NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemkab Sumba Barat Daya Perkuat Imunisasi Polio dan Rutin

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memperkuat imunisasi polio dan imunisasi rutin melalui sosialisasi dan advokasi lintas sektor yang dibuka Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla, dengan dukungan UNICEF dan Pemerintah Amerika Serikat serta…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Kampung Praijing merupakan kampung adat yang berlokasi di atas bukit.
Foto arsip: Kampung Praijing merupakan kampung adat yang berlokasi di atas bukit. · Foto: Fakhri Anindita / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sumba Barat Daya — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memperkuat imunisasi polio dan imunisasi rutin melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi lintas sektor yang dibuka Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla di Aula Kantor Bupati, Selasa, 15 September 2026, waktu Indonesia tengah (WITA).

Kegiatan bertajuk penguatan imunisasi polio dan imunisasi rutin tahun 2026 itu diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan imunisasi bagi anak-anak di seluruh wilayah kabupaten.

Menurut laporan Radio Republik Indonesia, kegiatan melibatkan perwakilan UNICEF dan U.S. Department of State, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Barat Daya, perwakilan Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Waingapu, jajaran Kementerian Agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, kepala desa, kepala puskesmas, pengelola imunisasi, kader posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan orang tua.

Imunisasi yang menjadi fokus meliputi vaksin polio oral (OPV), vaksin polio suntik (IPV), serta imunisasi rutin bagi anak. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan cakupan imunisasi secara terstruktur dan merata, dengan prioritas mengurangi anak zero-dose atau belum pernah menerima imunisasi dan mencegah putus imunisasi.

Penguatan Komitmen Lintas Sektor

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan apresiasi kepada U.S. Department of State dan UNICEF melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya atas kemitraan dalam mendukung pelayanan kesehatan anak.

Bupati menekankan bahwa perlindungan kesehatan anak memerlukan dukungan pemerintah, masyarakat, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lain di tingkat lokal. Menurut dia, kesehatan anak menjadi dasar pembangunan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi daerah.

Sebagai langkah percepatan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Imunisasi Polio dan Imunisasi Rutin oleh para pemangku kepentingan lintas sektor.

Komitmen itu didorong agar tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam tindakan di puskesmas dan desa.

Rencana Aksi 30–90 Hari

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mendukung penyusunan Rencana Aksi Akselerasi Imunisasi 30–90 Hari di tingkat puskesmas.

Rencana aksi akan diimplementasikan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi polio dan imunisasi rutin.

Menurut informasi dari Kabupaten Belu, penguatan imunisasi polio dan imunisasi rutin di Nusa Tenggara Timur dilaksanakan dengan dukungan UNICEF dan Pemerintah Amerika Serikat di empat kabupaten, yaitu Belu, Nagekeo, Kabupaten Kupang, dan Sumba Barat Daya. Pertemuan lintas sektor di tingkat kabupaten diarahkan untuk memperkuat peran sektor pendidikan, keagamaan, dan pemerintahan desa dalam mendorong permintaan dan akses layanan imunisasi, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut konkret untuk 30 hingga 90 hari ke depan di setiap wilayah kerja puskesmas.

Konteks Program Imunisasi

Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat bahwa keberhasilan program imunisasi diukur antara lain melalui cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), yang mencakup imunisasi hepatitis B, BCG, DPT-HB-Hib, polio, dan campak rubella pada bayi. Dokumen itu menekankan perlunya pencapaian cakupan yang tinggi dan merata di seluruh wilayah kecamatan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan mitra pembangunan, pemerintah kabupaten menargetkan peningkatan cakupan imunisasi di puskesmas, memperkuat identifikasi anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, serta memastikan tindak lanjut di lapangan selama periode akselerasi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.