Kunjungan Wisatawan ke Sumba Timur Tembus 30.340 Hingga September 2025
Pemkab Sumba Timur mencatat 30.340 kunjungan wisatawan sejak awal 2025 hingga September 2025, terdiri atas 4.211 wisatawan mancanegara dan 26.129 wisatawan nusantara.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mencatat 30.340 kunjungan wisatawan sejak awal tahun hingga September 2025, terdiri atas 4.211 wisatawan mancanegara dan 26.129 wisatawan nusantara, menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur yang disampaikan pejabat setempat pada November 2025.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, Yudi Umbu Rawambaku, menjelaskan bahwa lonjakan kunjungan tersebut menjadi indikator pemulihan dan penguatan aktivitas ekonomi daerah.
Ia menyebut arus wisatawan yang terus meningkat sejak masa pemulihan pascapandemi sebagai peluang untuk memperluas lapangan kerja dan mendorong investasi di sektor pariwisata.
Perkembangan kunjungan 2021–2025
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur menunjukkan tren kunjungan wisatawan yang relatif tinggi dalam lima tahun terakhir.
Pada 2021 tercatat 16.539 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 46.298 kunjungan pada 2022.
Jumlah itu turun menjadi 38.854 kunjungan pada 2023, sebelum kembali naik menjadi 41.812 kunjungan pada 2024.
Memasuki 2025, beberapa publikasi yang merujuk data Disparbud Sumba Timur mencatat total kunjungan sepanjang tahun mencapai 41.524 orang, terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara.
Angka 30.340 kunjungan hingga September 2025 yang disampaikan Yudi Umbu Rawambaku dengan komposisi 4.211 wisatawan mancanegara dan 26.129 wisatawan nusantara menggambarkan capaian sementara sebelum penutupan data tahunan.
Komposisi wisatawan dan fokus pengembangan
Dari total 30.340 kunjungan hingga September 2025, wisatawan nusantara menyumbang sekitar 86 persen, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 14 persen.
Data yang diungkapkan Yudi Umbu Rawambaku menunjukkan bahwa dominasi wisatawan nusantara tetap menjadi penopang utama kunjungan ke Sumba Timur, sementara pangsa wisatawan mancanegara bergerak naik seiring promosi destinasi dan kemudahan akses.
Dalam beberapa wawancara dan publikasi, pejabat Disparbud Sumba Timur menekankan pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan aspek destinasi, pemasaran, industri, kelembagaan, dan sumber daya manusia.
Menurut mereka, penguatan lima ekosistem tersebut dipandang penting untuk memastikan pertumbuhan kunjungan wisatawan berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Konteks kebijakan dan peluang ekonomi
Tren kenaikan kunjungan sejak 2021 mendorong pemerintah daerah memperkuat perencanaan pariwisata dalam dokumen kebijakan, termasuk target kunjungan dan indikator lama tinggal wisatawan.
Sejumlah laporan investasi mencatat bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Sumba Timur membuka peluang pengembangan akomodasi dan properti wisata kelas menengah hingga premium.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha disebut memanfaatkan momentum tersebut dengan memperluas jaringan promosi dan meningkatkan kualitas layanan, sambil tetap mengantisipasi dampak sosial dan lingkungan dari lonjakan kunjungan.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Sumba Timur Revitalisasi Sekolah dan Siapkan Sekolah Terintegrasi
Dinas Pendidikan Sumba Timur menyatakan puluhan sekolah di wilayah itu tengah dibenahi melalui program revitalisasi sarana dan prasarana.
Baca juga




