Kupang Revitalisasi Sekber SPAB, 17 Sekolah Jadi Sasaran Program GenRe
Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Save the Children dan CIS Timor merevitalisasi Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana melalui Program Generasi Ready.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, memperkuat penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui lokakarya penyusunan rencana kerja Sekretariat Bersama SPAB Program Generasi Ready (GenRe) di Aula Hotel Kristal Kupang, Kamis, 3 September 2026.
Langkah ini ditempuh bersama Save the Children dan CIS Timor dengan sasaran awal sebanyak 17 sekolah di Kabupaten Kupang. Revitalisasi Sekber SPAB diarahkan untuk memperkuat perlindungan anak dan kesiapsiagaan sekolah menghadapi potensi bencana.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan, membuka lokakarya dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun sekolah yang tangguh terhadap bencana serta melindungi peserta didik dari risiko bencana.
Target 17 sekolah dan peran program GenRe
Menurut pemberitaan RRI Kupang, Program GenRe yang dijalankan Save the Children bersama CIS Timor di Kabupaten Kupang menargetkan 17 sekolah sebagai satuan pendidikan sasaran. Dari jumlah itu, beberapa sekolah telah lebih dulu menerapkan program SPAB dan diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.
Program Manager GenRe Save the Children, Yosep Tapun, menyatakan bahwa kesiapsiagaan bencana di sekolah perlu terus diperkuat karena bencana alam dapat terjadi tanpa dapat diprediksi. Ia menjelaskan, melalui GenRe, sekolah didorong tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitar.
Revitalisasi Sekber SPAB disebut sebagai upaya memperkuat sistem kesiapsiagaan satuan pendidikan dengan melibatkan pemerintah daerah dan mitra pembangunan yang bekerja pada isu pendidikan, perlindungan anak, dan pengurangan risiko bencana.
Payung hukum dan koordinasi lintas sektor
Project Manager GenRe CIS Timor sekaligus Ketua Sekber SPAB Kabupaten Kupang, Ida Adu, menyampaikan bahwa revitalisasi Sekber SPAB mendapatkan dukungan regulasi daerah. Salah satu dasar hukum utama adalah Peraturan Bupati Kupang Nomor 22 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Aman Bencana, yang menjadi payung hukum bagi pelaksanaan program SPAB di Kabupaten Kupang.
Menurut Ida Adu, regulasi tersebut menjadi fondasi penting untuk menguatkan peran Sekber SPAB dan mempertemukan pemerintah daerah dengan berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan sekolah aman bencana. Melalui Sekber SPAB, koordinasi lintas sektor difokuskan pada penyusunan rencana kerja yang memadukan kebijakan pendidikan, perlindungan anak, dan penanggulangan bencana.
Lokakarya di Kupang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, BPBD, Kementerian Agama, Forum Pengurangan Risiko Bencana, Save the Children, CIS Timor, dan sejumlah lembaga mitra lain. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam penguatan SPAB di tingkat kabupaten.
Satuan pendidikan aman bencana sebagai bagian tata kelola sekolah
Pemerintah Kabupaten Kupang menyatakan bahwa penyelenggaraan SPAB menjadi bagian dari penguatan tata kelola pendidikan yang berorientasi pada keselamatan peserta didik. Sekolah didorong untuk memiliki fasilitas yang lebih aman, sistem manajemen penanggulangan bencana, dan praktik pendidikan yang memasukkan pengurangan risiko bencana ke dalam kegiatan belajar.
Kerangka nasional SPAB sendiri telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 dan diperkuat oleh Petunjuk Teknis Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 6 Tahun 2023. Di atas kerangka itu, Perbup Kupang Nomor 22 Tahun 2024 memberikan pengaturan spesifik di tingkat daerah untuk mendorong pembentukan sekolah aman dan tangguh bencana.
Melalui program GenRe dan revitalisasi Sekber SPAB, Kabupaten Kupang menargetkan agar 17 sekolah sasaran dapat menjadi percontohan penerapan SPAB dan mendorong replikasi ke satuan pendidikan lain di wilayah tersebut.
Sumber
Berita berikutnya

STP Santo Petrus Atambua Resmikan Prodi PPG Pendidikan Agama Katolik
Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Keuskupan Atambua meresmikan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Katolik pada 18 September 202…
Baca juga



