Pantai Liman Ditargetkan Rampung Oktober 2019 dengan Anggaran Rp1,2 Miliar
Pemerintah NTT pada 2019 menargetkan pengembangan Pantai Liman di Pulau Semau rampung pada Oktober 2019 dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Kawasan ini kemudian terus masuk daftar pengembangan pariwisata provinsi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan pengembangan kawasan wisata Pantai Liman di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, selesai pada Oktober 2019. Saat itu, dinas pariwisata provinsi menyebut anggaran yang disiapkan sekitar Rp1,2 miliar.
Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Darmawa dalam laporan media yang terbit pada 2 Agustus 2019. Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain penginapan, restoran, dan lopo-lopo yang dikerjakan bersama kelompok masyarakat setempat.
Fasilitas pendukung
Pantai Liman berada di wilayah Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, dan menjadi salah satu destinasi yang dikembangkan pemerintah provinsi sejak 2019. Dalam dokumen profil pariwisata daerah, kawasan ini termasuk dalam tujuh lokasi pengembangan pariwisata estate di NTT.
Selain akomodasi dan rumah makan, pengembangan kawasan juga dikaitkan dengan kebutuhan infrastruktur dasar seperti listrik, jalan, dan air bersih. Dokumen pemerintah provinsi menyebut sebagian fasilitas akomodasi di Pantai Liman telah dibangun sejak 2019.
Pada 2020, Wayan Darmawa mengatakan Pantai Liman sudah dilengkapi homestay, cottage, dan rumah makan, serta fasilitas itu dibangun untuk pembenahan akomodasi destinasi wisata unggulan baru. Dokumen Pemerintah Provinsi NTT pada 2026 juga menyebut ada empat cottage dan satu restoran milik pemerintah provinsi di kawasan tersebut.
Konteks pengembangan
Penetapan Pantai Liman sebagai kawasan prioritas sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi yang pada 2019 menempatkan sejumlah destinasi di NTT sebagai sasaran pembangunan pariwisata. Dalam daftar itu, Pantai Liman masuk bersama kawasan lain seperti Fatumnasi, Mulut Seribu, Wolwal, Praimadita, Koanara, dan Lamalera.
Pengembangan Pantai Liman diarahkan untuk menopang kegiatan wisata di Pulau Semau dan memperkuat peran kawasan itu sebagai destinasi unggulan. Pada dokumen pemerintah, akses menuju Semau disebut masih bergantung pada penyeberangan dari Kupang melalui pelabuhan Tenau.
Hingga kini, dokumen dan laporan yang tersedia hanya menunjukkan arah pengembangan, bukan rincian capaian fisik per Oktober 2019. Namun, rangkaian sumber pemerintah dan laporan media memperlihatkan bahwa Pantai Liman memang diposisikan sebagai salah satu proyek wisata utama NTT sejak 2019.
Sumber
Berita berikutnya

FEB Undana Latih 30 UMKM Pariwisata di Labuan Bajo
FEB Undana melatih 30 UMKM pariwisata di Labuan Bajo bersama Universiti Kebangsaan Malaysia dan mitra dari India. Program menekankan ekonomi hijau dan…
Baca juga




