Lion Group Kirim Bantuan Gempa dan Gratiskan Logistik ke NTT
Lion Group mengirim bantuan kemanusiaan sekitar satu ton berupa selimut, tikar, dan paket sembako ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Lion Group mengirim bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penerbangan Lion Air dari Surabaya ke Kupang pada Senin, 17 Agustus 2026. Bantuan diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menuju Bandara Internasional El Tari, Kupang.
Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan bantuan tahap awal diangkut menggunakan penerbangan Lion Air dengan nomor JT694 rute Surabaya–Kupang. Menurut Daniel, pesawat dijadwalkan berangkat pada pukul 11.15 WIB dari Bandara Juanda.
Menurut pemberitaan Bisnis Indonesia dan Harian Disway, bantuan internal perusahaan tersebut mencakup 1.000 selimut, 1.000 tikar, dan 1.000 kotak sembako. Jenis bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak gempa di Flores dan sekitarnya.
Perkiraan total berat bantuan sekitar satu ton, sebagaimana diberitakan Bisnis Indonesia dan Harian Disway yang mengutip pernyataan Daniel di Bandara Juanda. Bantuan dilepas secara simbolis di Surabaya pada hari yang sama dengan keberangkatan penerbangan JT694.
Pengiriman bantuan dan pembatasan muatan
Daniel menjelaskan, Lion Group membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas, lembaga, dan instansi untuk mengirimkan bantuan bagi korban gempa NTT tanpa biaya pengangkutan. Kebijakan ini berlaku melalui jaringan maskapai dalam Lion Group, dengan menggunakan penerbangan reguler yang melayani rute ke NTT.
Namun, pengangkutan bantuan tetap bergantung pada kapasitas muatan yang tersedia di setiap pesawat. Menurut Daniel, total berat paket bantuan yang dapat diangkut harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing armada, sehingga jumlah bantuan dari publik akan ditentukan berdasarkan ruang angkut yang masih tersedia.
Perusahaan juga membatasi jenis barang yang dapat dikirim untuk alasan keselamatan penerbangan. Daniel menyebut bantuan yang diprioritaskan antara lain pakaian, tikar, selimut, sembako, air bersih, serta kebutuhan harian lain yang tidak mengandung bahan berbahaya. Barang-barang yang tergolong berbahaya tidak akan diangkut melalui skema pengiriman gratis ini.
Syarat pengiriman dan koordinasi di NTT
Daniel menyatakan pengiriman gratis bantuan kemanusiaan akan diatur dengan syarat dan ketentuan khusus. Skema tersebut mencakup pembatasan jenis barang, penyesuaian berat total dengan kapasitas muatan, dan pengaturan jadwal pengiriman agar tidak mengganggu operasional penerbangan komersial.
Dalam pernyataannya, Daniel juga menjelaskan bahwa Lion Group berkoordinasi dengan pemerintah daerah di NTT untuk penyaluran bantuan setelah tiba di Kupang. Jaringan penerbangan Lion Group digunakan untuk mengirimkan bantuan ke wilayah yang membutuhkan, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan dan kondisi operasional di masing-masing daerah.
Bantuan tahap awal melalui penerbangan Surabaya–Kupang menjadi bagian dari dukungan Lion Group terhadap upaya pemulihan pascagempa di NTT. Perusahaan menyatakan akan menilai kebutuhan dan kemampuan angkut sebelum mengirimkan bantuan tambahan pada tahap berikutnya.
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga



