bekasi. Salah satu pengiriman yang dicatat adalah 114 kerbau jantan yang diberangkatkan melalui Pelabuhan Laut Kedindi Reo menuju Jeneponto pada 27 Juli 2023.
Tahap pemeriksaan
Sebelum diberangkatkan, ternak lebih dulu diperiksa oleh dinas peternakan setempat. Hasil pemeriksaan itu menjadi dasar penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan rekomendasi pengeluaran.
Setelah dokumen awal lengkap, ternak masuk ke Instalasi Karantina Hewan Reo untuk menjalani pengasingan dan pengamatan selama 14 hari. Selama masa itu, petugas karantina memeriksa kondisi fisik dan klinis hewan setiap hari.
Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan untuk menekan risiko penularan penyakit. Dalam laporan itu, disinfeksi disebut dilakukan setiap tiga hari sekali.
Petugas juga mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Rose Bengal Test dipakai untuk mendeteksi bruselosis, real time polymerase chain reaction untuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku, dan uji ulas darah untuk mendeteksi surra.
Jika masa karantina selesai, hasil laboratorium negatif, dan dokumen lengkap, karantina menerbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan atau KH-11. Dokumen ini menjadi syarat sebelum ternak diberangkatkan.
Dalam laporan yang sama, masih ada 435 ternak yang sedang berada dalam masa karantina di Instalasi Karantina Hewan Reo. Jumlah itu terdiri atas 320 sapi, 90 kerbau, dan 25 kuda.
Pengawasan lalu lintas ternak
Kepala Karantina Pertanian Ende Komarudin mengatakan pengawasan diperkuat di pintu masuk dan keluar wilayah untuk mencegah penyebaran penyakit hewan, termasuk antraks. Pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi ternak, tetapi juga dokumen yang menyertai setiap media pembawa.
Pelabuhan Reo menjadi salah satu simpul penting lalu lintas ternak antardaerah di Flores. Pemerintah melalui unit karantina di Reo memeriksa kesehatan dan kelengkapan dokumen sebelum hewan dipindahkan ke daerah tujuan.
Daftar instalasi karantina menunjukkan Wilker Reo berada di Jalan Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Dalam daftar yang sama, kapasitas Instalasi Karantina Hewan Wilker Reo tercatat 312 ekor.
Sumber
Berita berikutnya

103 Guru di Manggarai Barat Lulus Program Guru Penggerak
Dinas PKO Manggarai Barat mendorong guru mengikuti Program Guru Penggerak untuk memperkuat pembelajaran berpusat pada murid.
Baca juga


