Tradisi Sripuan Meriahkan Maulid Nabi di Airmata Kupang
Umat Muslim Kelurahan Airmata, Kota Kupang, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Sripuan, yaitu arak-arakan persembahan berisi buah-buahan menuju masjid, doa bersama, dan pembagian buah kepada warga.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Kupang — Umat Muslim di Kelurahan Airmata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Sripuan, sebuah arak-arakan persembahan berisi buah-buahan yang kemudian dibagikan kepada warga selepas rangkaian doa di masjid.
Tradisi Sripuan telah lama menjadi bagian perayaan Maulid di Airmata dan dikenal sebagai prosesi arak-arakan persembahan dari rumah-rumah warga menuju masjid di kampung setempat. Dalam prosesi itu, warga membawa rangkaian buah-buahan dan hiasan lain secara beramai-ramai, diiringi tabuhan rebana, lantunan selawat, dan dzikir.
Sripuan dan rangkaian Maulid Nabi di Airmata
Sejumlah kajian dan laporan menyebut tradisi ini dengan istilah Sripuan atau Siripuan, yang berasal dari lingkungan komunitas Muslim di Kelurahan Airmata. Dalam satu tulisan yang mengulas Maulid Nabi di Kupang, prosesi perarakan Siripuan digambarkan sebagai rangkaian bunga rampai daun pandan dan buah-buahan yang diarak oleh ratusan warga Airmata, diiringi tarian dan selawat sebagai perpaduan nilai budaya dan religius.
Sebuah artikel jurnal komunikasi menggambarkan Sripuan sebagai tradisi dengan tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap persiapan melibatkan pembentukan panitia dan penyusunan acara dengan pelibatan luas warga Airmata. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat melakukan arak-arakan dengan membawa Sripuan dan buah-buahan menuju masjid secara beramai-ramai. Tahap akhir ditandai dengan rangkaian doa dan kegiatan simbolik yang menegaskan makna persatuan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Laporan lain mengenai Maulid Nabi di Bali, NTB, dan NTT menyebut bahwa umat Islam di Kelurahan Airmata memperingati Maulid Nabi dengan tradisi Sripuan. Prosesi dimulai dengan arak-arakan Sripuan dan buah-buahan menuju masjid, diiringi rebana serta selawat dan dzikir. Para remaja ikut menari dalam formasi lingkaran kecil di belakang arak-arakan hingga prosesi berakhir.
Makna dan simbol dalam tradisi Sripuan
Berbagai sumber menjelaskan Sripuan sebagai persembahan yang sarat makna persatuan, gotong royong, dan keakraban. Sripuan digambarkan sebagai rangkaian buah-buahan, bunga, dan kuncup yang disusun menyerupai gunungan atau piramida, melambangkan cinta kasih dan damai sejahtera. Warna hijau pada bunga rampai daun pandan dikaitkan dengan ungkapan kecintaan kepada Rasulullah, sementara tinggi susunan Sripuan dimaknai sebagai harapan memperoleh rida Allah melalui syiar Islam dan ibadah kolektif.
Artikel yang mengulas Sripuan menegaskan bahwa tradisi ini dilakukan sekali setahun untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan telah diwariskan turun-temurun di masyarakat Kota Kupang, khususnya Airmata. Prosesi arak-arakan, doa bersama, dan pembagian buah-buahan kepada masyarakat yang mengikuti tradisi dipandang sebagai bentuk berbagi dan penguatan silaturahmi antarwarga, termasuk dengan warga yang berbeda keyakinan.
Sripuan dalam konteks perayaan Maulid Nabi
Secara umum, perayaan Maulid Nabi di berbagai wilayah ditandai dengan selawat, pembacaan kitab-kitab maulid, pengajian, dan aneka kegiatan sosial. Di Airmata, unsur lokal itu hadir melalui Sripuan, yang menggabungkan arak-arakan budaya, simbol buah dan bunga, serta doa bersama di masjid.
Dalam beberapa ulasan perjalanan dan kajian budaya, Maulid Nabi di Airmata disebut sebagai perayaan dengan ciri khas hidangan nasi merah dan kuning, telur rebus, pisang rebus berwarna, dan kelapa muda yang diukir lalu ditancapi bunga, selain prosesi Siripuan yang diarak menuju Masjid Al Baitul Qadim Airmata. Rangkaian itu menunjukkan bagaimana komunitas Muslim Airmata merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW sambil mempertahankan tradisi lokal yang menekankan nilai persatuan dan kebersamaan.
Sumber
- detik.com Bali - Ragam Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Bali, NTB, dan NTT
- Scribd - Islam (ulasan Maulid Nabi dan prosesi perarakan Siripuan di Airmata)
- Deliberatio Jurnal Mahasiswa Komunikasi - Tradisi Sripuan Dalam Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW
- Tribunkaltim.co - Mengenal 'Sripuan' dalam Perayaan Maulid Nabi di Kota Kupang, Tradisi Lama yang Sarat Makna
- Merahputih.com - Bukan Sekadar Arak-arakan, Ini Makna Tradisi Sripuan saat Maulid Nabi di NTT
- Wikipedia Bahasa Indonesia - Maulid Nabi Muhammad
- RRI.co.id
Berita berikutnya

DKP NTT Jalankan Program LAUTRA untuk UMKM Pesisir
DKP NTT menjalankan Program Lautan Sejahtera atau LAUTRA untuk UMKM pesisir. Program ini disebut sebagai kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Pe…
Baca juga




