Komisi IX dan Wagub NTT Dorong Cath Lab RSUD Komodo Aktif Kembali
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Komisi IX DPR RI meninjau RSUD Komodo, Labuan Bajo, pada 24 Juli 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma bersama Komisi IX DPR RI mendorong percepatan operasional layanan catheterization laboratory (Cath Lab) di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk memastikan penanganan cepat bagi pasien serangan jantung tanpa hambatan administrasi dan kerja sama pembiayaan.
Kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke RSUD Komodo berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, dipimpin Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene dan didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma. Menurut laporan RRI, kunjungan difokuskan pada evaluasi operasional Cath Lab yang menjadi andalan penanganan pasien penyakit jantung di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya.
Dalam pertemuan itu, anggota Komisi IX DPR RI Kamal mengingatkan bahwa penanganan pasien serangan jantung memiliki golden hour sekitar 120 menit sehingga tindakan medis tidak boleh tertunda akibat persoalan administrasi maupun proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Menurut RRI, Johni Asadoma menyampaikan bahwa pemerintah provinsi membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk penguatan layanan kesehatan, termasuk fasilitas strategis di Labuan Bajo yang menopang masyarakat dan wisatawan. Komisi IX DPR RI juga menilai Cath Lab RSUD Komodo berperan strategis sebagai penopang layanan kegawatdaruratan bagi wisatawan di Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas.
Instruksi Bupati dan komitmen pembiayaan
Menanggapi paparan Komisi IX dan BPJS Kesehatan, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menginstruksikan manajemen RSUD Komodo untuk segera mengoperasikan kembali layanan darurat Cath Lab. Ia menegaskan agar pasien serangan jantung mendapatkan tindakan terlebih dahulu tanpa menunggu penyelesaian administrasi pembiayaan.
Bupati Endi memastikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat siap menanggung biaya pelayanan pasien gawat darurat yang belum terakomodasi dalam jaminan BPJS Kesehatan. Kebijakan itu, menurut RRI, tidak hanya berlaku bagi warga Manggarai Barat, tetapi juga bagi pasien rujukan dari kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan tindakan penyelamatan jiwa.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari BPJS Kesehatan. Asisten Deputi Direksi Kerja Sama Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan, dr. Nur Indah Yuliaty, menyatakan siap mempercepat proses kredensialing layanan kardiointervensi RSUD Komodo begitu seluruh persyaratan diajukan. Menurut RRI, BPJS membuka ruang diskresi agar kerja sama pelayanan Cath Lab dapat segera berjalan tanpa harus menunggu siklus administrasi reguler.
Komisi IX DPR RI juga meminta BPJS Kesehatan memperkuat pendampingan kepada rumah sakit dalam memenuhi persyaratan kerja sama dan menyesuaikan perubahan regulasi agar pelayanan kepada pasien tidak terhambat.
Peran RSUD Komodo dan Cath Lab bagi Labuan Bajo
RSUD Komodo adalah rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang disiapkan menjadi rumah sakit bertaraf internasional untuk mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa Cath Lab di RSUD Komodo merupakan alat perdana yang dipasang di Pulau Flores dan digunakan untuk tindakan angiografi koroner pada pasien jantung koroner. Detik melaporkan bahwa peralatan Cath Lab telah terpasang dan dilengkapi dengan ruangan Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU) untuk pasien pascatindakan jantung.
Menurut DPR dan RRI, keberadaan Cath Lab di RSUD Komodo dinilai penting dan strategis bukan hanya sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Manggarai Barat, tetapi juga sebagai penopang layanan kegawatdaruratan bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Melalui kunjungan kerja 23–24 Juli 2026, Komisi IX DPR RI, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, manajemen RSUD Komodo, dan BPJS Kesehatan menyepakati bahwa pasien serangan jantung yang membutuhkan tindakan darurat harus segera ditangani menggunakan fasilitas Cath Lab tanpa menunggu proses administrasi, dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah dan percepatan kerja sama BPJS Kesehatan.
Sumber
- NTT ViVa - Komisi IX DPR Dorong Kateterisasi Jantung RSUD Komodo Aktif Lagi
- RRI Kupang - NTT Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Nasional
- DPR RI News - Ranny Fahd Arafiq: Labuan Bajo sebagai DPSP Harus Diimbangi Layanan Kesehatan dan SDM
- Detik - Sempat Bikin Menkes Deg-degan, RSUD Komodo Siap Layani Delegasi KTT ASEAN
- Kementerian Kesehatan RI - Operasi Perdana Menggunakan Cath Lab di RSUD Komodo
Berita berikutnya

BPOLBF Perkuat Kolaborasi untuk Tiga Event KEN 2026 di NTT
BPOLBF menggelar forum kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Labuan Bajo untuk menyukseskan Festival Golo Koe 2026, salah satu dari tiga event NTT…
Baca juga





